Dibalik Diamnya Mertuaku

Dibalik Diamnya Mertuaku
Bab 98 Seminggu lagi


__ADS_3

"Kenapa Kak Indah itu rese sekali. " Ucap Anna dalam hati.


Seketika tangan Galih tiba tiba memegang telapak tangan Anna, membuat wanita itu terkejut.


"Kenapa?"


"Bukan kenapa kenapa, hanya saja ngapai bapak megang megang tangan saya?" Pertanyaan mulai terlontar oleh Anna, membuat Galih tersenyum kecil, " aku hanya menyelamatkan kamu dari kubangan air saja."


Anna menatap ke arah jalan yang hampir mendekati mobil Galih, dimana memang banyak kubangan air, " apa semalam hujan sampai ada kubangan air seperti ini. " Gerutu Anna, masih tak suka dengan tingkah Galih yang mengejutkan dirinya.


Setelah sampai di dalam mobil, Galih mulai membukakan pintu mobil untuk Anna, mempersilahkan masuk kedalam mobilnya, terlihat wajah dingin berubah derastis dari Galih. Ia terkesan sedikit romantis walau menurut Anna belum sepenuhnya, tapi untuk apa romantis jika ada maunya saja.


Anna mulai masuk dengan mempelihatkan senyumanya di depan Galih, mereka kini duduk, rasa cangung mulai terasa kembali. "Seperti anak muda saja yang baru merasakan rasa cinta kembali, padahal udah berkepala tiga juga." Gerutu Anna pelan.


"Kenapa, An?"


Anna mengira jika Galih tak mendengar perkataanya, hingga dimana Anna mejawab, " tidak kenapa kenapa kok, pak!"


"Memangnya kita mau kemana?" Pertanyaan bodoh mulai terlontar dari mulut Anna, tentu saja membuat Galih mengereyitkan dahi.


"Bukanya kita mau ke restoran, memangnya kita mau ke mana, An."


Anna memukul bibirnya yang berkata hal koyol, sudah tahu setiap pagi rutinitasnya ke restoran mengecek pegawai.


"Oh, iya. Pak. Saya lupa!" Jawaban yang semakin membuat Galih heran. " Apa kamu sedang sakit, An. " Tangan memegang jidat Anna, membuat wanita itu menghepaskan tangan Galih secara sepontan.


Memegang dada terasa sesuatu yang berbeda, apa itu rangsangan cinta.


Anna terlalu gerogi, membuat ia salah tingkah saat berhadapan dengan Galih.


Melihat ke arah Anna, Galih belum melajukan mobilnya.


"Anna, apa kamu tidak suka jika saya melamar kamu sekarang?"


Mendengar ucapan Galih, Anna terkejut dan mejawab. " Bukan begitu, Anna suka. " Tangan mulai menutup mulut, karena tak terkendali.


"Jadi kamu menerima lamaranku?" Pertanyaan Galih, membuat Anna menampilkan wajah gelisa.


"Kenapa Galih tidak sabaran sih, aku jadi salah tingkah begini. " Gerutu Anna dalam hati.

__ADS_1


Perlahan tangan kekar milik Galih mulai memegang punggung tangan Anna dengan berkata, " Anna, ayo jawab? "


Anna menarik napas, dengan mengeluarkannya secara perlahan, ia mulai menjawab dengan nada tenang, " iya. Pak, saya menerima lamaran bapak. "


Ini adalah sebuah kebahagian untuk Galih, lelaki berhidung mancung dengan tubuhnya yang kekar, tanpa sadar menarik tangan Anna membuat mereka berpelukan. " Sata tahu kamu pasti akan menerima lamaran saya. "


Entah sejak kapan Galih berubah jadi lebai, setiap yang ia katakan begitu lembut.


Anna sedikit risih dengan pelukan yang tiba tiba, membuat ia mendorong perlahan tubuh Galih. " Pak, kita belum muhirmya. Jadi bapak jangan dulu peluk saya. "


"Maaf, An. Ya sudah, kita ambil tanggal untuk pernikahan kita. "


Deg .... Jantung Anna benar benar tak terkendali, seperti mau copot tiba tiba dan roh melayang begitu saja. Mendadak dan secepat itu.


"Annakan baru menerima bapak, masa secepat itu kita menikah? " Pertanyaan Anna membuat Galih tersenyum lebar dan berkata, " bukanya lebih cepat lebih baik. "


"Iya juga sih, tapi persiapan?"


Galih duda kaya, dengan bisnis dimana mana, menganggap semua itu hal yang mudah, tapi bagi Anna berasa berlebihan. Karena tadinya terbiasa sederhana, dengan Raka.


"Itu urusan gampang, kamu tenang saja An, biar aku yang urus semua itu. Tak usah kuatir. Oke. "


Belum perkataan Anna terlontar semuanya, suara dring ponselnya berbunyi, menggangu keindahan dunia antara dua insan yang menyatakan cinta dan segera menikah.


"Saya angkat telepon dulu ya, pak. "


Anna melihat nomor dari pihak polisi, ia dengan sigap mengangkat panggilan dari ponselnya. Hingga terhubung.


"Halo, pak. "


"Halo ibu Anna, selamat pagi. Kami dari pihak polisi ingin memberi tahu, jika Saudara Ajeng sudah kami temukan dan segera mungkin kami masukan ke dalam penjara. "


"Oh bagus kalau begitu, ya sudah saya akan ke kantor polisi untuk melihat Ajeng."


"Baik, Bu Anna. "


Panggilan teleponpun dimatikan sebelah pihak, Anna memegang erat ponsel dengan mengerutu kesal, " Akhinya Ajeng, kamu tertangkap juga. "


"Anna, ada apa?"

__ADS_1


Pertanyaan Galih membuat Anna langsung menjawab, " Ajeng sudah ditemukan oleh polisi, sepertinya kita harus ke sana, melihat keadaan Ajeng yang sekarang. "


Padahal Galih ingin membahas soal pernikahan dengan Anna serius, ia tak mau banyak menunda waktu, karena pasti banyak lelaki yang mengantri menunggunya saat ini juga.


"Ayo pak jalan. "


Wajah sedih terpancar dari raut Galih, ada rasa kecewa. Anna yang menyadari perubahan wajah Galih yang tiba tiba saja sedih membuat ia bertanya? "Apa ada yang salah?"


Galih mulai menjawab dengan nada beratnya, sembari mejalani kemudi mobil. " sebenarnya kapan kita akan melangsungkan pernikahan? "


Pertanyaan seperti itu lagi, yang kini keluar dari mulut Galih untuk Anna, hingga dimana Anna yang sedang fokus membaca pesan berdatangan membuat ia berucap, " satu minggu lagi. "


Kedua mata Galih membulat setelah mendengar jawaban yang terlontar dari mulut Anna, ia bahagia seminggu adalah waktu yang sebentar.


"Berarti kita menikah hari sabtu ya?"


Anna mengerenyitkan dahi," Maksud bapak?"


"Loh, bukanya tadi kamu bilang seminggy lagi, acara pernikahan kita. "


Anna menepuk jidanya setelah mendengar perkataan Galih, " bapak ini enggak nyambung ya, orang aku lagi baca pesan!"


Jawaban Anna membulat Galih menggelangkan kepala, mobil yang melaju kini seketika berhenti, ponsel yang tengah di pegang oleh Anna direbut sepontan oleh Galih.


"Coba kamu tatap mata saya , Anna. Saya hanya ingin kepastian tanggal pernikahan kita berdua, ayolah jangan sibuk mengurusi masalah. Kamu juga berhak bahagia merasakan indahnya dunia.


" Pak Galih, ponsel saya. "


Anna menjawab dengan sedikit kesal, karena ia belum membaca semua pesan dari sang kakak.


"Anna, aku tanya sama kamu, ayo jawab? "


"Anna bingung, pak. Nentuain tanggal pernikahan sekarang sekarang, karena Anna ingin menyelidiki lebih jauh soal kasus matinya Daniel. "


Galih memegang kedua tangan Anna, sembari menatap sayu kearah Indah. Tatapan penuh cinta, membuat hati Anna berdebar, padahal dia sangat penasaran dengan keadaan Ajeng yang sekarang. Makanya Anna tidak fokus dengan apa yang dikatakan Galih.


"Bagaimana kalau kita bicarakan dengan kak Indah dulu, masalah pernikahan kita. "


Perkataan yang tak ingin di dengar oleh Galih, " Anna. Yang seharunya menentukan itu kamu, aku ingin mendengar langsung dari mulutmu ini. "

__ADS_1


Anna pasrah dengan penekanan pertanyaan dari Galih membuat ia juga berpikir lebih cepat lebih baik, " ya sudah aku sudah putuskan, seminggu lagi. "


__ADS_2