
Kedua sepasang suami istri yang belum dikaruniai seorang anak, kini memegang tangan mungil anak kecil bernama Lulu, mereka mengadopsi seorang anak hanya untuk pemacing sesaat.
Berharap jika Lulu membawa keajaiban pada keluarga mereka, pernikahan ke sepuluh tahun bukan hal yang sebentar. Harta dan kekayaan yang mereka punya tak cukup membuat bahagiaan.
Tetap mereka membutuhkan seorang anak kecil, untuk garis keturunan dimasa depan.
Lulu terlihat sedikit tak tenang, karena kedua orang tua barunya berbeda sekali dengan orang tuanya sendiri.
Terasa kaku dan sulit untuk meminta keinginan mungkin karena rasa malu dan belum terbiasa.
Lulu duduk di ujung kasur kamar hotel, melihat ke arah jendela, terlihat luasnya pemandangan seperti ingin terbang ke awan.
Yang dirasakan Lulu saat itu, rasa ketidak nyamanan seperti terkurung dalam sangkar yang tak bisa membuatnya keluar.
Seorang wanita cantik dengan rambut pirangnya, mendekat tersenyum lebar, dan berkata." Lulu sayang, kalau kamu mengiginkan sesuatu. Kamu bisa bilang ke kami. Oh ya panggil kami ini dengan sebutan Daddy dan Mommy, kamu pahamkan."
Lulu hanya menganggukkan kepala, berusaha menurut. Walau dalam hatinya merasa tak nyama, wanita cantik yang mengasuhnya begitu ramah, terlihat ia perhatian sekali terhadap Lulu.
Namun Lulu juga tak tahu, keramahan itu akan bertahan lama atau tidak. Karena ia tahu sifat manusia kapan saja bisa berubah.
Tangan lembut mulus berwarna putih, mengusap pelan rambut lurus Lulu, merangkul dan memberikan rasa nyaman.
"Kamu kenapa diam saja dari tadi, apa ada sesuatu yang membuatmu tak nyaman."
Lulu ingin mengungkapkan isi hatinya, tapi ia takut dan tak kuasa, karena ia menyadari dirinya di beli dengan harga yang sangat mahal.
"Apa ada sesuatu yang menganggu pikiranmu, bicaralah, kami akan mendengarkan semua yang kamu katakan. "
Bibir tipis sang wanita, telihat begitu indah. Apalagi dengan suara yang keluar dari mulutnya begitu lembut.
Lulu berharap orang tua barunya itu baik hati dan tak pernah menyiksa atau menyakiti Lulu
"Kamu masih takut dengan kami?" tanya sang wanita cantik bertubuh raping, memakai dres berwarna merah muda.
"Sebenarnya Lulu malu, dan belum terbiasa di sini! " jawab Lulu, pada akhirnya ia memberanikan diri mengungkapkan semua isi hatinya.
__ADS_1
Wanita bule dengan rambut pirangnya, tersenyum lebar. " Kamu tenang saja, kita masih awal perkenalan kok, jangan takut. Kita akan pergi dari negara Indonesia."
Ungkapan wanita bule itu, tentulah membuat Lulu terkejut, ia akan pergi keluar negri dengan kedua orang tua barunya.
" Kamu mau ikut kan?" tanya wanita berambut pirang itu.
Lulu tak mungkin menolak, ia takut jika dimarahi. Apalagi Lulu belum mengenal jelas ibu barunya.
"Iya Lulu mau!" jawab Lulu penuh dengan rasa ragu.
Pelukan hangat datang dari sosok wanita berwajah bule. Lulu belum merasakan rasa ketenangan, yang ia rasakan saat dipeluk rasa takut dan tak ingin pergi dari negaranya sendiri.
Pintu kamar hotel terbuka lebar, sosok lelaki tampan datang menghampiri sang istri begitupun dengan Lulu, anak kecil yang hanya menundukkan wajah dari tadi.
"Aku sudah memesan tiket, sekarang kita pulang ke luar negri."
Deg ....
Jantung Lulu berdetak tak karuan. Ia sebenarnya ingin bertemu dengan sang ibunda, bukan malah pergi ke luar negri.
Tidak ada kebahagiaan sedikitpun terpancar dari wajah Lulu, anak berwajah bulat itu mengerutkan bibirnya.
"Ayo kita jalan sekarang, sepuluh menit lagi. Naik pesawat."
Wanita bule itu memegang tangan Lulu, ternyata ia sudah bersiap siapa, dengan koper besarnya untuk segera pergi dari hotel.
Pertama kali melihat pesawat besar, nampak begitu menyeramkan. Karena Lulu yang tak pernah naik atau pun melihat secara dekat. Membuat ia ketakutan dan gemetar hebat.
"Lulu takut. Mom." Lulu mempelihatkan kemanjaannya, membuat lelaki bule itu mendekat memberikan kehangatan supaya anak angkatnya itu tidak ketakutan sama sekali.
"Ayo sini, biar Daddy gendong." ucap sosok seorang lelaki bule yang menjadi ayah angkat Lulu.
Ada rasa ragu dalam hati Lulu, namun ia memberanikan diri untuk mendekat pada punggung ayah angkatnya.
"Ternyata anak Daddy berat juga ya." balas ayah angkat Lulu begitu memanjakannya.
__ADS_1
Wanita bertubuh ramping terlihat begitu bahagia, di mana ia baru menemukan senyuman sang suami dan perhatian kepada anak kecil bernama Lulu. Begitu menyejukkan hati dan pikirannya, " Apa kah ini kebahagiaan mempunyai seorang anak."
Lulu merasakan punggung ayah angkatnya, perlahan demi perlahan merasa nyaman, teringat akan sang ayah kandung yang kini berada di dalam penjara.
Dari kecil Lulu tak pernah merasakan kasih sayang seorang ayah, apalagi saat perceraian Ayah dan Ibunya itu terjadi.
"Apa kamu bahagia dengan semua ini?" tanya sang ayah angkat kepada Lulu.
Wajah cemberut tiba tiba memperlihatkan senyuman, anak kecil itu terlihat begitu merasa nyaman dan tenang.
Lulu duduk di dekat ibu angkatnya, kesalahan demi perlahan anak berumur 3 tahun itu merasakan kasih sayang dan juga kehangatan kembali.
Padahal saat di hotel, dulu merasa ketakutan. Tak mau pergi dengan kedua orang tua angkatnya, tapi setelah bujukan beberapa kali terulang, saat itulah Lulu mulai membukakan hatinya.
Di dalam pesawat Ibu angkatnya sering bercerita, membuat Lulu semakin nyaman dan tenang.
Tertawa bersama dan bercanda membuat sebuah lelucon, Lulu benar-benar baru merasakan kebersamaan, sangatlah menyenangkan, kehangatan dan kasih sayang begitu puas Lulu rasakan.
"Apa kamu suka dengan makanan ini?" pertanyaan wanita bule itu, tentulah membuat Lulu hanya bisa mengganggu kan kepala.
Karena baru pertama kali Lulu melihat makanan yang begitu tertata rapi dan terlihat mengunggah selera," ayo coba kamu makan. "
Ibu angkat Lulu terlihat begitu mengkhawatirkan anak angkatnya, ya takut jika anak angkatnya itu tak menyukai makanan di dalam pesawat.
Perlahan Lulu mulai menyantap makanan untuk ia masukkan ke mulut, saat mengunyah kedua matanya berbinar, baru pertama kali ya merasakan begitu nikmatnya makanan di dalam pesawat.
kedua orang tua Lulu, benar-benar sudah membuat hati Lulu terpaku, mereka begitu mudahnya membuat anak kecil itu bisa percaya dan juga luluh.
"Makan yang banyak biar sehat, Oke."
Lulu semakin bersemangat memakan makanan yang tersedia di dalam pesawat.
Perlahan ia mulai kembali menghilangkan ingatannya bersama sang ibunda, karena dulu sang ibunda terlalu mementingkan pekerjaan daripada ketiga anak-anaknya.
"Apa kamu mau tambah lagi?" tanya wanita bertubuh ramping dengan pakaiannya yang terlalu seksi. Memperlihatkan keindahan betuk tubuh.
__ADS_1
Lulu mengusap-ngusa perutnya yang terasa kekenyangan," Sudah mommy, Lulu nggak sanggup lagi memakan masakan ini. Sebaiknya Mommy dan Daddy saja."