Dibalik Diamnya Mertuaku

Dibalik Diamnya Mertuaku
Bab 91 Pernyaataan Indah.


__ADS_3

Wanita tua yang menjadi mertua Indah kini ikut bicara," Ibu mohon dengarkan dulu perkataan Danu, Indah. Ibu sangat berharap sekali pada kamu."


Memanglah mertua Indah itu adalah wanita yang baik, ia tak mau melihat kedua anaknya berpisah.


"Ya sudah, silahkan mas, apa yang akan mas katakan pada saya?"


Kini Indah memberanikan diri untuk mendengar perkataan Danu dengan nada sedikit pelan.


Sedangkan Anna yang tak mau ikut campur, mulai berjalan keluar, menghampiri Galih. Terlihat sekali pesona lelaki duda itu, ia duduk di depan mobilnya memperlihatkan kesan yang berbeda. 


"Bagaimana?"


Anna menunjukkan kedua jempolnya dihadapan Galih, membuat lelaki itu tersenyum kecil. 


"kenapa?"


"Enggak kenapa kenapa!  Ya sudah kita makan yuk, aku sudah lama tidak makan kamu!"


"Apa?"


"Maksudnya makan bareng kamu!"


"Oh."


******


Di dalam rumah, Indah masih dalam ketegangan menghadapi Danu.


"Indah, aku mau minta maaf sama kamu, dan aku ingin balik lagi menjadikanmu istriku seutuhnya."


Sudah menjadi dugaan Indah dari awal, Danu pasti  balikan lagi. 

__ADS_1


Sang mertua yang masih berada di dekat Danu kini ikut bicara." Indah pikirkan baik baik, Danu masih mencintaimu. Ia lupa karena terjebak oleh Siren, maafkan Danu Indah."


Tiba tiba saja air mata menetes mengenai pipi Indah, ia perlahan mulai membuka mulut untuk menjawab perkataan Danu." Sebenarnya Indah sudah maafkan Mas Danu dari awal, hanya saja Indah belum memikirkan untuk balik lagi menjadi istri Mas Danu seutuhnya. Hati Indah masih merasa sakit, ketika Mas Danu selalu membela wanita bernama Siren itu. Padahal jika memang Mas Danu terjebak kenapa saat bersama Siren aku seperti diabaikan, seperti sampah dibuang begitu saja, tanpa ada pertahanan dan harapan dari Mas Danu sedikitpun. Maafkan Indah telah lancang mengatakan semua ini, karena inilah isi hati Indah yang sebenarnya. Memaafkan adalah hal yang mudah, tapi untuk balik lagi rasanya masih sulit, Indah harus memikirkannya dulu."


Ada rasa kecewa dari jawaban Indah saat itu, Danu menundukkan pandangan, ia menyadari kesalahannya yang fatal, sudah menyia nyiakan berlian yang berharga demi sebongkah batu jalanan. 


Sang ibu yang terus mendukung Danu, berusaha mengambil hati Indah agar berubah pikiran. Tak harus menunda nunda apa yang diinginkan Danu. 


"Ayolah Indah, pikirkan lagi perkataanmu. Ibu ingin kamu masih bersama Danu anak ibu."


Permohonan sang mertua tentu saja tak membuahkan hasil untuk Indah merubah pikirannya, dari lubuk hatinya yang paling dalam ia ingin sekali mempertahankan rumah tangganya. Akan tetapi rasa takut akan tersakiti tak ingin ia rasakan kembali, Indah terlihat nyaman dengan kesendirian, dengan kesibukannya bekerja. 


"Bu, Indah tidak bisa memaksakan apa yang harus Indah lakukan untuk orang lain, indah juga punya kebahagiaan Indah sendiri.  Indah sudah lelah dihina, karena Indah tidak memberikan anak kepada ibu dan Mas Danu. 


" Ibu tahu Indah, tapi yang sekarang salah itu bukan kamu, tapi anak ibu sendiri. Anak ibu yang mandul."


Indah baru tahu akan hal yang dialami oleh Danu akhir-akhir ini, Tapi tetap saja hatinya belum siap menerima Danu kembali karena masih ada kata-kata yang selalu teringat dari pikiran Indah. Di mana lelaki baik seperti Danu pernah menyakiti hati dan juga perasaan, kesetiaan Indah selama menikah dengannya. 


Air Mata Lelaki bernama Danu itu kini keluar menetes mengenai kedua pipinya. Iya bersujud memohon kepada Indah agar memaafkan kesalahannya, ia dibutakan oleh seorang anak dan tak menyadari akan dirinya yang ternyata Mandul. 


Walau sebenarnya dulu sempat Danu diperiksa oleh dokter, tapi ia tak percaya dengan hasil yang ia lihat . Hingga di mana ia memutuskan untuk mencari wanita yang mungkin bisa memastikan dirinya  mandul atau tidak. Sampai dimana Danu menemukan Shireen wanita muda cantik, Danu tak menyangka kedekatan mereka semakin dekat, hingga di mana Indah mulai  curiga dan mengetahui kedekatan mereka.


Awalnya Danu tak bisa meneruskan lagi kedekatan dirinya dengan Shireen karena sudah diketahui sang istri. Akan tetapi Shireen yang tertarik dengan ketampanan dan juga harta benda Danu. 


Ia mulai membuat  sebuah rencana di mana Siren menjebak Danu. 


Siren menaburkan obat tidur pada  minuman Danu, dimana ia membawa Danu menuju rumahnya, saat itulah aksinya berjalan lancar. Danu terperangkap dan luluh akan Siren.


Semua yang dikatakan Siren ia percaya, dari sanalah Danu berpikir bahwa tebakan dokter salah. Jika yang mandul itu adalah Indah. 


Danu memang aneh dia lebih percaya Siren gadis muda yang menipunya, daripada dokter yang sudah lebih tahu akan penyakit yang dialami Danu. 

__ADS_1


Indah tak suka dengan permohonan Danu dengan cara bersujud, ia mulai membantu Danu untuk berdiri, tak mau jika harga diri seorang lelaki begitu rendah. 


"Mas, tanamkan harga diri kamu sebagai seorang lelaki, jangan lemah."


"Bagaimana bisa, Indah. Sekarang aku benar benar lemah, karna kamu Indah. Aku sangat mencintai kamu."


Apa lelaki semua di dunia ini begitu, saat salah baru mengatakan cinta, tapi ketika tak menyadarinya jangankan cinta hanya hinaan yang terlontar dari mulutnya. 


"Mas, aku juga masih mencintai kamu. Tapi hatiku ini masih merasakan rasa sakit, aku bingung dengan perasaanku yang sekarang. Jadi sebaiknya kalian pulang saja, jangan terlalu berharap padaku."


Indah kini mengusir secara halus. 


"Indah, berilah mas kesempatan yang kedua kalinya. Mas akan memperbaiki semuanya."


"Tapi mas."


"Indah percayalah pada Danu, dia pasti akan berubah. "


Indah menghela napas panjang mengeluarkan secara perlahan," Maaf bu, kasih Indah waktu untuk berpikir. Rasanya tak mudah jika harus menentukan begitu saja."


Sepertinya Danu tak bisa memaksakan Indah sekarang, ia hanya bisa pamit untuk pulang dan kini berkata," Tolong pikirkan baik baik Indah, mas masih berharap pada kamu."


Kini Danu dan sang ibu mulai berdiri, untuk bergegas pulang, karena mereka juga tak bisa memaksa Indah dengan keinginan mereka sendiri," Indah, kami pulang dulu. Terima kasih atas waktunya."


Ibunda Danu kini memeluk Indah dengan erat, untuk segera berpamitan pulang.


Setelah kepulangan mereka berdua, Indah menutup pintu untuk segera duduk di sofa, menenangkan segala kepanikan yang ada.


"Ini pilihan yang sulit bagiku, bagaimana ini?"


Menyandarkan jidat pada kedua telapak tangan, Indah tengah di rendungi kebingungan. 

__ADS_1


Gedoran pintu tiba tiba terdengar begitu keras, tak biasanya tamu datang dengan menggedor pintu depan rumah cukup lumayan keras. membuat rasa kesal dan juga sakit kepala semakin bertambah. "Siapa lagi."


__ADS_2