
Intan sudah tak sabar menunggu jam tujuh pagi untuk membawa Lulu pergi dari rumah. Ia terus mengintip dari balik pintu kamarnya, Lulu masih berpelukan dengan dinasehati oleh Nita.
"Dasar, cunguk cunguk lebai. Lihat saja nanti Nita, apa yang akan aku lakukan, pastinya kamu akan menyesal," ucap Intan di balik pintu kamarnya, terlihat sekali ia masih membenci Nita dan juga Lulu.
Intan mulai mengeluarkan dramanya, Ia membuka pintu kamarnya secara perlahan, mendekat ke arah Lulu dan juga Nita yang akan menjadi sasaran." Wah pagi begini masih ada juga drama, kayak sinetron ikan terbang," ucapin Intan berpura-pura sedih, wanita bermata bulat itu memeluk tubuh Nita dan juga Lulu.
" Sebenarnya apa yang kalian pikirkan? Sampai kalian menangis seperti ini?" tanya Intan berusaha menjadi orang baik di depan Lulu dan juga Nita.
"Kami tidak memikirkan apa-apa. Hanya saja Lulu ingat pada ibu dan ayahnya!" balas Nita, perlahan Nita mulai melihat kebaikan Intan, sampai ia mengatakan keinginan Lulu.
"Apa kamu mau kakak antarkan kembali pulang ke kampung halaman, kebetulan Kak Intan ingin meminta maaf kepada ibu dan juga ayahmu. Karena Kak Intan sudah berbuat jahat dengan membawamu kabur, Lulu. " ucap Intan dengan memperlihatkan raut wajah penyesalannya, Intan menitipkan air mata, agar kedua orang yang berada di hadapannya percaya.
Padahal Nita sudah memberitahu ayah Lulu begitupun dengan ibunya untuk datang ke kampung halamannya saat ini, dan lagi kedua orang tua Lulu sudah melaporkan kejadian ini kepada polisi.
Nita tadinya mulai luluh, tiba-tiba saja teringat dengan kejahatan yang dilakukan Intan dengan begitu kejam, Iya tak mungkin membiarkan Intan membawa Lulu kembali.
Pastinya Intan tidak akan mengantarkan Lulu ke rumahnya, Nita takut jika Lulu dibawa pergi lagi ke suatu tempat yang tidak akan diketahui kedua orang tuanya.
" Intan kamu tak usah mengantarkan Lulu," timpal Nita.
Intan tentu saja terkejut dengan jawaban yang terlontar dari mulut sahabatnya itu. Kenapa bisa Nita dengan lancangnya berkata seperti itu," Loh, kenapa tidak boleh mengantarkan dulu pulang ke rumah?"
Pertanyaan Intan membuat Nita memukul mulutnya, Nita berusaha mengalihkan pembicaraan, ia menyuruh sahabatnya itu untuk segera memakan sarapannya.
"Intan, aku sudah membuatkan Kamu sarapan loh. cepat makan sana, takutnya nanti keburu dingin, " ucap Nita mengingatkan Intan agar segera memakan sarapannya yang sudah ia sediakan jam 06.00 tadi pagi.
karena tak terasa waktu sudah menunjukkan jam 07.00 pagi, waktunya Nita untuk bekerja.
Ada rasa tak tega dalam hati Nita, meninggalkan Lulu yang Nanti sore akan segera dijemput oleh ayah dan juga ibunya, tanpa sepengetahuan Intan.
__ADS_1
Nita mulai bersiap-siap mengganti pakaiannya, untuk segera berangkat bekerja. Iya takut terlambat, sebenarnya Nita ingin sekali cuti dalam pekerjaannya, tapi karena pabrik yang begitu sibuk. Membuat ia susah untuk mengajukan cuti pada atasan.
Setelah selesai mengganti pakaiannya, Nita mulai menghampiri Lulu yang masih berdiri mematung menunggu dirinya.
Kedua tangan kita memegang bahu anak berumur 3 tahun itu," Lulu. Ingat pesan Kak Nita ya. hari ini kamu jangan ke mana-mana tunggu Kak Nita pulang. "
Anak kecil berumur 3 tahun itu menganggukan kepala di hadapan Nita, tanda yang menuruti perintah Nita.
"Bagus." balas Nita dengan mencubit hidung Lulu.
Intan tengah menyuapkan makanannya ke dalam mulut, mendengar ucapan Nita yang berpesan kepada Lulu. Membuat ia tersenyum kecil, aksi busuknya akan ia lakukan sekarang juga.
Menjual Lulu pada Marimar.
"Ya sudah kamu baik-baik ya sama Kak Intan, jangan nakal oke."
"Oke, Kak Nita. "
Anak berumur 3 tahun itu berdiri di depan pintu rumah, sembari menatap kepergian Nita yang semakin jauh menggunakan motor.
Intan yang sudah menyelesaikan makanannya, kini meneguk air dalam gelas sampai habis, mengelap bibirnya dengan punggung tangan.
Intan mulai beranjak berdiri, segera menghampiri luluh yang masih berdiri di luar rumah, terlihat sekali anak kecil itu begitu bahagia saat dekat dengan Nita, berbeda balik dengan Intan Lulu cenderung ketakutan ketika melihat raut wajah Intan yang sedikit menyeramkan.
kemungkinan besar banyak sekali perlakuan jahat dilakukan Intan kepada Lulu, membuat Lulu terkadang menyingkir dan tak mau berbicara dengan Intan satu patah kata pun.
Saat Intan menghampiri Lulu, saat itulah Intan mulai memegang tangan anak kecil," Lulu. Sayang, kebetulan ini hari yang sangat cerah. Bagaimana kalau kita jalan-jalan sebentar, sepertinya seru, Oh ya kebetulan sekali Kak Intan mau membelikan kamu es krim."
Intan mencoba merayu lulu dengan begitu lembut, agar anak berusia 3 tahun itu mau ikut dengannya menemui Marimar.
__ADS_1
Terlihat sekali Lulu ingin ikut dengan Intan, apalagi akan dibelikan satu buah es krim yang sudah tidak pernah ia makan.
Karena sang Ibunda yang selalu melarangnya untuk tidak terlalu memakan es krim secara berlebihan.
Apalagi Lulu harus mengikuti perintah Nita, tidak boleh keluar rumah sebelum Nita pulang dari tempat kerjanya.
Intan begitu kesal dengan tingkah laku Lulu, dia ingin segera menyingkirkan Lulu dari hadapannya.
Lulu terlalu banyak diam, sampai Intan kini merayunya lagi," Apa yang sedang kamu pikirkan lulu sayang, apa kamu menolak ajakan kakak yang akan mentraktir kamu es krim dan juga makanan ringan di supermarket.
padahal kakak ini berusaha berubah loh demi dekat dengan kamu, Intan.
" Bukan masalahnya seperti itu Kak Intan, soalnya tadi Kak Nita bilang kepadaku, agar tidak keluar dari rumah walaupun diajak dengan Intan. karena bisa saja Intan berubah menjadi kilat seperti kemarin.
Dipermalukan habis-habisan, sampai ia tak mau lagi berteman dengan sahabatnya yang sok elit namun ekonomi sulit.
" Sudah, kamu jangan dengerin Kak Nita terus dong. dia kan tidak tahu apa-apa soal traktiran Kak Intan kepada kamu, kan Kak Intan mau menebus kesalahan Kakak kepada kamu."
Mendengar hal seperti itu, yang kini terlontar dari mulut dirinya sendiri.
Intan berusaha menarik tangan mungil Lulu, agar bisa ikut dengannya menuju ke rumah Marimar.
" Oh ya Kamu cepat mandi sana, biar nanti kamu ganti baju cantik."
Masih ada rasa ragu dalam diri Lulu, walau ia dipaksa oleh Intan.
Lulu malah diam saja, Iya seharusnya bergegas untuk segera mandi dan mengganti pakaiannya yang lebih layak dan juga bagus.
Dengan berusaha keras Intan sahabatnya itu memegang erat tangan yang sengaja ia jatuhkan.
__ADS_1
Lulu sebenarnya kesal dengan perintah Intan, padahal tadi Intan begitu baik di depan mata kepala sendiri.