
Tangan Indah terlihat bergetar saat memegang gelas dan meminumnya, Deni tentu saja heran, ia membantu sang istri untuk menenguk air minum agar gelas yang dipegang Indah tidak jatuh.
"Pelan pelan," ucap Deni. Begitu perhatianya ia sebagai seorang suami selalu memperhatikan sang istri, tak pernah menekan Indah untuk berkata jujur dan berusaha sempurna dihadapanya.
Bagi Deni melihat Indah apa adanya, membuat ia selalu bahagia. Setelah selesai meninum air putih, Deni kini menaruh gelas pada meja. Memegang kedua pipi sang istri dengan pelan.
"Kamu sakit sayang."
Indah menatap ke arah Anna, melihat adiknya langsung memberi kode, agar ia menganggukkan kepala dan memegang dengan tangan kanannya.
"Iya nih, sayang kepalaku sakit sekali. Entah kenapa tiba tiba sekali sakitnya."
Deni terlihat begitu kuatir, saat istrinya mengatakan rasa sakit di daerah kepala.
"Ya sudah. Sekarang kita ke rumah sakit aja bagaimana," ketegangan mulai muncul dari diri Indah. Ketika Suaminya mengajak ke rumah sakit untuk diperiksa.
Namun Indah, peralatan jika dirinya hanya ingin beristirahat sejenak.
"Aku tidak mau ke rumah sakit, sebaiknya Kita menginap saja di rumah Anna, bagaimana?"
" kalau aku terserah kamu, Kalau tuan rumah mengijinkan ya ayo saja Kita nginep dulu di sini!"
Mendengar jawaban yang terlontar dari mulut Deni suaminya, tentu saja membuat Indah sangatlah senang, hari ini ia bisa menghindar dari mantan mertuanya yang mungkin tengah menunggu kedatangan Indah di depan pintu rumah.
Indah mencoba berbicara kepada adiknya, di depan sang suami. Indah meminta izin ingin menginap di rumah sang adik," Anna, kamu ngizinin kakak kan tinggal di sini sementara waktu."
Drama yang begitu cepat dipercaya oleh Deni." tentu saja, Anna senang kalau kakak ingin menginap di rumah ini."
Indah mulai bertanya lagi kepada adiknya," apa Galih mengizinkan kami tinggal di sini."
Mendengar hal yang diucapkan Indah, Galih tentu saja setuju, ia tak pernah melarang siapapun orang yang akan menginap di rumahnya, bagi dirinya kedatangan tamu adalah hal yang istimewa di mana rumah penuh dengan keceriaan dan juga kebahagiaan
" kalian berdua memang pasangan yang cocok, sama-sama baik hati." ucap Indah memuji kedua insan yang berada di depannya.
__ADS_1
"Ya sudah ayo di makan lagi," ucap Anna.
Semua orang yang berada di sana kini memakan kembali hidangan yang masih tersisa begitu banyak.
Setelah acara makan selesai, saat itulah Indah mulai menghampiri adik, dimana Anna dengan melihat pemandangan di depan rumah.
Indah mendekat dan mengawali obrolan bersama sang adik, " Terima kasih ya kamu sudah menolong kakak, jika Kakak pulang mungkin Kakak akan bertemu dengan mantan mertua kakak."
Anna memegang bahu sang kakak dengan berkata," Kakak tenang saja hal seperti itu tak usah dibahas lagi. Anna akan selalu membantu kakak, bagaimanapun keadaan kakak._
Mendengar hal itu tentu saja membuat Indah langsung memeluk sang adik dengan begitu erat.
" kamu memang adikku yang terbaik, Anna."
**********
Bu Dela tak ingin berputus asa, ia sengaja mematikan panggilan telepon yang masih terhubung dengan Indah.
Karena bagi dirinya, hanya dengan cara itulah. Indah akan datang menemuinya, dengan harapan Bu Della akan mengungkapkan semua yang ingin Ia ceritakan kepada mantan menantunya itu.
Bu Dela bolak-balik ke sana kemari, dengan posisi duduk dan terkadang berdiri. Bu Dela sebentar sabar ingin menemui Indah.
Namun setengah jam menunggu, Bu Dela tak melihat mantan menantunya itu datang menghampirinya di depan rumah.
"Kemana ya, Indah. Masa ia dia tidak datang menemuiku saat hari ini juga. Seharusnya Ia datang dan menemuiku, tapi sampai sore begini Indah tak kunjung terlihat dan juga kembali ke rumahnya."
Bu Dela sudah tak sabar ingin bertemu dengan Indah, ia kini menunggu kembali kedatangan mantan menantunya itu.
Bulak balik ke sana kemari hanya menunggu kedatangan Indah yang tak kunjung kembali, rasa cemas menghantui wanita tua itu.
"Indah, kamu ini kemana sih, katanya kamu bakal datang ke sini setelah aku menelponmu, tapi sampai sekarang kamu tak kunjung datang menemuiku."
Wanita tua itu kini merogoh saku celana untuk menelepon Indah. Beberapi Bu Dela menelpon Indah, sampai saat ini.
__ADS_1
Indah tak mengangkat panggilan teleponnya, membuat wanita tua itu sedikit murka.
Bagaimana bisa dengan lancangnya, Bu Dela diabaikan oleh mantan menantunya sendiri, padahal wanita tua itu ingin sekali bercerita tentang apa yang selama ini ia simpan.
Namun, Indah tak merespon sama sekali, membuat rasa kesal pada hati Bu Della.
Sampai akhirnya wanita tua itu meninggalkan kediaman rumah Indah.
Menaiki taksi, Bu Dela. Memegang surat yang sebenarnya ingin Ia berikan kepada Indah.
Namun, Indah tak kunjung datang menemui model yang hampir 3 jam menunggunya di depan pintu rumah Indah sendiri.
(Indah, kamu benar-benar tega membiarkan orang tua berada di depan pintu rumahmu sendirian.)
Pesan pun terkirim. Dengan sengaja Bu Dela terus mengirim pesan pada Indah, agar wanita bermata sipit itu merasa bersalah dengan pesan yang dikirim Bu Della.
(Indah, aku berharap hubungan kita sebagai keluarga berjalan seperti biasa.)
Pesanpun terkirim, Bu Dela dengan fokusnya menatap layar ponsel, berharap jika Indah, mengirim pesan atau langsung meneleponnya.
Di dalam taksi, wanita tua itu. Hanya bisa menggerutu dirinya sendiri,( Indah, kenapa dari tadi kamu terus mengabaikan ibu, Ibu tahu salah. tapi Ibu ingin memberikan sesuatu untuk kamu dari Danu.).
Indah tetap saja tak merespon ataupun membalas isi pesan yang dikirim oleh ibunda Danu.
Dulu saja Bu Dela, terkadang suka cuek. Jarang memperhatikan Indah sebagai menantu. Tapi setelah kepergian anaknya Bu Della begitu perhatian terhadap indah.
Mungkin wanita tua itu merasakan arti kesepian yang sesungguhnya. Padahal di dalam pemakaman wanita tua itu memarahi indah habis-habisan, tak peduli jika orang-orang saling membisikkan tingkah Bu Dela.
Apalagi saat berpisah dengan Danu dan Indah, yang kini Indah menikah dengan Deni.
Deni lelaki sederhana yang begitu tulus mencintai dan juga menyayangi istrinya, Indah.
Di satu sisi lain, ternyata Indah tengah membaca isi pesan bersama adiknya, tanpa diketahui para suami jika mereka tengah bersembunyi di dalam kamar.
__ADS_1
Membaca satu persatu isi pesan dari mantan mertuanya yang selalu mengganggu dirinya, di saat Danu tidak ada ataupun dia ada.
" Coba kamu lihat satu persatu pesan yang dikirim Bu Dela untukku, sebenarnya kemauan dia itu apa sih, sampai mengejar Kak Indah sebegitunya padahal kan mereka tahu sendiri jika aku .... "