Dibalik Diamnya Mertuaku

Dibalik Diamnya Mertuaku
Bab 263


__ADS_3

"Jangan gila kamu, mereka tidak ada hubungannya dengan masalah ini." Bentak Afdal pada istrinya sendiri, wanita yang ia nikahi selama lima belas tahun itu seperti seorang musuh dihadapannya.


"Tidak ada hubungannya bagaimana. Jelas selama kamu berpura pura ke luar negri, kamu selalu meminta uang kepadaku dan ternyata uang itu kamu berikan pada wanita itu," hardik Marimar, tak kalah sengit dalam perdebatan keduanya.


Polisi berusaha menghentikan perdebatan kedua suami istri, agar mereka berdua bisa menjelaskannya secara langsung.


"Saya harap kalian duduk, jika kalian tidak ingin mendapatkan hukuman berat di dalam penjara." Tegas Pak Polisi, mereka kini diam dan kembali ketempat mereka masing masing.


Bagaimana pun, semua harus jelas. Polisi kini menelepon Cika, wanita yang menjadi istri kedua Afdal.


Sebenarnya Afdal tak ingin keluarga kecilnya tahu semua masalahnya, karena ia merasa baru saja mendapatkan kebahagian sesungguhnya.


Marimar yang duduk bersebalahan sang suami, merasa sakit hati, tak terima. Padahal kurang apa selama ini Marimar menjadi sosok wanita setia dan selalu mengikuti keinginannya. Ia seakan tak ada arti, dan merasa tak di hargai.


Belinang air mata, sudah membasahi wajah. Berharap pada manusia akan kecewa. Remuk rasanya, tak bisa terpungkiri lagi.


Sesekali Afdal melirik ke arah Marimar, terlihat ia sangat murka dengan istri pertamanya. Kalau saja Marimar tidak berbicara seperti tadi, kemungkinan besar istri keduanya tak akan tahu.


Namun sekarang," Ahk. Semua gara gara kamu." Decak Afdal.


Marimar mendengar kekesalan suaminya, hanya bisa diam dan tak berani membalas sedikit pun.


Ia sudah menjadi wanita bodoh yang terlalu menuruti keinginan lelaki bajing** dihadapanya.


Merelakan anak anaknya menjadi bahan penjualan anak karena di iming iming sebuah uang dan cinta begitupun ke setian dari sang suami.


"Heh, bodoh, kalau memang kamu ingin mempunya lagi seorang istri yang solelah. Kenapa kamu masih mengharap uang dariku, hah. Oh aku tahu pastinya karena kamu kere. Makanya kerja, kalau ingin bahagia, salah siapa? Toh kamu sekarang akan masuk ke dalam penjara."


Mendengar perkataan Marimar, membuat Afdal kesal, ia seakan membuat perdebatan sampai Afdal marah besar. Jika saja tangan Afdal tak di borgol. Kemungkinan besar, Afdal akan meninju wanita di sampingnya.


"Diam kamu, kalau saja kamu berani bicara lagi, aku kubunuh kau."


"Ancaman membodohkan. Aku tidak takut sama sekali, terserah kamu mau membunuhku atau membuat aku ketakutan, percuma. Sekarang kamu sudah ada di dalam penjara."


Drettt ....


Suara sambungan telepon berbunyi, Cika langsung mengangkat panggilan telepon.


"Halo."


Mendengar suara wanita pada sambungan telepon, membuat api cemburu untuk Marimar. Menggenggam kedua tangan dengan erat, menahan rasa kesal.

__ADS_1


"Halo, ini siapa ya?"


Suara lembut itu, selalu membuat Afdal bahagia dan tenang.


"Halo, saya dari pihak kepolisian, ingin memberitahu tentang suami anda."


Cika seperti gelisah, ia bertanya?" Suami saya kenapa?"


"Suami ibu, melakukan tindakan kejahatan!" jawab polisi.


"Kejahatan."


Suara Cika terdengar syok, setelah mendengar Afdal melakukan tindakan kejahatan.


"Suami ibu sudah menjual anak anak dibawah umur secara ilegal."


Napas Cika terasa berburu cepat, wanita berhijab itu masih tak percaya dengan apa yang ia dengar.


"Masa iya, pak. Ya sudah saya akan ke sana sekarang. "


Afdal harus menerima semua kenyataan, dimana Cika mengetahui semuanya, Afdal berharap jika istri keduanya menerima apa adanya. Hal buruk apapun yang di lakukan suaminya.


Samsul tetap tenang, ia sudah menjadi saksi dan membawa bukti yang kuat.


Sampai di mana Anna datang dan yang lainnya,


Marimar melihat Nita dan kedua suami istri bersamanya.


Anna mendekat ke arah Marimar, dan berkata. " kemana anakku?"


Pertanyaan Anna, tentu saja membuat Marimar kebingungan. " Maksud kamu?"


"Kenapa kamu malah berpura pura bodoh, aku kan bertanya pada kamu. Ayolah jawab dimana anakku, Lulu!" pekik Anna, meluapkan kekesalanya pada Marimar, wanita yang tak punya hati nurani sedikit pun.


Setelah mendengar nama Lulu, baru Marimar mengingat anak itu," Memangnya kalian itu siapa anak itu?" tanya Marimar, mengerutkan dahi.


"Kami ini, kedua orang tua Lulu!" jawab Anna, berharap jika Marimar berkata jujur.


"Kedua orang tua Lulu, loh bukanya anak itu tidak mempunyai kedua orang tua ya? Sudah yatim piatu?" tanya Marimar, karena dalam surat perjual belian anak. Tertulis jika Lulu tidak mempunyai kedua orang tua sama sekali, dia dianggap sudah menjadi anak yatim piatu.


"Siapa yang bilang. Kami ini kedua orang tua Lulu!" jawab Anna, sedikit bernada tinggi.

__ADS_1


Memang saat Anna mengatakan bahwa dia orang tua Lulu, ada kesamaan dari raut wajah Anna dan Lulu. Marimar menatap dalam-dalam wajah kedua orang tua Lulu, hanya saja ada perbedaan dari raut wajah ayahnya.


"Mana buktinya?" tanya Marimar meminta bukti, bahwa Lulu adalah anak mereka berdua.


Saat itulah Anna mulai memperlihatkan bukti, bahwa dia adalah ibu dari anak yang dijual oleh Marimar, kepada orang bule yang baru ia kenal dua hari.


Polisi menunggu jawaban dari Marimar, karena memang mereka juga tengah mencari keberadaan Lulu. " Anak ini sudah aku jual pada orang bule"


Tangan Anna hampir melayang pada wajah Marimar, namun berhasil ditahan oleh suaminya.


"Kamu harus tahan emosimu, jangan sampai melukai orang lain. Yang nantinya akan merugikan kamu, Anna."


Dada Anna naik turun, terlihat menahan kesal.


"Kenapa kamu tega menjual anakku Lulu."


"Loh, kenapa kamu malah bertanya seperti itu, jelas-jelas Intan datang kepadaku, yang membawa seorang anak kecil bernama Lulu. Dan anak itu aku beli dengan harga yang lumayan cukup mahal."


"Kurang ajar."


Polisi mulai mengamankan perdebatan antara Anna dan juga Marimar, karena masih banyak yang harus di tanyakan kembali oleh polisi pada tersangka.


Galih merangkul bahu istrinya, untuk duduk dan menenangkan diri." kamu harus tenang dulu ya, semua itu butuh proses."


"Bagaimana aku bisa tenang, kalau ternyata Lulu sudah dijual pada orang."


"Aku tahu itu, tapi kamu harus tetap kuat dan sabar."


Hanya seorang suami yang selalu mengerti akan keadaan istrinya, dimana Galih selalu ada di samping Anna, menyemangati dalam rasa sedih yang menyelimuti hati istrinya.


Marimar kini mengungkapkan semua kejahatannya, dimana ia memberi tahu siapa orang yang sudah mengadopsi Lulu.


Nita berharap jika Lulu ditemukan saat itu juga, karena ia sangat berharap sekali.


"Bagaimana, apa kamu merasa tenang sekarang."


Pelukan itu kini terlepas, Anna menganggukkan kepala merasa tenang akan dirinya.


"Ya."


Sementara waktu kedua sepasang istri akan di masukkan kedalam penjara, karena kasus kriminal yang dilakukan mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2