Dibalik Diamnya Mertuaku

Dibalik Diamnya Mertuaku
Bab 254


__ADS_3

Saiful memegang kepala dengan kedua tanganya, karena terkejut, cincin di atas meja hilang mendadak, ia mencari kesudut meja. Tak menemukan juga, sampai mengigat-ngigat letak cincin itu.


"Ya tuhan. Kemana cincin itu, padahal tadi jelas jelas aku menyimpannya di sini," gerutu hati Saiful.


Baju dan semua sudah siap hanya cincin yang belum ketemu, akhirnya Saiful keluar dari dalam kamarnya, ia mencari keberadaan ibunya berharap sang ibu dapat menemukan cincin yang akan ia bawa ke rumah Nita.


"Bu, ibu."


Teriakan beberapa kali dilayangkan oleh Saiful, berharap sang Ibu langsung datang menghampirinya.


Bu Nira berjalan dengan begitu terburu-buru menghampiri anak semata wayang," Ada apa Saiful tumben kamu berteriak-teriak manggil ibu?"


Pertanyaan sang ibunda membuat Saiful mengusap kasar wajahnya," Bu, Saya pun mau tanya? Apakah ibu melihat cincin dalam kotak kecil yang sengaja Saiful simpan di atas meja?"


"Mm, ini bukan?" tanya sang ibunda, menujukkan kotak kecil itu.


"Ya, kenapa bisa ada di tangan ibu!" jawab Saiful mengambil kotak kecil dari telapak tangan ibunya.


"Jelas, ibu sudah mengantinya, " ucap sang ibunda. Saiful langsung membuka kotak kecil itu.


"Loh, kok diganti sih, bu?" tanya Saiful melihat cincin yang diganti ibunya begitu indah.


"Ibu ganti cincin itu karena kecil, yang pas pada ukuran Nita ya cincin itu. Kebetulan sekali, ibu pernah lihat jari tangan Nita! " balas sang ibunda, ternyata Bu Nira begitu perhatian pada anaknya.


"Ini malahan lebih bagus dari pada cincin yang aku beli bu, memang ibu ini, ibu terbaik saiful, " ucap Saiful memeluk sang ibunda dengan begitu erat.


"Nantikan kalau cincinnya pas nggak malu maluin," balas Bu Nira pada anaknya.


Pelukan itupun kini terlepas, " ya sudah cepat pergi, nanti keburu malam."


Saiful menganggukan kepala, memberikan senyuman hangat untuk ibunya. Terlihat, ia pergi dengan raut wajah bahagia, menaiki motor kesayangannya.


Di dalam perjalanan menuju ke rumah Nita, Saiful menaiki motor dengan bernyanyi, dalam hatinya penuh harapan yang sangat besar.


Berharap Nita menerima lamarannya, hanya itulah harapan yang ia inginkan.


Tidak ada lagi selain hidup bahagia, bersama Nita?

__ADS_1


*******


Nita ternyata menyuruh kedua orang tua Lulu tinggal saja di rumahnya, karena perjalanan menuju ke hotel sangatlah jauh, apalagi mereka diharuskan untuk datang pagi-pagi ke rumah Nita.


"Ini punya rumah kamu sendiri? Oh ya ke mana kedua orang tuamu?"


Setiap kali orang menanyakan keberadaan kedua orang tua Nita, membuat gadis itu merasa sedih.


"Maaf sebelumnya, kedua orang tua Nita sudah meninggal dunia!"


Jawaban Nita, membuat Anna merasa bersalah, kalau saja ia tahu kedua orang tua gadis itu meninggal dunia, mungkin ia tidak akan bertanya.


Anna mendekat, nasib mereka berdua sama. Memegang bahu Nita dan berkata," maafkan saya sudah lancang menanyakan kedua orang tuamu."


"Tak apa? Sebenarnya saya tidak masalah menceritakan nasib kedua orang tua saya. Tapi jika menyangkut kematian kedua orang tua saya .... "


Nita malah menitihkan air mata, dia tak sanggup menceritakan kematian kedua orang tuanya kepada orang lain, mungkin orang itu akan sama seperti warga di kampungnya setelah mendengarkan cerita kedua orang tua yang difitnah menjadi seorang penipu.


"Kalau Kamu memang tidak sanggup bercerita, ya sudah saya tidak akan membahas lagi tentang kedua orang tua kamu, saya percaya kalau kedua orang tua kamu itu adalah sosok yang baik hati sama seperti kamu, Nita."


"Terima kasih, jika Ibu Anna berpikir baik tentang ibu saya."


Obrolan mereka terhenti, saat mendengar suara ketukan pintu.


Tok .... Tok .... Tok ....


"Ada tamu?"


Nita langsung menghampiri pintu depan rumahnya, melihat siapa datang.


Sebelum membuka pintu, Nita biasa membuka gorden terlebih dahulu. Mengintip dari balik jendela rumahnya.


"Saiful, ada apa dia datang ke sini?" hati Nita bertanya-tanya, tumben sekali di malam minggu ini ada sosok pria datang ke rumahnya.


Biasanya, setiap kali datang ke rumah Nita di hari minggu, semua pria langsung minggat begitu saja. Setiap kali Bu suci memberitahu mereka bahwa wanita adalah wanita pembawa sial.


Namun sekarang, entah kenapa. Bu Suci tidak terlihat sama sekali semenjak di kantor polisi.

__ADS_1


Saiful datang. Dan ternyata ada beberapa pria lagi datang ke rumah Nita, mereka seperti berlomba-lomba mendapatkan Nita.


Anna melihat Nita yang hanya mengintip dari balik jendela, penasaran. Karena pintu rumah belum juga dibuka oleh Nita sendiri.


"Aneh, kenapa dengan Nita ya. Kok dari tadi dia malah mengintip di balik jendela, bukannya membuka pintu rumah?" gumam hati Anna, berjalan ke arah Nita.


Saat Anna bertanya kepada Nita, gadis itu malah terkejut dan menutup gorden dengan terburu-buru,


Anna mengerutkan dahi dan kini bertanya kembali?" kenapa?"


Nita tampak bingung sekali harus menjawab bagaimana, karena di luar sana banyak lelaki yang mengantri untuk masuk ke dalam rumah. Sedangkan di rumahnya saat ini, ada seorang tamu yang begitu jauh.


"Nita, kamu ini kenapa?"


Pertanyaan Ana membuat Nita ragu, ia malah menutupi gorden dengan tubuhnya. Berharap jika Anna tak membuka gorden, untuk melihat para lelaki yang menunggu Nita di luar rumah.


Rasa penasaran terus menyeruak pada hati Anna, dengan terpaksa ia perlahan mendorong tubuh Nita, melihat apa yang sebenarnya terjadi di luar rumah.


Suara para lelaki kini terdengar kembali, Anna langsung membuka gorden, melihat siapakah yang datang.


Namun betapa terkejutnya wanita itu, melihat banyak lelaki yang menunggu Nita di luar rumah.


"Nita apa semua ini tidak salah, di malam minggu ini banyak lelaki yang datang ke rumah kamu?"


Pertanyaan Anna, membuat Nita sedikit bingung.


"Biasanya tidak butuh waktu 5 menit mereka sudah pergi, karena ada Bu Suci yang mengusir mereka. "


Anna mendengar keluhan Nita merasa bersedih, Kenapa bisa seorang wanita tua yang menjadi tante Nita selalu mengusir para lelaki yang ingin mendekati Nita.


"Padahal, Nita sudah dewasa dan cukup untuk menikah. Kenapa bibinya malah menyuruh lelaki yang mendekati Nita menjauh dan memfitnah keponakannya sendiri." Gumam hati Anna.


Pada akhirnya Anna membuka pintu rumah Nita, di mana Gadis itu terkejut, dan sedikit ragu.


Saiful dan yang lainya, berusaha masuk ke rumah Nita, untuk melamar gadis desa yang tak pernah berpacaran.


Anna begitu sigapnya membentak para lelaki itu untuk tidak ribut, apalagi masalah hanya karena ingin saling memiliki Nita.

__ADS_1


Saiful yang berada di luar rumah Nita, tak menyangka jika di malam minggu yang tak pernah Ia lalui, banyak sekali lelaki yang berdatangan hanya ingin menjadi pendamping Nita.


Apa seistimewa itu Nita?


__ADS_2