Dibalik Diamnya Mertuaku

Dibalik Diamnya Mertuaku
Bab 199


__ADS_3

Galih mendengar kabar Ainun diperkosa membuat ia panik dan merasa kasihan terhadap wanita yang dulu pernah singah di hatinya, ia ingin melihat keadaan Ainun. Tapi tak berani, karena takut tidak di izini oleh Anna.


Menahan napas, terasa sesak. Anna melihat kegundahan dan rasa gelisah pada raut wajah suaminya.


"kenapa?" tanya Anna, mendekat, memegang bahu suaminya.


"Anna, aku mendapat kabar dari Ainun. Bahwa dia di perkosa dan sekarang ada di rumah sakit, tengah menjalani pemeriksaan!" jawab Galih, mencoba menjelaskan semuanya pada sang istri dan berharap jika ia diizini untuk menjenguk mantan istrinya yang berada di rumah sakit.


"kasihan sekali Ainun, padahal kemarin dia sudah tenang dan hidup seperti biasa. Sekarang malah mendapat musibah seperti itu," ucap Anna, merasa kasihan dengan nasib mantan istri suaminya.


Galih kini memberanikan diri meminta Izin kepada Anna, untuk menjenguk mantan istrinya di rumah sakit. Saat kata kata dilayangkan dari mulut Galih, Anna tiba tiba merasakan rasa pusing pada kepalanya, rasa mual tak biasa. Membuat ia ingin mengeluarkan isi dalam perutnya.


"Anna, aku mau .... "


Belum perkataan Galih terucap semuanya, tiba tiba Anna berlari ke dalam kamar mandi, mengeluarkan isi dalam perutnya.


Galih merasa panik dengan keadaan istrinya yang tiba tiba mual mual, seperti pertanda jika Anna tengah hamil. Galih membantu sang istri memijat leher belakang dengan pelan, membantu mengeluarkan isi perut.


Terlihat sekali jika Galih, begitu panik. Ia berteriak pada para pelayan untuk membuatkan air hangat. Dengan sigap para pelayan membuatkan air hangat.


"Ini tuan." Menyodorkan pada sang majikan, perlahan Anna meminum air hangat yang dibuatkan para pelayan.


Rasa mual masih terasa dalam tubuh Anna, ia mencium bau wangi farpum pada baju salah satu pelayan di rumahnya.


"Kamu pake farpum, cepat pergi dari sini aku tak tahan." Teriak Anna, kepada para pelayan yang memakai farpum.


Galih berusaha menenangkan Anna, terlihat mood istrinya berubah ubah, menyuruh Marni untuk menelepon dokter," Marni, tolong hubungi dokter ya. Aku takut Anna kenapa-kenapa."


"Baik Tuan."


Para pelayan sudah menduga, sepertinya Anna tengah mengandung anak dari Galih.

__ADS_1


"Sepertinya Nona mau punya anak lagi deh," ucap salah satu pelayan yang baru saja keluar dari kamar Anna.


Lulu yang mendengar Anna tengah mengandung seakan menanam rasa iri pada hatinya, takut terkalahkan, takut tersaingi. Apalagi Lulu masih kecil dan tentunya butuh perhatian.


Anak kecil itu kini berjalan, melihat keadaan sang ibunda, mendekat dan berkata." mamah."


Anna masih merasakan mual, mengusir Lulu, " sayang, jangan dekat dekat ya. Mamah lagi nggak enak badan."


Mendengar hal itu Lulu merasa sakit hati, ia menundukkan wajah, pergi dari hadapan Anna. Perasaan anak kecil bernama Lulu terasa kacau balau, bagaimana tidak, saat menyakini diri untuk mendapat kasih sayang seorang ibu. Lulu malah terusir.


Radit, melihat sang adik tampak murung. Mendekat, berusaha menghibur Lulu dengan mencubit pipi camby adiknya.


"Gemes."


"Aw, kak Radit."


Lulu, mengerutkan bibirnya, tak terima dengan perlakuan kakaknya sendiri, ia menginjak kaki Radit dengan sengaja. Membuat anak kecil itu meringis kesakitan.


"Kenapa kamu malah menginjakk," ucap Radit, kedua mata Lulu berkaca kaca, tak tega melihat sang adik seperti ingin menangis.


"Lulu, mau kemana?" tanya Radit, menunjukkan raut wajah penyesalan di hadapan adiknya.


"Lepaskan tangan Lulu, " bentak anak berambut panjang dengan hidungnya yang mancung.


Radit berusaha menghentikan langkah kaki adiknya, menghalangi jalan agar sang adik tidak pergi begitu saja.


"Kakak ini kenapa sih, Lulu mau pergi. Kenapa ditahan."


Memajukkan bibir bawah dan atasnya, anak kecil itu melipatkan kedua tangan. Memperlihatkan kemarahannya kepada sang kakak, kedua pipi memerah. Ia dengan berani mendorong tubuh Radit." Awas."


Radit berusaha menyadarkan adiknya dari rasa kesal yang ia lihat," Coba katakan sama kakak kamu ini kenapa? Apa Mama memarahi Lulu, atau mama nyubit Lulu?"

__ADS_1


Lulu hanya menggelengkan kepala, ia tak menjawab apa yang ditanyakan Radit, terlihat kedua matanya nampak berkaca kaca, tangan sang kakak kini memegang dua bahu adiknya, berusaha bertanya kembali." Ayo katakan pada kakak apa yang kini kamu rasakan?"


Lulu menyingkirkan kedua tangan yang memegang bahu, dia berusaha mendorong sang kakak. Pergi meninggalkan tanpa berucap satu kata-kata pun.


"Lulu." Teriakan Radit tadi dengar sama sekali oleh Lulu, anak kecil itu terus melangkahkan kaki lebih cepat dari sebelumnya.


"Ada apa dengan Lulu, tidak biasanya dia seperti itu. " Gerutu Radit dalam hati, menarik napas. Ia berniat melangkahkan kaki menuju ke kamar sang ibunda.


Rasa curiga yang kini dirasakan Radit adalah Anna, mamahnya sendiri. Karena melihat Lulu seperti menyimpan dendam terhadap hal ibunda, setiap kali Radit bertanya tentang Anna.


Anak berumur belasan tahun melangkah melihat ke arah pintu kamar sang ibunda, terlihat sekali Anna setelah diperiksa oleh seorang dokter.


Dimana sang dokter memeriksa perut wanita itu, Radit mengerutkan dahi, di mana keringat dingin terus bercucuran. Ia penasaran dengan obrolan sang ibunda begitupun dengan dokter, melangkah bersembunyi di balik gorden kamar Anna.


Pada akhirnya, Radit bisa mendengarkan percakapan ibunya dengan seorang dokter, begitu jelas.


"Sebenarnya ada apa dengan istri saya, dok?" tanya Galih, merasa kuatir dan sedikit takut akan hasil pemeriksaan.


Dokter kini tersenyum, menyodorkan tangan ke arah Galih dan Anna." ini kabar yang sangat baik untuk kalian sekeluarga."


Anna menatap ke arah wajah sang suami, wajah mereka saling bertatapan kedua alis tanpa mengkerut, heran dengan apa yang dikatakan sang dokter.


"Maksud dokter apa, ya?" tanya Anna.


Dokter muda itu kini menjawab pertanyaan Anna, begitu jelas," selamat kalian akan mempunyai anak."


Mendengar hal itu, tentu saja membuat Galih senang dan bahagia. Anna hamil anak Galih, membuat rasa lengkap pada keluarga Galih saat ini.


Tapi tidak dengan Radit, anak berumur belasan tahun itu mengepalkan kedua tangan, merasakan kesal di dalam dada, pantas saja sang adik tampak ingin menangis. Ternyata Lulu mendengar kabar berita bawa ibunya tengah mengandung anak dari Galih. Ayah tiri Radit dan Lulu.


Kemungkinan besar Lulu syok berat, ia ketakutan kasih sayangnya kan terbagi, apalagi Lulu masih menjadi anak manja.

__ADS_1


"Ibu mengandung lagi, pantas saja Lulu begitu syok, kesal dan marah. Apa yang harus aku lakukan, jika benar ibu hamil anak dari papah Galih," gumam hati Radit.


Tiba tiba saja, gorden terbuka. Dimana Anna melihat sosok anaknya berdiri, dengan kedua mata membulat dan mulut mengagah.


__ADS_2