
"Kakak ini gimana sih tadi baik sekarang kok berubah kayak begini, baru saja Kakak meminta maaf kepada Lulu, sekarang kakak malah membuat tangan Lulu sakit," teriak Lulu kesal atas perlakuan Intan. Tak menyenangkan, wanita ber bola mata bulat itu. Berusaha tetap tenang, agar Lulu tidak mencurigai dan ikut pergi bersama dirinya.
Lulu menghentakan kaki, memajukan kedua bibir mungilnya." Lulu, kok kamu malah pergi sih."
Intan berusaha mengejar anak berumur tiga tahun itu, ia dengan berlari cepat menangkap tangan Lulu kembali.
"Lulu, sayang. Dengarkan dulu kakak, Kak Intan itu tidak ada maksud untuk menyakiti Lulu sama sekali, niat kak Intan itu baik. Lulu mau tidak pergi dengan Kak Intan untuk membeli es krim dan juga berbelanja," Intan berusaha merayu Lulu dengan begitu lembut.
Ia tak mungkin memaksa Lulu seperti kemarin, yang ada akan mengulur-ngulur waktu dan gagal seperti kemarin, Intan tak mau kejadian gagal itu terulang lagi di hari ini.
Intan ingin hari ini berhasil, tidak maungagal dan membuat mentalnya lelah. Berusaha keras wanita ber bola mata bulat itu membujuk Lulu, agar mau bersiap-siap mengganti pakaiannya.
"Lulu, nak. Sayang, hayuuu kita jalan jalan. Memangnya kamu di bete di rumah terus," ucap Intan bersikap manis.
Anak berusia tiga tahun itu tetap pada pendirianya, ia tidak mau mengingkari perintah Nita.
Lulu membalikkan badan ke arah Intan, di mana Intan tersenyum lebar." Kak Intan, Lulu kan tadi sudah bilang, kata Kak Nita Lulu tidak boleh keluar rumah atau pun pergi jalan jalan, sebelum Kak Nita pulang sore."
"Alah, Lulu sayang. kan kita masih banyak waktu untuk keluar rumah ini, maksudnya masih banyak waktu kita jalan-jalan di luar rumah menuju ke supermarket. Ya lumayanlah jauh dari sini, tapi kan Lulu pasti senang dan puas bisa beli Eskrim. Gimana?" tanya Intan. Mendengarkan rayuan yang mengasihkan dari intan, buat Lulu terbuai. Apalagi setelah mendengar nama es krim, makanan favorit yang selalu iya nantikan. Ketika dulu ibunya masih menikah dengan Raka.
Tapi semenjak menikah dengan Galih, jarang mendapatkan hadiah makanan ataupun mainan sehabis pulang Galih bekerja, Galih banyak meluangkan waktu dengan ibunya daripada kedua anak-anaknya yang masih kecil.
Atau mungkin karena mereka masih menjalani pernikahan yang begitu muda, membuat Galih selalu banyak memperhatikan waktu dengan sang istri.
__ADS_1
"Ayo, mau nggak. Kalau nggak mau ya sudah Kakak mau pergi sendirian saja. Kebetulan Kakak bosen di rumah terus menerus, tolong jaga rumah baik-baik ya. Kak Intan mau pergi dulu membeli es krim dan cemilan lainnya," ucap Intan, pada Lulu. Ia berjalan pergi menuju kamarnya.
Berharap jika Lulu memanggil namanya saat itu juga," ayo Lulu." gumam hati Intan.
Lulu yang sudah menelan ludah beberapa kali, membuat ia tak bisa menahan nama es krim dalam pikirannya.
"Ya ampun, Lulu. Ayolah."
karena pikirannya yang mudah tergoyah, anak kecil berumur tiga tahun itu kini memanggil Intan."
Kak Intan."
Intan sengaja memperlambat jalannya, agar momen di mana Lulu memanggilnya. Ia langsung membalikkan badan dan tersenyum di hadapan anak itu.
"Lulu boleh ikut?" tanya Lulu memperlihatkan wajah polosnya, ia memainkan jari tangannya, menundukkan wajah seperti malu karena tadi sempat menolak ajakan Intan.
Intan begitu senang, Ia kembali berjalan menghampiri Lulu." Ya sudah kalau mau ikut. Ayo, Kakak siap-siap dulu kamu juga sama siap-siap dulu ya, jangan lupa pakai baju yang sangat bagus. Biar nanti kalau beli es krim itu orang lain lihat kita itu cantik, nggak dekil dan juga kumel. "
Lulu menganggukkan kepala, tanda Iya setuju. Dengan terburu-buru anak itu mulai pergi menuju kamarnya. Sepertinya, ia bersiap-siap untuk segera mandi.
Intan bersorak hore dalam hatinya, ia senang bisa merayu anak berumur 3 tahun itu saatnya ia menjadi seorang wanita kaya raya yang di mana nantinya ia akan meminta uang lebih lagi terhadap Marimar," lihat saja nanti aku akan menaikkan lagi uang harga jual lu lu pada Marimar. "
Intan merias wajahnya, menatap cermin. Betapa bahagianya dirinya saat ini, sudah menantikan uang puluhan juta ada di tangannya.
__ADS_1
Setelah merias wajah dan juga memakai baju yang lumayan bagus, Intan keluar dengan wajah gembiranya, ia melihat pintu kamar Lulu masih tertutup.
Karenan perasaan yang sudah tak sabar, membuat Intan bergegas mengetuk pintu kamar anak itu.
"Lulu, apa Kamu sudah siap sayang, ayo nanti keburu siang. Takutnya nanti pulangnya sore, nanti Kak Nita marah lho sama kamu." Teriak Intan di balik kamar Lulu, di dalam kamar Lulu ternyata kebingungan untuk memilih baju yang mana yang cocok dengan dirinya saat dibawa pergi oleh Intan.
Ia menggaruk belakang kepalanya yang tak terasa gatal, membuat dirinya membuka pintu.
Intan melihat Lulu masih belum juga memakai baju bagus, membuat hatinya merasa kesal. Tapi demi aksinya ia berusaha tahan," Lulu kok kamu belum juga memakai baju, kenapa?"
Lulu menundukkan pandangan, ia menjawab dengan nada kebingungan," Lulu bingung sekali Kak Intan, karena baju ini semuanya bagus-bagus. Lulu bingung harus memilih baju yang mana."
Intan menepuk kepalanya sendiri, tersenyum kecil. kedua mata menatap perlahan baju-baju itu dengan seksama, memang baju yang terpasang di lemari Nita itu begitu bagus-bagus. Entah dari mana ia bisa membeli baju sebanyak ini, hanya untuk anak berumur tiga tahun seperti Lulu. Padahal jelas Lulu baru datang ke rumahnya, tapi isi lemari Nita begitu banyak baju untuk anak sembaya Lulu.
Akhirnya Intan mengambil satu baju menurutnya sangatlah bagus, dia menyuruh Lulu untuk segera memakai baju yang dipilihnya. " coba Lulu kamu pakai baju ini, sepertinya bagus di badan kamu."
Lulu mulai mengambil baju yang dipilih oleh Intan, ia segera memakai baju itu." kak Intan gimana penampilan Lulu?"
" Mm, bagus. "
Lulu memakai baju seperti apa saja terlihat pantas, kulitnya yang putih seperti ibunya. Membuat orang melihatnya pasti gemas dan juga ingin memilikinya.
"Ya sudah Lulu pakai baju ini saja, ayo kita pergi ka Intan, Lulu sudah tidak sabar ingin segera membeli es krim dan juga cemilan di supermarket yang berada di sini." ucap Lulu dengan senyuman bahagianya, data sabar ingin sekali mencicipi es krim yang sudah lama tidak ia makan.
__ADS_1
Intan bergumam dalam hati." Dasar bodoh Lulu, mana ada supermarket di kampung seperti ini. Kalau adapun pasti jauh jaraknya untuk ditempuh, sedangkan aku hanya memakai ojek ataupun angkot di sini."