Dibalik Diamnya Mertuaku

Dibalik Diamnya Mertuaku
Bab 109 Masa lalu teringat


__ADS_3

Ya ampun bu, maafkan Galih. "


"Kamu ini ngelamun terus. " Terlihat dari sisi baik Bu Ayu, ia tersenyum pada Galih memperlihatkan keramahanya.


Saat Bu Ayu mulai beranjak pergi, Galih mulai memanggilnya kembali, ada sesuatu yang harus diberikan olehnya. Bu Ayu yang mendengar panggilan Galih, mendekat dan bertanya, " ada apa? "


Galih memberikan kertas undangan pernikahannya bersama Anna pada Bu Ayu, membuat wanita tua itu dengan cepat mengambil kertas undangan yang diberikan Galih. " jangan lupa datang ke pernikahan saya dan Anna ya, bu. "


Bu Ayu tak menyangka jika jodoh Anna sedekat itu.


Tentu saja wanita tua itu langsung memberikan senyuman dan mengatakan," ibu pasti datang bersama suami ibu, kamu tenang saja ya. Galih. "


Galih senang dengan tutur kata Bu Ayu yang sekarang, wanita tua itu begitu ramah dan juga baik. Galih berharap jika Bu Ayu berubah sepenuhnya, tanpa membuat sesuatu drama.


Wanita yang menjadi ibunda Ajeng kini sudah tak terlihat lagi, dengan bergegas Galih menyalahkan mesin mobilnya, untuk segera pulang ke rumah.


Setiap kali mengantarkan Anna tubuh Galih terasa lemas. Iya mungkin kelelahan antara mengatur waktu kerja dan juga mengantar Anna.


Hidup Galih hanya Sebatang Kara, tidak ada sosok kedua orang tua ataupun saudara di rumahnya. Iya hanya ditemani beberapa pelayan dan juga satpam penjaga. Hatinya merasakan rasa hampa tanpa sosok keluarga, tapi tidak dengan sekarang. Galih merasa senang karena sebentar lagi ia akan menikah dengan sosok seorang wanita yang sangat ia cintai.


Saat tubuhnya merasakan rasa lelah di atas kasur, Galih mulai menatap ke arah langit-langit, membayangkan wajah Anna yang memakai gaun seperti tadi siang, Entah dari segi apa Galih tergoda oleh Anna, wanita sederhana. Yang membuat dirinya tergila-gila.


Galih perlahan mulai bangkit pada tempat tidurnya, duduk dan membuka laci, perlahan ia menatap foto. Wanita 20 tahun lalu yang pernah berada di hatinya, ia begitu cantik dan sederhana. Sama percis seperti Anna, hanya saja yang membedakannya, sosok wanita itu memakai hijab.


"Ainun."


Gadis manis bermata coklat, kulit putih dengan bibir tipis yang benar benar sempurna bagi Galih.


Ingatan itu kembali lagi, saat Galih mendambakan sosok Ainun. Hanya saja cintanya bertepuk sebelah tangan. Dimana Daniel lah yang bisa menaklukan sosok wanita bernama Ainun itu.


Menyesal, itulah yang kini di rasakan Galih. Ainun marah karena kecerobohannya sendiri. Bukanya menyelamatkan. Galih malah terbujuk rayu Daniel, untuk memasukkan obat perangsang agar Galih dan Daniel bisa mencicipi tubuh wanita bernama Ainun itu.


Ainun terkenal wanita pendiam dan membuat lelaki mana pun penasaran, apalagi tingkahnya yang benar benar alim. Membuat lelaki manapun pasti ingin lebih jauh mengenalnya. Begitupun dengan Galih.

__ADS_1


Hanya saja Daniel sahabat Galih, tak mau berlama lama mendekati Ainun. Ia tak sabar dengan kegilaannya sebagai seorang lelaki normal.


Daniel terkesan anak baik, tapi pada kenyataanya dia lelaki b*jad yang tega merusak seorang wanita suci yang tak berdaya dan lemah.


Air mata keluar dari pelupuk, sesekali Galih menyekah air mata itu, agar tidak mengenai pipi tirusnya. Saat mengigat kejadian 20 tahun yang lalu.


Melihat setiap wajah cantik Ainun, bayangan akan perkenalan walau hanya senyuman membuat Galih merasa semakin bersalah.


Aksi itu membuat Ainun hamil, karena obat perangsang dan juga obat obatan yang dikonsumsi Galih dan Daniel, membuat mereka berulang kali melakukan hal yang tak pantas, keji benar benar tak berprikemanusiaan.


Tok .... Tok.


Ketukan pintu membuat Galih, terburu buru menyimpan poto dan juga mengusap air mata yang mengalir deras.


Ia membuka pintu kamarnya, sosok seorang pelayan membawakan sebuah makanan untuk Galih.


"Tuan saya bawakan makan malam yang tuan pesan barusan."


Galih mengambil makanan yang dibawakan pelayannya, ia menaruh ke atas meja. Rasa lapar tiba tiba hilang seketika, saat Galih melihat poto Ainun.


Tring ...


Pesan datang ...


Bibir Galih terangkat, mengukir sebuah senyuman. Ia merasa seperti anak abg yang baru saja mengenal arti kata cinta.


Hatinya tak karuan.


(Pak, sudah tidur.) Walau sebenarnya ada rasa sedikit kecewa dari hati kecil Galih, saat panggilan dari Anna kurang romantis.


Galih mengirim sebuah emojik bertanda love, membuat Anna dengan cepat membalas.( Mm. Lagi apa?)


Pertanyaan yang membuat Keringat dingin bercucuran, baru pertama kali Galih merasakan bunga bunga pada hatinya. Di tanya oleh sosok seorang wanita yang ia suka.

__ADS_1


Maklum saja setelah insiden pemerkosaan, Galih tak pernah berhubungan lagi dengan wanita, ia hanya fokus mengurus Ainun yang ternyata depresi dan mempunyai ganguan jiwa. Karena kesalahannya sendiri, Daniel memberikan tanggung jawab Ainun sepenuhnya pada Galih, padahal Daniel juga ikut dalam aksi bi*dab itu.


Galih mengurus Ainun dengan sepenuh jiwa, tanpa rasa kesal sedikitpun. Galih tak pernah mengeluh, sampai ia berniat menikahi Ainun yang tengah hamil.


Awalnya pernikahan Galih dan Ainun tak di setujui pihak kantor keagamaan, karena Ainun yang memliki ganguan jiwa.


Dengan nekadnya Galih, menekan hingga dimana mereka menikah dengan secara sah.


Setiap Ainun di dekati oleh Galih. Ainun sering mengamuk dan juga meronta ronta, terkadang pisau hampir ia layangkan pada tubuh Galih.


Hanya saja Galih selalu sabar demi rasa tanggung jawabnya sebagai seorang lelaki.


Tring, pesan kembali datang, lamunan Galih seketika membuyar.


(Bapak, sudah tidur?)


Anna mengirim pesan lagi pada Galih, membuat lelaki berbadan kekar itu membalas pesan dari calon istrinya.( Belum, An. Tadi habis liatin nasi.) Galih mengirim emojik kedua mata berkaca kaca.


(Loh, kenapa diliatin. Di makan dong, pak. Nanti nasinya nangis.)


Galih tertawa tebahak-bahak setelah membaca balasan dari Anna."Anna, kamu ini lucu. Mana ada nasi nangis, memangnya manusia."


Galih benar benar menikmati berkirim pesan dengan calon istrinya itu, Galih yang terlihat kaku dan jutek kini menampilkan wajah cerianya. Wajah yang dulu dimana 20 tahun lalu, Galih adalah lelaki ramah dan sering tersenyum. Dia lelaki tampan dari kalangan orang kaya, hidupnya berkecukupan.


Hanya saja, ia kesepian tanpa kedua orang tua. Dari kecil, Galih sudah di tinggal pergi oleh kedua orang tuanya, karena kecelakaan pesawat yang hilang kendali. Menyebabkan pesawat tenggelam kedasar laut, mayat kedua orang tua Galih belum di temukan sampai sekarang.


(Pak, bapak lagi sakit ya. Pesan Anna kok lama balasnya?)


Galih tak menyangka jika calon istrinya begitu menghuatirkan akan keadaannya yang sekarang.


(Ya lagi sakit ni. Nggak nafsu makan, pengen di temani kamu.)


Galih tertawa saat mengetik pesan balasan pada Anna, sejak kapan lagi dia berubah menjadi lelaki tukang gombal. Rasanya terasa kaku, walau sebenarnya itu merasa menyenangkan bagi Galih.

__ADS_1


__ADS_2