Dibalik Diamnya Mertuaku

Dibalik Diamnya Mertuaku
Bab 234 Tangis Lulu


__ADS_3

(Apa anak saya baik baik saja?) pesan dari Galih, Intan dengan cepatnya membalas pesan dari mantan majikan Nita.


(Anak bapak baik-baik saja, dia sekarang sedang tidur, kapan bapak akan datang ke sini. Saya mohon agar bapak cepat datang ke sini, sebelum Intan mencurigai semuanya.) balas Nita pada Galih, mengatakan kekhawatirannya pada ayah Lulu.


( Besok saya akan ke sana, tolong jaga baik-baik anak saya. Terima kasih atas informasinya. kamu ternyata orang baik.) Galih membuat kedua pipi Nita memerah, kata biasa dipuji.


Pesan tak Nita balas, iya tiba-tiba saja menguap merasakan rasa ngantuk yang begitu berat. Besok ya harus bekerja, menjalani rutinitasnya sebagai pegawai pabrik.


Rasa lelah tak ya rasakan, ia begitu semangat menjalani kehidupan yang selalu membuat dirinya sendirian.


Intan sengaja membuat alarm untuk bangun lebih pagi, karena ia berencana untuk menjual Lulu kepada Marimar, Intan sudah tidak kuat tinggal di kampung Nita.


Jam sudah menunjukkan pukul 05.00 pagi, Intan bergegas bangun. Dengan mulut yang terus menguap merasakan rasa kantuk.


"Ya ampun, mataku rasanya berat sekali. Aku malas sekali untuk bangun. Ingin rasanya tidur lagi. Tapi kalau aku tertidur lagi kemungkinan besar aku tidak akan memeluk uang yang aku impikan saat ini." Intan memaksakan diri untuk bangun, dengan langkah gontai dia berjalan menuju kamar mandi.


Melihat Intan yang sudah bangun pukul 05.00 pagi, membuat Nita merasa heran. Bagaimana bisa sahabatnya itu bangun di pagi hari sekali, biasanya Intan itu selalu bangun siang dan tak memperdulikan pekerjaan rumah.


Nita yang begitu sibuk membuatkan sarapan untuk dirinya dan juga Lulu, ia kini bertanya pada Intan yang berjalan sempoyongan menuju kamar mandi." tumben kamu bangun pagi sekali, biasanya juga siang hari jam 10.00." Intan mendelik kesel dengan sindiran sahabatnya itu, dia tak memperdulikan perkataan Nita, berusaha menahan emosi, berjalan kembali ke kamar mand.i


Nita berpura-pura batuk di depan intan, sengaja, untuk menyadarkan Intan agar meminta maaf terhadap Lulu, karena ia tahu ini kesempatan bangus di saat Lulu sudah bangun pagi sekali.


"Huhk, huhk." Nita berusaha mengeluarkan suara keras untuk berpura-pura batuk.

__ADS_1


Namun ternyata Intan terlihat begitu tak peduli sekali dengan Nita ,sampai di mana Nita memukul bahu Intan.


Terlihat sekali, jika Intan itu tak bisa ditepati janjinya. Ia terlalu banyak berbohong dan hanya berbicara omong kosong belakang.


"Aku pernah bilang sama kamu tadi malam, apa yang harus kamu lakukan saat ini Intan?" tanya Nita, membuat Intan mengerutkan kepalanya, iya lupa dengan perkataannya tadi malam.


Karena Intan yang kau suka basa-basi, dengan suara lantainya bertanya." Apa maksud kamu bertanya seperti itu? Memang semalam kamu mengatakan apa? Aku lupa."


Intan kembali berjalan melewati Nita yang sudah selesai memasak sarapan pagi sekali." jangan pura-pura lupa lah, kamu, Intan. Aku juga tahu, kalau kamu itu malu meminta maaf terhadap Lulu, Karena anak itu baru berumur tiga tahun,sebaiknya cepat katakan kepada Lulu janji kamu tadi semalam."


Intan bertanya tanya, dia pusing dengan perkataan Nita. Apa lagi semalam ia sudah mabuk berat karena rasa ngantuknya.


"Sudahlah katakan saja, aku benar-benar lupa tadi malam kamu bilang apa. " Intan adalah tipe orang yang pelupa, atau sengaja menjadi pelupa.


"Yaelah, masa tadi malam kamu sudah lupa


Entah karena semakin kesalnya Nita, sampai ia benar-benar lupa dengan perkataan Nita dan sumpahnya semalam. "Bukannya kamu tadi malam. Sudah bersumpah, padaku. Sekarang jadi orang yang pelupa dan tak mau mengakui kesalahannya.


Seketika perkataan itu terbayang pada kepala Intan.


Sebenarnya apa yang dikatakan Nita benar, Intan malas sekali meminta maaf kepada anak kecil berusia tiga tahun itu, ia lebih baik pergi mengabaikan perkataan sahabatnya Nita, tapi karena Intan yang masih butuh tinggal di rumah Nita. Dan bergantung padanya, dengan terpaksa. Saat Lulu datang Intan langsung meminta maaf kepada anak kecil itu.


"Lulu, maafin kak Intan ya."

__ADS_1


Lulu tersenyum menatap ke arah Nita, ia tak percaya jika Intan meminta maaf kepadanya. Padahal wajah Intan dari tadi begitu jutek kepada Lulu.


"Tuh, kak Intan minta maaf katanya, Lulu mau maafin Kak Intan tidak?" Timpal Nita, Lulu menganggukan kepala, Ya tentu saja akan memaafkan Intan.


"Kak Intan, Lulu sudah maafin Kak Intan kok." ucap Lulu, dengan perasaan lega. Intan pada akhirnya meminta maaf. " terima kasih ya, Lulu."


Intan mulai mencubit kedua pipi Lulu yang begitu chubby dan menggemaskan.


"Kamu memang anak baik, Lulu. Terima kasih ya sayang," ucap Intan. Mengusap pelan kepala anak berusia tiga tahun itu.


Intan kini mulai pergi dari hadapan Lulu, ya bersiap-siap mengganti bajunya. Untuk kembali lagi ke dapur, karena melihat Nita yang sudah menyiapkan sarapan pagi.


Nita terlihat menyiapkan semua sarapan di pagi hari. Dia menyuruh Lulu untuk mendekat dengan dirinya, " coba kak Nita tanya, setelah memaafkan orang yang jahat sama Lulu. Gimana perasaan lulus saat ini?"


Nita memegang dada Lulu dengan pelan, menasehati anak berumur 3 tahun itu.


"Nyaman apa gelisah?"


Lulu mulai menjawab pertanyaan Nita sesuai isi hatinya," lega."


"Makannya, coba Lulu nerima adik Lulu sendiri dalam kandungan Mamah Anna, Lulu harus bisa memaklumi Mama Ana dan juga memaafkan Mama Ana yang selalu cuek terhadap Lulu, pasti sekarang hati Lulu akan merasa lega sekali setelah melakukan hal itu." ucap Nita, ia berusaha membuang rasa egoisnya, memperlihatkan Sisi baiknya. Agar saat Galih datang menjemput anaknya, Lulu mau ikut dan tidak mengelak lagi.


"Mm, tapi itu kan beda Kak," ucap Lulu, terlihat bibirnya mengkerut menampilkan wajah menggemaskan anak berumur 3 tahun itu.

__ADS_1


"Sama saja sayang, kalau kita ikhlas dengan segala hal yang membuat hati kita sakit. dan menerima rasa sakit itu dengan lapang dada tidak membalas ataupun membuat orang itu terluka, kita adalah sosok orang yang hebat, yang bisa sabar menghadapi segala hal dan juga masalah yang berada di hadapan kita. Lulu mengertikan apa yang dikatakan Kak Nita, tadi malam kan Lulu ngebahas soal ini." Perkataan Nita, mampu menyejukkan hati anak berumur 3 tahun itu, perasaannya tenang lega dan juga tidak larut dalam rasa sakit.


"Lulu jadi ingin meminta maaf pada mama, Lulu selama ini salah sudah membuat Mama sakit hati. harusnya Lulu bisa mengerti keadaan Mama yang sekarang. " Lulu menangis terisak-isak ia memeluk Nita dengan begitu erat, kini rasa rindu menggebu pada hati Lulu, ingin bertemu dengan sang Ibunda.


__ADS_2