
"Boleh saya masuk," ucap Andi mencoba mendekati Intan, untuk bisa masuk ke dalam rumah.
"Oh, ya. Silahkan, silahkan," balas Intan, lupa dengan tujuan dan rencananya. Mengizinkan Andi masuk ke dalam rumah.
Intan tak tahu semua ini rencana yang sengaja dibuat oleh Ainun, dengan begitu rapinya. Sampai tak disadari.
Intan mempersilahkan Andi duduk, ia dengan berjalan layaknya memberi sebuah kode pada sang tamu.
"Oh, ya. Lupa." Membalikkan badan, tersenyum ke arah Andi dengan tatapan manja lita Intan. Sang gadis berprofesi sebagai pelayan.
"Apa saja, pastinya minuman yang kamu buat rasanya bakal enak sekali. "
Betapa terkejutnya, Intan mendengar gombalan dari Andi.
Hatinya seakan berbunga bunga, ia baru saja merasakan gombalan dari sosok lelaki. Karena hidupnya yang selalu mementingkan keluarga dan pekerjaan, hingga lupa namanya cinta. Dan yang selalu ia kagumi hanya Galih.
"Kamu kenapa melamun begitu?" tanya Andi melihat Intan berdiam diri seperti patung.
Andi mendekat, menatap kearah Intan. Memegang pipi gadis dihadapannya dan berkata." Nama kamu begitu cantik Intan, begitupun dengan wajah kamu."
Pujian seketika membuat Intan memperlihatkan kedua pipinya yang memerah, Andi dengan lantangnya memegang dagu gadis yang menjadi pelayan di rumah Ainun.
Ceklek.
sampai di mana, Farhan dan juga Galih datang melihat apa yang tengah dilakukan Intan di dalam rumah. Ainun yang masih berada di dalam kamar dengan terburu-buru membuka pintu kamarnya, memegang kepala berpura-pura merasakan rasa sakit kepala.
"INTAN, APA YANG KAMU LAKUKAN."
Nada bicara Galih seketika meninggi, melihat adegan mesra yang dipertontonkan Intan dengan Andi di depan matanya.
__ADS_1
sedangkan Ainun terjatuh ke atas lantai, tentulah membuat Galih kaget dan langsung membantu mantan istrinya itu. Intan mendorong tubuh Andi, menghampiri sang Nyonya dengan begitu panik.
Galih yang melihat kepanikan Intan, kini membentaknya dengan berkata." Jangan berani kamu pegang Ainun, kalau ternyata selama ini kamu mengabaikan tanggung jawabmu di rumah ini."
kedua mata Intan berkaca-kaca, Iya Berusaha menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi." tuan, ini tidak seperti apa yang Tuan Galih, dia ini hanya seorang .... "
Andi dengan lancangnya memotong pembicaraan Intan, dengan sengaja ia mengatakan," seorang pacar."
Mendengar perkataan lelaki bernama Andi itu, sebenarnya tidak membuat Galih marah. hanya saja, ia kesal dengan tanggung jawab Intan, dia tidak bertanggung jawab akan pekerjaan yang sudah diamanahkan oleh Galih.
Urat leher Galih terlihat menonjol," Saya sudah pernah bilang, kamu harus menjaga Ainun dengan baik, bukan malah seperti yang aku lihat saat ini."
Intan tak mengerti kenapa seorang lelaki yang baru saja datang dan ia lihat, langsung mengatakan kebohongan terhadap Galih.
"Apa tujuan lelaki bernama Andi itu?" gumam hati Intan ketika melihat sosok Andi tersenyum licik kepada dirinya.
"Sayang, kenapa kamu malah menatapku seperti itu, "ucap Andi berusaha membuat suatu drama agar Galih semakin yakin denganya.
"Sayang? Jangan asal bicara kamu, saya tidak tahu siapa kamu?" balas Intan dengan wajah kesal, karena ia kini tengah dijebak.
Galih mulai membopong tubuh Ainun, untuk di tidurkan di atas ranjang tempat tidurnya.
Berusaha membangunkan Ainun dengan miyak hagat, pada akhinya mantan istrinya bangun dari pingsan.
"Akhinya kamu bangun juga, Ainun."
Intan sekarang tengah merasakan ketegaan, akibat tuduhan dari seorang lelaki yang ia tak kenal. ada harapan bagi Intan untuk bertanya kepada Ainun tentang lelaki yang mencari dirinya Ainun yang baru saja duduk mulai diberi pertanyaan oleh Intan.
Gadis yang menjadi pembantu di rumah Ainun kini mendekat ke arah sang majikan, dengan berkata "Nyonya tolong jelaskan kepada, tuan. Kalau anak saya ini memang tidak mempunyai pacar, lelaki ini datang ke rumah untuk mencari keberadaannya Ainun. Berusaha menjelaskan apa yang sudah terjadi pada dirinya sendiri, berharap kesalahpahaman tidak menjadikan dirinya keluar dari rumah Ainun. dan juga hilang kepercayaan dari Galih.
__ADS_1
Ainun terlihat begitu bingung saat pembantunya terus bertanya, ia sengaja menampilkan wajah gelisah dan tak tahu apa apa.
"Nyonya ayo cepat katakan, Nyonya pasti tahu dengan lelaki ini kan. Biar tuan itu tidak salah paham. "terlihat sekali Intan memohon-mohon kepada Ainun agar berbicara jujur dan menjelaskan semuanya.
Ainun yang sudah merasa kesal dengan kejahatan yang diperbuat Intan dan merasa kecewa dengan kepercayaan yang ia tanamkan terhadap pelayannya itu.
Menjadi sebuah penghianatan yang sangat besar,
Galih mencoba mendekat ke arah Ainun memegang bahu mantan istrinya, dan bertanya." Ainun ayo cepat jawab, apa benar kamu mengenal lelaki ini?"
Galih menunjuk sosok lelaki yang berdiri di samping Intan, membuat Ainun berusaha menjawab dengan kebohongannya, karena ini memang rencana Ainun dari semalam.
Dengan pintarnya ia membuat suatu rencana kecil yang mampu membuat Intan kini terpojokan.
Intan menatap ke arah Ainun dengan tatapan berharap agar Ainun membantunya dari setiap masalah yang tengah Intan hadapi.
"Sebenarnya, Ainun tak tahu siapa laki laki yang berada di samping Intan. Ainun dari tadi lemas, tertidur setelah meminum susu yang dibuatkan Intan."
Intan tak menyangka jika sang majikan akan berkata seperti itu. " Nyonya, kenapa nyonya berkata seperti itu. Jelas jelas lelaki ini kenal dengan nyonya dan mencari nyonya saat ini."
"Intan, aku tidak tahu lelaki ini siapa. Bukanya tadi pagi kamu menyuruhku untuk beristirahat, setelah meminum susu yang kamu buat. Setelah itu aku tidak tahu apa apa, kalau memang tamu itu mencariku, kenapa kamu tidak langsung membangunkanku, saat tamu itu datang." Bukti semakin jelas mengarah siapa pelaku yang kini tersalahkan.
"Sudah cukup." Galih menghentikan perdebatan antara pelayan dan juga Ainun, bukan hal seperti ini yang ia inginkan saat di mana dirinya menemui Ainun mengajak Farhan..
Galih berusaha menenangkan perdebatan yang tak kunjung Usai, tinggal di mana ia bertanya kembali pada lelaki yang berada di samping Intan." saya tanya lagi kepada kamu? tujuan kamu datang ke sini dan siapa yang menyuruh kamu datang ke sini?"
Andi memperjelas semua perkataannya di depan Galih, agar Galih begitu meyakini apa yang ia katakan. " saya datang ke sini atas perintah Intan, dan juga saya sudah mengirim beberapa bunga yang harus ditebus Intan, karena Kebetulan sekali Intan berkata bahwa majikannya yang berada di rumah sudah meninggal. Dan siapa saya ini sebenarnya, sudah saya tegaskan dari tadi saya adalah pacar Intan."
Dengan sopannya Andi menjawab.
__ADS_1