Dibalik Diamnya Mertuaku

Dibalik Diamnya Mertuaku
Bab 132 Masuk rumah sakit.


__ADS_3

Mengusap kasar air mata yang ternyata sudah lolos mengenai kedua pipi. Sakit yang memang kini dirasakan Anna, begitu terasa amat perih, mencoba menahan sesak di dada merasakan kejujuran dari seorang lelaki yang baru saja menikahinya beberapa hari yang lalu, mana ada wanita yang akan kuat menerima segala kejujuran yang baru diungkapkan oleh sang kekasih hati.


Apalagi kejujuran itu baru diungkapkan setelah Janji Suci dilayangkan, bagi Anna ini rasanya tak adil, seperti dunia sedang mempermainkan dirinya saat ini.


Berusaha menatap lelaki yang yang kini berada di sampingnya," Kenapa kamu baru katakan ini sekarang, Mas? Apa bedanya kamu dengan Mas Raka, kalian sama-sama baj*ngan."


Air mata yang awalnya seperti rintik-rintik hujan kini mengalir bak air sungai mengalir deras," kamu anggap aku ini apa? Mainanmu? Apa boneka untuk jadikan pajanganmu?"


Galih, merasa sangat menyesal dengan apa yang ia lihat di depan matanya sendiri. Tangisan Anna yang mampu menyakitkan hatinya." Anna, aku tidak bermaksud mempermainkanmu, Aku benar-benar sangat mencintai kamu Anna, dalam lubuk hatiku yang paling dalam ini. Tidak ada niatan untuk membuat kamu menderita. "


Anna terdiam setelah Galih menjawab perkataannya, ia menundukkan pandangan. seakan enggan menatap lelaki yang kini menjadi suaminya. Rasanya tak percaya akan penghianatan dan kebohongan yang selama ini ditutupi oleh Galih.


"Anna, Tolong dengarkan penjelasanku kenapa aku melakukan semua ini, Aku mempunyai alasan yang sangat kuat Anna?"


"Alasan apa lagi, Mas. Sudah jelas kamu membohongiku. " Nada suara Anna semakin meninggi, memperlihatkan kekecewaan yang sangat dalam dari raut wajahnya.


"Alasan aku itu, Ainun. " setelah mendengar suaminya mengatakan nama Ainun, Anna merasa jijik dikala mendengarnya.


"Ainun, dan Ainun lagi. Alasan kamu itu Ainun, lagi. Sebaiknya kamu ceraikan aku saja, jika kamu terus membahas mantan istri kamu itu, saat ini juga aku akan mengemasi barangku dan pergi dari rumah kamu. Mas Galih."


Seperti tersambar petir di siang bolong, permintaan cerai dilayangkan oleh Anna, Galih berusaha tenang dan merubah keadaan agar tidak tersudut akan emosi." Anna, dengarkan aku dulu."


"Dengarkan apa lagi, mas. Semua sudah jelas bukan, kamu .... "


Belum perkataan Anna terlontar semuanya, Galih, mencekram erat kedua lengan sang istri dan berkata. " Aku dan Daniel telah memperkosa Ainun. "


Deg ....


Tangisan seketika terhenti, Anna menatap lekat ke arah Galih, " kamu dengarkan aku dulu. Ainun depresi karena ulah Daniel dan aku, kami memperkosa dia secara bergantian."


"Daniel?"


"Ya, dia. Daniel, lelaki di masa lalu yang akan menjadikan kamu sebagai seorang istri. Yang ternyata dia itu seorang b*jing*n!"


Anna masih tak percaya dengan semua yang diceritakan Galih, " kamu bohongkan, kamu pasti bohong. Ini akal-akalan kamu, agar kamu tak tersalahkan."

__ADS_1


"Anna, aku sebagai suamimu ini, tak habis pikir. Di saat kamu masih tak ingat masa lalu. Masih saja kamu membela Daniel yang sudah mati. Apa karena kamu mempunyai kenangan yang indah bersama dia, sampai kamu seperti tak mempercayai perkataanku yang sebenarnya."


Tiba-tiba saja Anna merasakan rasa sakit yang sangat luar biasa pada kepalanya, bayangan dan juga ingatan terlintas dalam pikirannya. Wajah Ainun terlukis jelas, begitupun dengan Daniel.


"Jika kamu tak percaya akan perkataanku, silakan saja kamu tanyakan kepada Ainun. Dia juga akan tahu masa lalu tentang Danie dan juga aku. "


Galih. Berusaha menjelaskan semuanya dengan detail, menekan Anna agar mempercayai semua kata-katanya. Walau sebenarnya itu akan beresiko berat pada ingatan Ana yang sekarang.


*********


*Masa lalu yang terbayang dalam ingatan Anna.**


Bayangan Ana di dalam mobil bersama Daniel, di mana sosok wajah yang persis sekali dengan Ainun datang menghampiri mobil.


Daniel menyuruh Anna untuk duduk dan tak keluar dari dalam mobil. Karena ia beralasan akan menghampiri sahabatnya.


Di mana sosok wanita percis Ainun itu memarahi Daniel habis habisan, menunjuk-nunjuk sembari menangis seperti meminta pertanggung jawaban.


Anna ingin sekali tahu akan masalah yang dihadapi pacarnya Daniel, hingga pintu mobil dibuka dan saat itulah Daniel mendorong tubuh wanita percis dengan Ainun hingga terjatuh. Dengan terburu-buru Daniel pergi, masuk ke dalam mobil. Membuat Ainun kembali lagi menutup pintu mobil.


*******


Galih yang menyadari perubahan Anna, begitu panik. Membuat ia membopong tubuh istrinya, masuk ke dalam mobil untuk dibawa ke rumah sakit segera mungkin.


"Anna, bertahanlah. "


Anna masih saja menjerit merasakan rasa sakit di area kepalanya, membuat ia tak tahan.


"Mas sakit. "


Ingatan itu semakin kuat membuat bayangan Daniel kembali lagi pada ingatan Anna, masa lalu yang harusnya menjadi kenangan kelam, malah membuat raga tersiksa.


*******


"Anna, apa kamu mau menikah denganku?"

__ADS_1


Kata-kata Daniel terlintas lagi pada kepala Anna, membuat rasa sakit semakin menjadi-jadi. Senyuman terukir, dimana teragedi kecelakaan itu terjadi. Anna menyebrang berlari karena mendengar isu tak menyenangkan pada Daniel. Kedua insan bertengkar hebat, hingga keduanya saling terpental ke pinggir jalanan.


Tak ada orang satupun yang melihat kecelakaan itu terjadi. Daniel yang jauh terpental, membuat Anna berusaha bangkit, tapi apa daya, tangan dan tubuh Anna begitu lemas.


Hingga sosok seorang lelaki memakai jas kantor menghampiri Daniel. " tolong selamatkan kami. "


******


"Ahkk, sakit Mas." Teriak Anna kembali, membuat tangan yang mengendarai mobil bergetar ketakutan.


"Anna, bertahannya. Sebentar lagi, kita sampai kok. Kamu tenang saja."


Galih mencoba menenangkan Anna, berusaha membuat Anna melawan ingatan yang terus mengerogoti kepalanya.


Dalam perjalan menuju rumah sakit, Galih menyesal mengatakan kejujuran, jika kenyataanya resikonya begitu berat untuk Anna.


Akhirnya Galih berhasil membawa istrinya ke rumah sakit, para perawat datang untuk segera menangani Anna, perasaan cemas di rasakan Galih, ia mundar mandir ke sana ke mari, merasakan rasa tak karuan. Takut terjadi apa apa dengan istrinya.


"Anna, mudah mudahan tidak terjadi apa apa dengan kamu. "


Hingga suara ponsel berbunyi, Galih melihat nomor telepon dari rumah, membuat ia heran. Tak biasanya telepon rumah di pakai. Kalau ada ganguan darurat saja.


"Halo."


Terdengar suara manja lita Ainun memanggil Galih, membuat ia tentu saja kesal.


"Halo, Galih. Kamu kemana saja, aku kesepian di rumah. "


Rasa cemas dan kuatir terhadap Anna berubah, dimana Ainun membuat sesuatu yang tak di sukai Galih.


"Siapa yang sudah berani mengizinkan kamu memakai telepon rumah?"


"Galih, bukanya ini .... "


Lelaki bertubuh kekar dengan hidungnya yang mancung kini menyela ucapan Ainun." Cukup, aku tidak mau mendengar penjelasan kamu lagi."

__ADS_1


Galih mematikan panggilan telepon, membuat Ainun tentulah kesal dan merusak telepon rumah.


...****************...


__ADS_2