Dibalik Diamnya Mertuaku

Dibalik Diamnya Mertuaku
Bab 175 Membujuk Ajeng.


__ADS_3

Bu Sari yang memang dari kampung tidak tahu menahu dengan namanya rumah sakit, apalagi ia mendatangi rumah sakit yang begitu besar.


Wanita tua itu berjalan, melihat orang orang saling berjalan melewatinya. Ia bingung mencari keberadaan Ajeng.


Bu Sari mulai bertanya pada perawat di rumah sakit, di ruangan mana Ajeng di rawat.


Tapi pihak rumah sakit tak mengerti, karena wanita tua itu kurang jelas mengatakan idetitas Ajeng.


Hingga suara Bu Ayu terdengar.


"Bu Ayu?"


Melihat ke sisi kiri, dan benar saja, Itu Bu Ayu.


Dengan terburu buru Bu Sari mengikuti wanita yang menjadi ibu kandung Ajeng. Perlahan tanpa Bu Ayu sadari.


Jika Bu Ayu tahu, kemungkinan besar Bu Sari akan di usir saar itu juga. Karena perdebatan dulu bukan pada Ajeng saja melainkan pada kedua orang tuanya.


Ruangan sudah menujukkan tempat di mana Ajeng di rawat, isu yang Bu Sari dengan jika Ajeng mengalami ganguan jiwa. Entah apa benar tidaknya, karena rumah sakit yang Bu Sari kunjungi saat ini, amat lah berbeda.


Saat Bu Sari mengujungi rumah sakit dimana Anna di rawat.


Banyak orang aneh dan juga para pasien tertawa sendiri, melamun.


Betapa bodohnya Bu Sari, " Ini kan rumah sakit jiwa."


Ia lupa membaca plang di depan rumah sakit, perlahan dan akhirnya Bu Sari sampai di ruangan Ajeng. Wanita tua itu melihat Ajeng, tengah terdiam, sembari di suapi makanan.


Ada penyesalan terbesit dari hati Bu Sari, ketika melihat penderitaan Ajeng, memegang dada dan berkata." Bagaimana caranya aku bisa berbicara dengan Ajeng, jika kondisi dia seperti itu. Raka ini aneh aneh saja."

__ADS_1


Bu Sari memberanikan diri melangkah menuju ruangan Ajeng, tanpa meminta persetujuan dari kedua orang tuanya.


"Ajeng."


Panggilan Bu Sari membuat, wanita yang menjadi ibu kandung Ajeng menoleh. Ia membulatkan kedua matanya melihat mantan besan datang.


"Bu Sari?"


Bu Sari melangkah mendekat ke arah Ajeng, tapi Pak Aryanto tak tinggal diam, lelaki tua itu memarahi Bu Sari, untuk tidak mendekat ke arah anaknya.


"Mau apa Bu Sari datang ke sini? Sudah cukup apa yang ibu lakukan terhadap anak kami. Saya berharap Ibu Sari tidak membuat Ajeng depresi Kembali, jadi pergi dari hadapan kami. "


kedua mata wanita tua itu berkaca-kaca, Bu Sari tetap menjelaskan apa keinginannya datang ke rumah sakit, " Saya ada niat baik untuk menemui Ajeng, jadi Izinkan saya mengobrol sebentar dengan anak ibu dan Pak Aryanto."


Pak Aryanto tetap murak, ia tak bisa menerima kehadiran Bu Sari di depannya, apalagi mengizinkan mengobrol dengan anak semata wayangnya. Ia takut jika Bu Sari membuat kejiwaan Ajeng terganggu kembali, apa lagi sampai Ajeng nekad untuk bunuh diri.


"Tidak bisa. Saya tidak ingin anak saya mengobrol dengan wanita jahat seperti anda, anak saya menderita karena kelakuan anak anda. "


Karena perceraian itulah yang membuat semua berantakan, Bu Sari sudah berusaha keras mempertahankan Anna, agar tidak bercerai tapi tetap saja, karena hadirnya Ajeng membuat otak Raka tercuci.


karena keinginan yang begitu besar, dimana Bu Sari menginginkan Raka keluar dari dalam penjara, wanita tua ity berusaha berperilaku baik di depan kedua orang tua Ajeng ,supaya mereka bersimpati kepadanya.


Karena dengan memperlihatkan kebaikan terkadang orang orang akan cepat luluh dan merasa kasihan.


"Tolong berikan saya kesempatan untuk mengobrol dengan Ajeng, saya benar-benar membutuhkannya sekarang."


Berusaha memperlihatkan kesedihan, tapi Bu Ayu tetap bersikeras tidak ingin membuat anaknya kembali menjerit-jerit dan Meraung akibat kedatangan Bu Sari yang secara tiba-tiba.


"Maafkan saya, Bu Sari. Saya tidak bisa mengizinkan Ibu mengobrol dengan anak saya. Karena kebetulan sekali Ajeng masih dalam perawatan dokter, Ajeng tidak boleh dulu diajak mengobrol apalagi menyuruh Ajeng mengigat masa lalu lagi. Kami takut dengan kondisi Ajeng."

__ADS_1


Bu Sari berusaha mencari ide agar bisa mengobrol dengan Ajeng, walau satu kali ini saja. Ia sangat membutuhkan Ajeng, karena ini harapan terakhirnya. Jika tidak terlaksana, tentulah Raka akan murka.


Bu Sari begitu sayang terhadap Raka anak satu satunya, sampai sang suami terlalu terabaikan.


Karena ada kejadian tak terduga di rasakan Bu sari dulu, sampai ia tak berani melawan printah anak semata wayangnya itu.


"Saya tahu anak Ibu sangat mencintai Raka, jadi tolong beri kesempatan untuk saya. Bu Ayu, saya berharap jika Ajeng bisa kembali lagi besama Raka.


Ajeng yang mendengar nama Raka, kini manatap wajah Bu Sari, terlihat raut wajah Ajeng yang tak bisa bohong jika ia begitu sangat mencintai mantan suaminya itu.


Padahal Ajeng sudah kenyang mendapatkan hinaan dan cacian, belum lagi kesalahan yang ia perbuat dari Raka.


"Raka"


Pak Aryanto yang mendengar anaknya menyebut nama Raka, tentulah kaget, ia menatap ke arah sang anak yang masih tak terkendali akan rasa depresinya.


Bu Sari seakan mencari kesempatan untuk mendapatkan perhatian Ajeng, agar wanita depersi itu bisa membuat Raka keluar dari rumah sakit.


"Iya Ajeng, Raka. Dia sangat merindukan kamu dia ingin bertemu dengan kamu."


Mendengar Bu Sari berkata seperti itu, Ajeng tersenyum, ia seakan senang ketika Bu Sari mengatakan jika Raka ingin bertemu denganya.


Memang Ajeng depresi akibat memikirkan Raka yang menceraikannya, ya begitu sayang terhadap Raka sampai tak mau kehilangan.


Terlihat senyuman terukir dari kedua ujung bibir Ajeng, Wanita berambut panjang yang terikat itu menatap ke arah sang ayah dengan berkata," aku ingin bertemu dengan Ajeng. Pah, temui aku dengan dia, Pah. Aku sangat rindu dengan dia."


Bu Ayu terdiam begitupun dengan Pak Aryanto saat anaknya meminta ingin bertemu dengan Raka.


Bukan rasa senang yang mereka dapatkan, malah kekuatiran jika Ajeng bertemu dengan Raka kembali.

__ADS_1


"Iya Ajeng, nanti kita temui Raka di dalam penjara." Ucap Bu Ayu, berusaha menenangkan anaknya yang terus meminta dirinya menemui Raka.


Rencana Bu Sari berhasil, ia ternyata bisa membuat Ajeng ingin menemui anaknya, tak sia-sia Bu Sari datang ke rumah sakit. Ia mampu meluluhkan hati Ajeng dan juga kedua orang tuanya. "Mudah-mudahan setelah Ini Raka bisa bebas dari dalam penjara dan menikmati hidupnya seperti sedia kala." Gumam hati Bu Sari sembari menatap ke arah ajeng dan Bu Ayu.


__ADS_2