
"Gabrina kenapa kamu lari ke sana?"
Perkataan Alena diabaikan Lulu, dimana anak itu memeluk erat sang ibunda dan berkata." Aku rindu mama, maafkan Lulu ya, ma."
Mendengar kata mama, sontak membuat Alena terkejut, bagaimana bisa Lulu mengatakan kata mama pada orang asing, jelas jelas orang tuanya adalah Alena.
"Tunggu, maksud kamu apa Gabrina." Menarik tangan anak mungil itu, membuat Alena tanpak heran.
Kania menghampiri Alena, meluruskan kesalahpahaman yang terjadi." Maafkan aku Alena, sebenarnya anak yang selalu kamu panggil dengan Gabrina ini adalah anak kandung Anna."
Kania menunjuk ke arah Anna, memperlihatkan Lulu dan juga Anna yang sedang berpelukan.
"Tidak mungkin, Kania. Aku mengadopsi dia dari Marimar, bahwa Lulu itu anak yatim piatu.'
" Alena, mungkin ini berat untuk kamu duga, tapi semua ini memang dasar dari kenyataanya."
Alena menarik tangan Lulu untuk masuk ke dalam rumah. " Ini tidak bisa dibiarkan, aku sudah membeli dia dengan harga mahal, jadi mana mungkin aku memberikan anak ini pada orang tuanya."
"Berapa yang kamu inginkan dari kamu?" tanya Galih, sontak Alena tetap menarik tangan Lulu.
Namun Lulu berusaha memeluk erat sang mama tak mau pergi jauh lagi dari hadapan Anna, "Lepaskan aku, aku ingin dengan mamaku."
"Gabrina."
"Stop jangan panggil namaku Gabrina, nama asliku Lulu,"
Kania terpaksa, melepaskan cekraman tangan Alena, " Kania kenapa?"
"Yang lebih hak atas anak ini ibu dan ayahnya!"
"Apa maksud kamu, aku sudah membayar dia mahal mahal. Kenapa kamu malah melarangku, hah mengambil dia menjadi hakku."
"Bukannya sudah jelas dengan perkataan Galih, dia akan menganti rugi uangmu."
Alena tak bisa melepaskan Lulu begitu saja, karena dirinya belum mempunyai seorang anak.
"Maafkan aku Alena, ini demi kebaikan Lulu."
"Tidak akan."
Alena benar benar nekad dengan semuanya, ia menarik tangan Lulu, agar anak itu bisa menjadi miliknya lagi.
Namun dalam aksi itu, rumah Alena tiba tiba saja dikepung.
"Stop."
Mobil polisi yang mengelilingi rumahnya, sontak membuat Alena terkejut." Polisi, kenapa ada polisi?"
Marcel ternyata sudah mengirimkan bukti lewat ponsel pada polisi, hingga penyelidikan itu dengan cepatnya ditangani.
Bukan itu saja ternyata, Polisi sudah mengamankan suami Alena, mereka membrogol dan mempelihatkan pada Alena.
"Papi, kamu ketangkap."
__ADS_1
Lelaki yang menjadi suami Alena menganggukkan kepala, dimana Alena tak menduga. Jika nasib tidak berpihak kepadanya.
Polisi mendekat dan menangkap Alena.
"Kenapa saya ikut ditangkap."
"Maaf sebelumnya, anda ikut dalam kasus pejual beli anak, terpaksa kami tahan dan menjalani sidang."
"Aku tidak mau." Alena berusaha memberontak dimana ia menatap ke arah Lulu dan meminta tolong. " Lulu, sini nak."
Lulu mendekati sang ibunda, tak mau akan tertipu dengan bujuk rayu Alena.
Anna melihat pada tangan anaknya ada bekas pukulan, yang membut hatinya sakit.
Alena dan suaminya yang terlihat baik, ternyata tega menganiaya Lulu. Polisi sudah mengamankan pejahat, dimana keduanya berucap dalam hati," semua gara gara Marimar."
Cita cita Alena untuk membuat pancingan anak kecil kini sirna sudah, padahal modal pembelian Anna belum terganti.
********
Anna mulai membawa Lulu pulang dengan berkata." Ayo sayang kita pulang."
Lulu menganggukkan kepala, tanda dirinya begitu senang dan bahagia, kini ia bisa hidup bersama lagi dengan keluarganya yang utuh.
Di dalam mobil, Lulu mengusap pelan perut sang ibunda dan berkata." Lulu tidak akan jadi kakak suka iri lagi, Lulu berjanji akan menjadi kakak yang melindungi dede dalam kandungan."
Deg .....
Lulu tidak tahu saja jika bayi dalam kandungan Anna sudah tiada.
"Loh, kok suara detak jantungnya nggak ada."
Seketika Anna menangis, mengusap pelan rambut Lulu dan berkata." Maafin mama ya sayang, mama tidak bisa menjaga adik kamu dengan baik. Adik kamu sudah pergi untuk selamanya."
Kedua mata berkaca kaca, Anna menangis begitupun dengan Lulu, tangan mungil itu kini mengusap pelan air mata yang berjatuhan. " Maafin Lulu ya, ma. Pasti semua karena Lulu, bayi dalam kandungan mama meninggal dunia. Andai saja .... "
Belum perkataan Lulu terlontar semuanya, Anna perlahan mengusap air mata yang berjatuhan pada kedua pipi anaknya.
"Sudah. Jangan menyalahkan diri Lulu ya, semua sudah menjadi takdir," ucap Anna, merangkul bahu anaknya mencium kening Lulu memperlihatkan kasih sayangnya.
"Lulu, berjanji tidak akan menjadi anak yang nakal lagi, maafin Lulu ya mah," balas Lulu memperlihatkan wajah polosnya.
Marcel dan kania kini menyuruh Galih untuk tinggal semalam di rumahnya, karena jika balik lagi ke Indonesia pastinya keadaan mereka akan drop.
Galih setuju akan semua itu, saat itulah mereka pulang ke rumah Marcel. Untuk menginap sehari saja.
******
Lulu sudah di temukan dan begitu pun dengan Nita, ia sudah melangsungkan pernikahan dengan Saiful. Pernikahan mereka berjalan dengan lancar, melihat keduanya begitu bahagia.
Nita mulai memberikan kabar akan pernikahan Nita kepada Anna, dimana Anna juga memperlihatkan kabar bahwa Lulu. Sekarang sudah ditemukan.
Rasa bahagia menyelimuti keluarga mereka, begitu bahagianya tanpa seorang pengganggu lagi.
__ADS_1
Menuju pulang, Anna masuk ke dalam rumah, disambut oleh Farhan, dimana Radit hanya cemberut.
"Kak Radit."
Suara Lulu terdengar nyaring, dimana Radit menatap ke arah depan di mana sang ibunda tengah menggandeng Lulu.
"Lulu, kamu pulang akhirnya." pelukan kedua adik kakak itu begitu terlihat bahagia, keduanya saling menangis. Sudah lama tidak bertemu.
"Kenapa kamu pergi sendirian, Kenapa kamu tidak bilang sama kakak," ucap Radit, pada Lulu.
Lulu selalu memperlihatkan wajah polosnya, ya tersenyum kecil membuat Radit menangis dan kini memeluk kembali adiknya.
Radit perlahan melepaskan pelukan, ia menatap ke arah sang ibunda, dimana tiba tiba saja Anna jatuh pingsan.
Semua nampak syok, apalagi Galih.
"Mama kenapa?"
Galih mulai membopong tubuh istrinya untuk segera dibaringkan di ranjang tempat tidur, menyadarkan Anna yang tiba-tiba saja pingsan mungkin karena.
Beberapa menit kemudian, Anna terbangun dari pingsannya, ia melihat ke arah Radit yang menangis terus menerus, membuat anak langsung memeluk erat tubuh anak itu.
"Kamu kenapa menangis?"
"Radit nggak mau kehilangan mama!"
Pada akhirnya. Hati Lulu dan juga Radit berubah setelah melihat Anna tiba tiba pingsan, Di mana mereka berdua menyesali apa yang sudah mereka lakukan.
Meminta maaf berulang kali hingga pelukan terus dilayangkan Anna, " mama sudah maafin kalian kok."
*****"
Lulu sudah di temukan, kini Ainun sadarkan diri, dari komanya yang begitu lama. Farhan yang mendengar kabar itu langsung berlari ke rumah sakit, untuk segera menghampiri ibu kandungnya.
Betapa bahagianya Farhan memiliki keluarga utuh, namun keutuhan itu kini pergi karena Ainun yang sudah sadarkan diri bergegas akan pergi ke luar negeri bersama teman baiknya.
Sedangkan dengan Ajeng, di mana wanita yang tak mempunyai kedua kaki itu bisa hidup bahagia dengan Raka, yang sudah menerima apa adanya sang istri.
Raka kini sadar jika sosok seorang wanita yang setia dan menerima apa adanya memanglah Ajeng, ia terlalu menjadi laki-laki yang munafik sampai berulang kali berniat jahat kepada istrinya itu.
Namun pada kenyataannya Ajeng tidak pernah meninggalkan dirinya.
Selesai.
Jangan lupa like komen dan ikuti cerita Autor ya, jangan lupa mampir di cerita autor yang baru.
"Terpaksa Menikah Pria Beristri."
Ini masih baruuuu sekali, tentunya seru. Yuk.
Jangan lupa mampir juga di cerita Autor yang sudah tamat.
1 Istriku Kumel.
__ADS_1
2 Wanita yang Tercampakan.
3 Gadis desa untuk CEO.