
Dengan perasaan kesal Indah membuka pintu rumahnya, melihat siapa yang menggedor pintu sampai begitu terdengar keras.
Setelah dibuka," Heh, ke mana Mas Danu."
Tiba tiba saja tanpa mengucap salam, wanita itu mendorong tubuh Indah, masuk dan mencari keberadaan Danu.
"Benar-benar tidak tahu malu."
Indah menarik paksa wanita berambut panjang dengan postur tubuhnya yang tinggi semampai.
"Keluar dari rumahku."
Mendorong tubuhnya hingga ia kini tersungkur jatuh, ke atas lantai depan rumah.
"Jaga etika kamu dalam bertamu ke rumah orang."
Tegas Indah, menunjuk wanita bernama Siren itu. Q
Ia bangkit dengan wajah penuh amarah, kedua tangan berusaha menjambak rambut Indah, seperti tak terkendali. Indah yang tak mau kalah, menginjak kaki Siren hingga wanita itu meringis kesakitan.
"Heh, j*l@ng, kalau kamu mau cari suamimu. Cari saja di rumahnya jangan ke sini."
Nada suara Indah meninggi, ia tanpa segan segan langsung mengusir Siren begitu saja.
"Aku tahu kamu pasti berbohongkan?"
Siren seakan tak percaya dengan ucapan yang terlontar dari mulut Indah, ia malah menuduh yang tidak tidak padanya.
"Ni cewek tidak tahu diri sekali, sudah dikasih hati mintanya jantung. Kemarin ditolongin bukanya terima kasih, ini datang datang malah marah marah nggak jelas. Dasar sint*ng."
Indah bersuara pelan, membuat Siren bertanya." Kamu bilang apa tadi?"
"Pikirkan saja sendiri." Indah menarik pintu rumahnya, menutup dengan keras. Membiarkan Siren berada di luar sendirian.
"Indah, buka."
Gedoran semakin diketuk begitu keras, Indah mengambil handset agar suara Siren tak terdengar.
*****
Siren yang kini berada di luar rumah Indah, menggerutu kesal dengan berkata." Sialan, kenapa Indah malah menutup pintu rumahnya, kan aku belum selesai ngomong."
" Indah, buka cepat pintunya."
__ADS_1
Tidak ada suara maupun balasan dari rumah Indah, Siren terlihat kesal, ia membanting pintu rumah Indah dengan batu yang baru saja ia ambil dari halaman rumah.
"Cepat keluar, atau aku dobrak pintu rumah ini." Kecam Siren dengan mengancam.
Indah perlahan melihat ke arah jendela dalam rumahnya," benar benar tidak tahu malu dia, sudah teriak teriak, mana mau merusak rumah orang lagi.
Indah yang tengah memegang ponsel kini menelepon Rt di tempat rumahnya, agar bisa menyeret dan mengusir wanita bernama Siren itu.
Panggilan telepon pun kini tersambung, di mana Indah menelepon RT di kediamannya.
"Halo, Bu Indah."
Suara Pak Rt kini terdengar, Indah langsung membalas, " Halo pak, bapak bisa datang ke sini tidak?"
"Memangnya ada apa Bu Indah!?"
"Pak Rt di sini ada cewek gila ngamuk ngamuk, gedor gedor pintu pake batu, saya takut pak rt!"
"Ya sudah Bu Indah tenang dulu ya, saya akan segera ke sana."
"Cepat ya Pak Rt, saya takut orang gila itu nanti bikin rumah saya hancur."
"Baik, bu."
Panggilan telepon pun dimatikan sebelah pihak, Indah tersenyum sinis, tinggal menunggu bagaimana serunya Siren diusir karena disebut gila.
Teriakan semakin terdengar membuat Indah kini membalas," hancurkan silahkan, aku tidak akan membuka pintu rumah."
"Baik kalau itu maumu."
Siren semakin menjadi jadi, ia menghancurkan pintu rumah Indah, sedangkan Indah yang berada di dalam rumah menggerutu kesal, " Sudah dibilangin Mas Danu sudah tidak ada disini, dia tetap ngeyel, gila kali ya dia."
******
Tiga menit kemudian, suara motor berbunyi di luar rumah. Indah membuka gorden kaca rumahnya, melihat siapa yang datang. "Ternyata Pak Rt sudah datang. Sepertinya seru nih."
Lelaki tua yang menjadi Rt di kediaman Indah, kini menghampiri Siren.
"Maaf mbak, jangan mengamuk di sini."
Pak Rt mulai memegang kedua tangan Siren, dari belakang. membuat wanita itu meronta dan memarahi Pak Rt," Lepaskan saya."
"Sepertinya saya harus membawa kamu ke rumah sakit jiwa." Ucap Pak Rt, Siren yang mendengar perkataan itu kini membulatkan kedua mata, ia berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Pak Rt.
__ADS_1
"Heh, tua bangka. Aku ini nggak gila. Aku kesini ingin melabrak si perebut suami orang."
Indah dengan terburu buru keluar rumah, menghampiri Siren," Bohong, Pak Rt jelas jelas. Dia yang merusak rumah tangga saya."
Mendengar perdebatan kedua wanita dihadapannya, Pak Rt meminta untuk tetap tenang, lelaki tua yang menjadi Rt di kediaman Indah kini menyuruh Indah dan Siren ikut serta ke desa, untuk menjelaskan semuanya.
"Saya tidak mau, jelas jelas dia orang gila Pak Rt," tegas Indah.
"Saya juga tidak mau," tolak Siren.
Pak Rt menggaruk belakang kepalanya yang tak terasa gatal, karena melihat Siren tidak seperti orang gila yang diceritakan Indah, ia terlihat normal normal saja seperti wanita pada umumnya saat menjawab pertanyaan Pak Rt.
"Pak Rt, cepat tangkap dia, dia orang gila," perintah Indah, sudah muak dengan Siren yang berada di rumahnya dari tadi. Merusak pintu rumah.
Suara ponsel Indah berbunyi, dimana Danu meneleponnya. Dengan sigap Indah mengangkat panggilan telepon dari mantan suaminya itu.
"Halo, mas. "
"Halo Indah, mas."
Belum perkataan Danu terlontar semuanya, Sire tiba tiba berteriak, memanggil Danu." mas, tolong aku. Indah melakukan sesuatu kepadaku."
Indah mengerutkan dahi, Siren begitu pintar mencari kesempatan membuat sebuah fitnahan.
"Basi." Hanya itu yang dikatakan Indah.
"Indah sejak kapan Siren ada di rumahmu?"
"Sejak tadi mas, dia memfitnah aku bahwa aku menyembunyikanmu, dan lagi dia merusak pintu rumah. Asal kamu tahu dia memfitnahku bahwa aku mau merusak rumah tanggamu dengan Siren, coba deh ajarin dulu istrimu ini, aku sudah malas dan capek dengan istrimu ini."
"Ya sudah aku akan kesana, sekarang. Meluruskan fitnahan Siren."
"Cepat ya, mas. Disini juga ada Pak Rt, aku pengen istirahat. "
"Baik Indah, aku akan kesana sekarang juga."
Panggilan teleponpun dimatikan oleh Indah saat itu juga, sedangkan Siren hanya menatap tajam ke arahnya, "Dasar wanita tidak tahu malu, sudah di cerai juga sama Mas Danu masih saja berharap. "
"Heh, Indah aku tahu kelicikan kamu, pasti kamu membuat sebuah drama agar Mas Danu mempercayaimu kan."
Siren menampilakan wajah memelasnya didepan Pak Rt, agar lelaki tua itu bersimpati dan merasa kasihan terhadapnya.
"Sudahlah, jangan berdrama mejijikan seperti itu, kita lihat saja nanti. Mas Danu pastinya datang ke sini, dia juga akan menilai yang mana salah dan yang enggak. " Indah masih dengan percaya dirinya, ia tak takut dengan permainan licik Siren. Pastinya wanita itu akan mengadu domba.
__ADS_1
"Pak Rt lihatkan, si Indah itu songong. Dia itu wanita tidak punya malu, main rebut suami orang."
Fitnahan terus keluar dari mulut Siren, ia berusaha menyakini Pak Rt yang ada di kediaman Indah agar percaya padanya.