
Halo teman, udah masuk ke #Pov Raka. Silahkan membaca ~~~
Aku terus mengirim pesan pada Anna, tapi kenyataanya ia tidak membalas pesanku sama sekali. Mencoba menelepon dia tapi tidak di angkat juga, aku benar benar dibuat frustasi malam ini. Hanya ingin menanyakan Radit, apakah dia ada di sana. Rasa pusing terus menghantui hari hariku, saat ini.
Padahal aku sudah mengirim poto mesraku bersama Ajeng agar dia cemburu, tapi kenyataannya dia malah meledekku, berkata bahwa aku ini norak.
Aku tak menyangka jika wanita yang kujadikan bahan percobaan malah bahagia dan pintar melawan.
"Ajeng .... "
Berteriak memanggil istriku ini, dia begitu lemot ketika aku panggil. Sesaat Ajeng datang dengan beberapa kali menguap.
"Bagaimana kamu sudah menemukan Radit? "
Ajeng menggelengkan kepala, bibirnya ia majukkan. Bukan membuat aku gemas tapi membuat aku sangatlah kesal. "Kenapa kamu biarkan anak itu ke luar dari rumah hah. Jika Anna mengambilnya kembali kita bisa terancam. "
Istriku yang bernama Ajeng ini malah tertawa dan berkata, " kamu tak usah takut sayang. Semua bisa aku atasi, kamu tahukan ayahku itu seorang polisi. Tidak ada yang bisa membuat kita masuk ke dalam penjara. "
"Aku percaya sama kamu, tapi Anna sepertinya sudah curiga. Ia sesekali membuat sindiran di depanku. Aku takut ingatannya kembali lagi? Jika itu terjadi aku bisa bisa mati membusuk di dalam penjara. "
Ajeng terlihat santai dengan apa yang aku katakan, ia menatapku lembut dan berkata. " jangan terlalu memikirkan kejadian itu. Kalau Anna mengigat semuanya. Ayahku bisa menolong kamu dari tuduhannya. "
"Itu yang kuharapkan dari kamu, karna aku sudah menepati janjiku menikahi kamu. Karna kamu bisa menolongku. "
"Bagaimana dengan ibu. Dia tidak mengatakan semuanya bukan?"
__ADS_1
"Ajeng kamu ini bagaimana sih, kalau ibu mengatakan semuanya bisa bisa aku akan terus menjadi buronan polisi karna sudah menabrak orang hingga mati, dan menguburnya di hutan. "
"Kamu itu bodoh Raka, kenapa juga kamu kubur dia di dalam hutan. Biarkan saja dia ditangani dokter dulu. Kan kamu tak usah cape cape berdrama dalam kebohongan. "
"Kamu bilang kenapa? Aku sangat benci dia, setelah menabrak kedua insan itu. Membuat aku tak bisa berpikir jerni. Karna panik dengan rasa takut. Aku mengira Anna ikut mati, tapi nyatanya dia masih bertahan hidup. Maka dari itu aku hanya menyered Daniel saja dan menguburnya dalam keadaan sekarat. "
"Kamu kejam, Raka."
"Memang aku kejam, makan dari itu rahasiaku sampai sekarang tak terbongkar. Dan ibu tetap menjaga rahasia anaknya ini. "
"Ya sudah setelah ini kamu tinggal menikmati kebebasan karna rahasiamu tetap aman. Oh ya, Anna sekarang jadi berbeda. Ia begitu cantik dan juga gelamor. Sepertinya ia terbantu dengan sosok yang selalu menguntilnya setiap saat. "
" Ya aku tahu itu, sebenarnya aku belum puas membuat dia menderita. Aku masih ingin melihat dia seperti wanita bodoh saat tinggal bersama ibu. Aku suka melihat dia menjadi wanita lemah. Tidak seperti sekarang cantik, kuat. Dan pintar. "
Apa yang dikatakan Ajeng memang benar, aku begitu munafik. Bisa memainkan drama seperti ikan terbang membuat sebuah rumah tangga seperti pada umumnya. Sandiwara yang aku susun membuahkan hasil, Anna tergila gila denganku sebagai seorang istri pada suami.
Hingga dimana aku menyakitinya dengan membawa Ajeng, sebagai pelakor. Begitupun dengan ibu yang selalu mendukungku. Untuk tetap memainkan perannya.
Ibu sangat berperan sekali dalam hal ini, karna dia bisa menutup semua rahasiaku dalam diam. Tak pernah mengatakan pada siapapun.
Untuk lelaki bernama Daniel aku sangat membenci dia, hingga kubuat Bu Sumyati salah paham akan Anna. Hingga dimana ia memojokan semuanya hingga membuat Anna selalu menangis dan di teror oleh Deni.
Terkadang ada rasa kasihan, tapi aku urungkan semuanya. Karna Daniel yang sudah memulai dari awal. Jika Daniel tidak berulah mungkin aku tidak akan membuat Anna menderita saat bersamaku.
Aku membalaskan semuanya dan melampiaskan semuanya pada Anna, aku ingin wanita yang menjadi kekasih Daniel itu menderita seperti adikku dulu yang selalu di tolak beberapa kali oleh Daniel, membuat adikku frustasi dan bunuh diri.
__ADS_1
Ajeng kini memegang bahuku dan berkata, " aku dukung balas dendammu. Hanya saja kamu jangan menonjolkan kebencianku agar Si Anna itu tak curiga.
@@@@
Ting ....
Tiba-tiba satu notifikasi pesan datang kepadaku, di mana pesan itu dikirim oleh ibu di kampung. Aku mengira jika Ibu butuh duit, jika itu yang ibuku mau, aku akan meminjam uang Ajeng. Karena setelah menikah dengan Ajeng..
Hidupku ini seperti Bos, semua dipenuhi oleh Ajeng. Apapun yang aku mau, begitupun uang jatah Ibuku selama sebulan selalu diperhatikan oleh Ajeng.
aku benar-benar bergantung dengan wanita yang sudah terlihat menua ini, aku tak peduli dengan wajahnya. Yang terpenting dia bisa menyelamatkanku dari kebohongan yang sudah aku buat selama bersama Anna.
aku mencoba membuka layar ponsel di mana Ibu mengatakan sesuatu hal yang mampu mengejutkan kedua mata dan juga hatiku, Ajeng yang penasaran dengan ekspresi wajahku kini mendekat dan bertanya." ada apa? Kenapa kamu seperti terkejut begitu? "
Aku memperlihatkan pesan yang datang dari ibuku di kampung kepada Ajeng. ( Anna datang ke sini. Dia ingin bertanya kepada ibu mengenai kecelakaan yang sudah lama kamu sebunyikan kebenaranya.)
Apa yang aku takutkan kini menjadi kenyataan, tentulah semakin Anna mencari tahu dan semakin pergaulannya begitu luas, semakin ia bisa berinteraksi dengan orang-orang di luaran, apalagi sekarang Anna dekat dengan sosok lelaki yang terlihat selalu membantu dirinya, lelaki itu seperti tak pernah lelah membantu mantan istriku.
Anna benar-benar berubah, dari wajah penampilan dan juga segala hal yang ia punya, pencapaiannya begitu cepat membuat aku sedikit bangga dengan apa yang ia lakukan sekarang ini.
Tapi tetap saja mantan adalah mantan dan tak akan bisa kembali lagi. Aku tidak bisa memanfaatkan kepolosannya yang dulu, dimana Anna seperti anak kecil yang ingin dilindungi denganku. Tapi kenyataannya aku menjadi malapetaka untuk dirinya.
Mobil bekas tabrakan yang aku ambil lagi dari sorum, kini berubah menjadi unik dengan desain orang-orang yang sudah ahli dalam hal mobil. Membuat siapapun tak akan ingat dengan mobil dan plat nomor yang sudah diganti.
Anna tidak seperti dulu, ia cenderung emosional dan gampan marah, membuat aku yang selaludiam di rumah dan menurut. Dengan sengaja membuat Anna menjadi seperti wanita bodoh dan tak ingin tahu akan kehidupannya di masa lalu, aku selalu memanfaatkan situasi seperti itu agar aku bisa menguasai pikiran Anna. Karena iya tak mengingat apa yang sudah terjadi pada dirinya.
__ADS_1