Dibalik Diamnya Mertuaku

Dibalik Diamnya Mertuaku
Bab 170 Perginya Farhan


__ADS_3

Galih yang menunggu Farhan begitu lama, membuat ia berniat menghampiri Farhan." Farhan."


Lelaki berhidung mancung dengan badannya yang kekar. mencoba memanggil anaknya yang masih berada di rumah Bu Sari.


"Farhan."


Teriakan Galih terdengar oleh Farhan, ini kesempatan untuk Farhan menjauh dari hadapan Bu Sari, wanita tua yang menekan sang cucu untuk menuruti keinginan sang nenek.


Galih mendekat kearah anaknya.


"Farhan ayo."


Tidak ada kesempatan untuk menekan Farhan, Galih datang dan menggagalkan rencananya.


Entah kenapa Bu Sari malah semakin jahat, tak melihat kebaikan Anna dengan tulus, ia masih dengan egonya.


"Sialan anak itu."


Bu Sari masuk ke dalam rumah, dengan mengerutu kesal. Dia membanting kursi yang tak jauh dari hadapan, hatinya sangatlah kacau. Melihat Farhan sudah pergi, tanpa menyetujui apa yang ia inginkan.


Bu Sari melihat uang yang diberikan oleh Farhan, dengan nominal yang cukup lumayan besar. Bukan uang yang ia inginkan sebenarnya, tapi kebebasan Raka dari dalam penjara.


Wanita tua itu harus menerima kenyataan yang tengah ia alami saat ini, hingga memikirkan seorang wanita berhijab yang ternyata ibu kandung Farhan. Dan Galih ayah kandung anak yang dulu ia benci.


Kenapa bisa secara kebetulan sekali, sampai akhirnya Bu Sari yang kini memegang uang dengan nominal yang sangat besar. Bergegas untuk menemui anak semata wayangnya di dalam penjara.


Dengan terburu-buru wanita tua itu mengambil tas memasukkan uang untuk ia bawa.


Menaiki taksi agar lebih cepat, hingga setengah jam berlalu.


Mobil taksi itu akhirnya mengantarkan Bu Sari menuju Raka.

__ADS_1


Polisi mengeluarkan Raka dari dalam penjara untuk menemui ibunya yang menjenguk," Ibu."


Wanita tua yang memijat kepalanya, menatap ke arah sang ibunda." Bu, bagaimana?" tanya Raka dengan penuh rasa penasaran.


Sang ibunda memperlihatkan wajah tak senang di hadapan anaknya," semua yang ibu lakukan gagal. Padahal ibu sudah membujuk dan juga merayu Anna, agar bisa membebaskan kamu. Tapi kenyataannya wanita itu masih bersikukuh dengan pendiriannya, ya tak mau membebaskan kamu dalam penjara, Raka."


Mendengar balasan dari sang Ibu membuat tangan kekarnya memukul meja, urat leher terlihat menonjol. wajah memerah menandakan amarah yang semakin menggebu," Sialan. Memang dia?"


Bu Sari tak bisa berbuat apa apa lagi, sampai dimana ia mengatakan tentang Farhan.


"Kamu tahu sendirikan, ibu bolak-balik ke rumah sakit hanya meminta keinginan kepada Anna agar bisa membebaskan kamu. Rasanya melelahakan, ini semua karena rencana koyol kamu. Padahal dulu waktu kamu menabrak mantan istri kamu itu, kenapa kamu tidak bunuh dia sekalian."


Perkataan Bu Sari tak membuat Raka senang, lelaki berbadan kekar kini mulai duduk menatap ke arah sang ibu," jadi ibu menyalahkan Raka sepenuhnya?"


"Ya, siapa lagi kalau bukan penyebabnya kamu." Cetus sang ibu.


Raka menyenderkan jidatnya pada kedua tangan yang sengaja ia kepalkan, " bu. Raka juga korban, asal ibu tahu jika tidak ada motor yang menghalagi jalan, mungkin Raka tidak akan menabrak Anna dan juga pacarnya."


"Terserah ibu, pokonya Raka sudah berkata jujur, dan lagi harusnya Ibu membantu Raka untuk bisa mencari lelaki bermotor itu, jika Ibu bisa mencari lelaki bermotor itu kemungkinan besar Raks akan dobebas dari dalam penjara." Begitu yakinya Raka mengatakan semua itu kepada sang ibunda.


Terlihat sekali Bu Sari sudah lelah dan bosan, membantu anaknya.


Sang Ibu menghelap napas yang terasa berat," Raka, Raka.Memangnya mencari orang di masa lalu itu gampang, kamu tahu sendiri kan Ibu ini sudah tua, Ibu harusnya bersenang-senang bersama Bapak kamu di kampung. Bukan malah kamu susah Ayu seperti ini." Ucapan Bu Sari menyindir anaknya, agar tidak menyusahkan orang tua. Karena kasus Raka terlalu berat, untuk saja Raka tidak di beri hukuman mati.


"Ya Bu, Raka mengerti. Apa yang Ibu keluhkan saat ini, Raka juga gak tega melihat ibu seperti sekarang, harus berdiam diri di kota, bekerja untuk makan di kota. Asa ibu tahu anak mana yang tidak mau membahagiakan orang tuanya, " Raka membuat sebuah rayuan agar busari luluh kepadanya.


Karena memang Raka itu selalu dimanjakan oleh Bu Sari dan keinginannya pun selalu terpenuhi, hingga ia tumbuh menjadi anak yang pemalas dan juga sering membangkang.


Sang ibu yang sudah bosan dengan rayuan anaknya, hanya bisa memendam emosi.


Hingga kata kata tak menyenangkan keluar lagi dari mulut ibunya.' Raka itu alasan kamu saja, dari dulu juga. Memang kamu anak pemalas susah jika di suruh bekerja, senangnya keluyuran dan pengennya menang sendiri. Sudah enak kemarin Ibu dan Bapak tinggal di rumah Ajeng istri kamu, lah sekarang kalian berpisah, hidup kamu tambah sengsara dan juga Ajeng masih dengan keterpurukanya."

__ADS_1


Mendengar tutur kata Sang Ibu membuat Raka terdiam. Memang iya Raka terlalu mengandalkan orang tua dan menyusahkan ibu Sari.


Begitulah watak anak muda yang selalu dimanja dengan orang tuanya, ia tidak akan bisa mandiri dan tak mau berpikir keras.


kecuali jika ia ingin benar-benar berubah, dari sifat jeleknya. Tentulah perubahan itu akan mengantarkan Raka dengan kebaikan.


Namun, sejauh ini Raka masih tetap sama seperti kemarin saat menikah dengan Anna. Tidak ada perubahan di dalam penjara.


Ibu yang sudah malas berdebat dengan anaknya sendiri, memulai ucapan dengan tutur kata Lembut tuh.


"Oh ya. Ibu ada informasi baru, " ucap Bu Sari, dengan wajah juteknya.


"Informasi apa Bu?" Rasa penasaran mulai membeludak pada hati Raka, tentang informasi yang akan diceritakan oleh ibunya,


"Kamu pasti akan kaget, setelah mendengar apa yang ibu katakan pada kamu, Raka." Ucapan sang ibu membuat Raka semakin ingin mendengarnya.


Raka, berusaha menyimak obrolan yang keluar dari mulut ibunya." kamu tahu sendiri kan Galih?"


Mendengar nama ganteng telah membuat Raka muak, karena perceraian itu terjadi akibat adanya Galih yang membantu Anna.


"Iya, dia kan. Sekarang jadi suami Anna. Memangnya kenapa dengan dia?"


Raka bertanya pada sang ibunda.


"Ibu hanya ingin memberitahu kamu, bahwa Galih itu adalah ayah kandung Farhan. Anak yang dulu diasuh oleh Anna dan juga kamu."


Betapa terkejutnya informasi yang diberikan ibunya kepada Raka, tentulah membuat rasa kesal ingin membalaskan dendam terus tertunda, karena nasib Raka yang sekarang masuk ke dalam penjara.


"Sebenarnya lelaki yang menikahi Anna itu adalah Galih, ayah kandung Farhan."


Raka, seperti tak percaya dengan apa yang dikatakan ibunya sendiri,'' Ibu, itu yang benar kalau ngomong."

__ADS_1


Ini seperti buka hal yang kebetulan sekali.


__ADS_2