Dibalik Diamnya Mertuaku

Dibalik Diamnya Mertuaku
Bab 204 terungkap langsung


__ADS_3

"Galih, kamu datang," ucap Ainun, wanita berhijab putih itu kini menangis, ia merasakan betapa sulitnya menjalani hidup. Apalagi Ainun mendapatkan hal tidak baik, ia di perkosa oleh seorang lelaki tak dikenalnya sama sekali.


"Aku datang ke sini, karena kuatir akan keadaanmu, Ainun," balas Galih, memeluk Ainun. Merasakan rasa tenang pada hati wanita itu.


Ternyata masih banyak yang peduli dengannya, padahal Ainun sempat putus asa dan ingin mengakhiri hidupnya.


"Terima kasih, Galih," ucap Ainun.


Farhan tak menyangka jika sang papah datang menemui mantan istrinya, padahal Farhan sudah mengigatkan Galih untuk tidak datang.


Karena ia tahu jika Anna begitu butuh ditemani Galih.


Pelukan itu masih melekat, tentu saja membuat Farhan berpura pura batuk.


Galih yang berdiri di hadapan Ainun, kini berucap." Farhan jika kamu mau pulang, pulang saja. Biar papa yang jagain Ibu Ainun."


Mendengar Galih berkata sedemikian, membuat Farhan tentu saja kesal, kenapa bisa sang papah mengatakan hal yang tak sepantasnya.


"Papah dan Ibu Ainun bukan muhrim, jadi tak bisalah Farhan tinggalkan begitu saja." ucap Farhan melipatkan kedua tangan, masih pada posisinya yang duduk.


Sebenarnya Galih tidak ada niat mendekati Ainun, ia hanya ingin mengobrol berdua, menanyakan ciri ciri orang yang sudah memperkosanya.


Jika ia menanyakan semua itu dihadapan Farhan, tentu saja Farhan akan emosi dan bertindak sesuka hati.


"Farhan, papah tahu kamu ini kelelahan menjaga Ibu Ainun, jadi apa salahnya papah yang menjaga IbU Ainun, kita berdua di sini tidak akan melakukan hal yang tak pantas kok, walau sudah bukan muhrim."


Perkataan sang papah tak diangap oleh Farhan, ia tetap saja duduk.


"Apa mamah tahu, kalau papah datang ke sini?" Tiba tiba saja pertanyaan itu, melayang dari mulut anaknya, membuat Galih sedikit ragu mengatakan kejujuran.


Ia sengaja meninggalkan Anna di rumah, hanya dengan memberitahu pembantu untuk menjaga dan mengambilkan keperluan Anna.


"Farhan, mamah kan di rumah ada pembantu yang jagain, jadi papah di sini saja dulu, ada urusan penting dengan Ibu Ainun." ucap Galih, tetap saja tak dianggap Farhan sama sekali.


Farhan tetap pada pendiriannya untuk menjaga Ibu Ainun, Iya tak mau jika ayahnya sendiri berduaan dengan sang ibu.

__ADS_1


"Alasan tak masuk akal papah, bagaimana seorang suami harus meminta izin dulu untuk menemui mantan istri, kepada istri sahnya, papah ini bagaimana sih," balas Farhan, menasehati sang papah secara terang terangan.


Galih berusaha merayu anaknya untuk mengerti. Apa yang sebenarnya ingin dikatakan Galih kepada Ibu Ainun berdua.


"Ayolah, Farhan. Ada hal penting yang ingin papah sampaikan pada ibu kamu," pinta Galih, berusaha memohon pada anaknya sendiri.


Farhan menggelengkan kepala, ia tidak mau beranjak pergi dari tempat duduknya. Tetap ingin mendengar obrolan sang papa dan juga ibunya.


Farhan, tidak mau melihat mamanya terluka, jika Galih berada di ruangan berduaan bersama Mantan istrinya.


Maka dari itu, sepenting apapun obrolan, Farhana akan tetap berdiam diri di ruangan Ainun.


Ainun mulai menasehati anak satu-satunya, untuk beranjak pergi sebentar keluar ruangan sang ibu.


Karena ada hal yang penting ingin dibicarakan Galih kepada Ainun.


"Bu, kenapa ibu malah sependapat dengan papah."


Ainun pengusap pelan kepala anak satu-satunya iya, berusaha menasehati anaknya kembali. Jika obrolan ini menyangkut tentang kejadian tadi malam.


Melirik ke arah wajah sang papa, karena Ainun sang Ibu sudah berusaha membujuk Farhan.


Sampai di mana Farhan kini luluh, setelah mendengar bujukan dari Ainun.


"Ya sudah, jika memang hal itu penting, Farhan hanya akan menunggu di luar ruangan saja. Farhan kasih waktu kalian hanya setengah jam, untuk mengobrolkan masalah yang terjadi pada ibu Ainun."


Ainun dan Galih menganggukan kepala, arti setuju dengan syarat yang diberikan Farhan.


Pada akhirnya anak berumur sembilan belas tahun itu beranjak berdiri, ia pergi dari ruangan sang ibu.


Dengan perlahan, hingga di mana Farhan kini duduk. kedua mata yang sudah merasa mengantuk, membuat ia tanpa sadarkan diri tertidur, mungkin karena seharian menunggu keadaan ibunya sendiri.


Galih mulai menanyakan kejadian yang menimpa Ainun, di mana ya menanyakan ciri-ciri lelaki yang sudah berani memperkosanya.


Ainun berusaha tetap tenang, ia memberanikan diri mengungkapkan semua yang terjadi," Sebenarnya aku tidak mengenal sekali laki-laki itu, Iya seorang anak muda, mempunyai badan kekar dan juga berotot. Wajahnya tirus bibir tebal, perkiraan tingginya seratus tujuh puluh lima. Kenapa kamu malah bertanya ciri cirinya. Toh dia sudah di tangkap di kantor polisi. Hanya saja Aku tak mengerti apa maksud dia memperkosaku, apa ada seseorang yang menyuruhnya untuk melakukan pemerkosaan itu, jika pun ada. Siapa orangnya?"

__ADS_1


Galih mengusap pelan punggung mantan istrinya, menenangkan setiap kesedihan yang ia lihat dari kedua sudut mata sang mantan.


"Kamu gak usah kuatir Ainun, aku akan mencari tahu semuanya, Kenapa lelaki itu tega memperkosamu!"


" Terima kasih Galih kamu masih mau membantuku. Padahal kita tidak punya hubungan apa-apa lagi hanya sekedar seorang mantan."


"Ya kita adalah mantan, tapi kita berdua bisa menjadi seorang sahabat, kamu tahu itu."


Ainun berusaha membuang kekecewaan dalam dirinya, ia terlalu mengagumi Galih.


"Terima kasih Galih."


"Iya Ainun."


Farhan yang sudah tertidur pulas di luar ruangan, tak menyadari ada sosok lelaki yang datang mengetuk pintu ruangan ibunya.


Galih dan Ainun yang masih membicarakan pelaku itu, kini terkejut dengan penampakan lelaki yang tiba-tiba saja membuka pintu ruangan dengan tersenyum ke arah Ainun.


"Andi, kamu datang ke sini."


Galih mengerutkan dahi, melihat sosok lelaki yang menjadi pacar Intan," loh. Bukannya dia lelaki yang menjadi pacar Intan Kenapa dia datang ke sini?"


Ainun, tak menyangka jika Andi datang ke rumah sakit.


"Maaf sebelumnya, Saya datang ke sini, hanya ingin memberi tahu pelaku dari kejadian Ainun yang di perkosa."


Ternyata Andi datang, memperlihatkan sebuah rekaman, di mana rekaman itu memperlihatkan Intan dan juga Justin yang tengah mengobrol.


Terdengar dari percakapan keduanya, jika Intan menyuruh Justin untuk memperkosa Ainun. Membalaskan dendam karena dirinya yang sudah tidak bekerja pada Galih.


Sontak Ainun terkejut dengan rekaman yang diperlihatkan Andi, ya tak menyangka jika Intan menaruh kebencian kepada dirinya, sampai tega melakukan hal yang tidak pantas.


Sampai sampai Ainun sekarang harus masuk ke rumah sakit Karena rasa traumanya, akibat paksaan pemerkosaan yang dilakukan oleh Justin.


"Saya datang ke sini hanya berniat baik memberitahu semuanya, kalian harus berhati-hati dengan Intan, dia itu wanita jahat."

__ADS_1


__ADS_2