HUBUNGAN TERLARANG

HUBUNGAN TERLARANG
Bab 105 SALING MENGANCAM


__ADS_3

Rendi melepaskan pelukannya. Lalu menatap wajah sangar yang menatapnya dengan garang.


"Mas Rendi...!" gumam Tajab.


Tajab tak menyangka Tania bakal ketemu dengan Rendi di sini.


"Tajab...!"


Tajab mendekat. Dia langsung menarik tangan Tania dan menyembunyikan di belakang tubuhnya.


"Lepaskan dia Tajab! Dia milikku!" seru Rendi.


"Enggak, Mas Rendi. Dia istri juragan Tono. Papanya Mas Rendi," sahut Tajab dengan keras tapi sopan.


"Enggak Tajab. Si tua bangka itu yang mengambilnya dariku!" Rendi berusaha menggapai Tania.


Tania pun berusaha menggapai tangan Rendi.


Kejadian yang hampir sama persis dengan beberapa bulan yang lalu, saat Rendi dan Tania tertangkap basah di kamar hotel.


Tajab tetap berusaha mempertahankan Tania. Karena dia tak mau bermasalah dengan majikannya.


"Tajab! Lepaskan Tania! Dia milikku!" seru Rendi.


Tajab tetap tak mau melepaskan Tania.


"Tajab! Jangan sampai aku menggunakan kekerasan, ya? Atau aku akan teriak, biar security di sini menangkapmu?" ancam Rendi.


Tajab kebingungan. Bisa bonyok dia kalau sampai dikeroyok security.


"Begini aja, Mas Rendi. Nanti Mas Rendi ke rumah juragan Tono. Temui dia dan baicarakan baik-baik," saran Tajab.


Tajab juga tak mau dia disalahkan oleh Tono karena tak becus menjaga Tania. Dan kenyataannya Tajab memang tak menjaga Tania. Dia malah asik in the hoy dengan Linda.


"Rendi! Ada apa ini?" Monica, wanita yang bersama Rendi datang.


Rendi menatap wajah Monica. Belum sempat Rendi menjawab, Monica sudah mendekat dan mengecup pipi Rendi. Di depan Tania.


Rendi memalingkan wajahnya. Menghindari ciuman Monica. Tania pun melengos kesal.


"Kita pulang yuk. Katamu mama Sari udah nunggu kita makan siang," ucap Monica dengan santai.


Tania membelalakan matanya. Apa dia kekasih Rendi? Dan mamanya Rendi sudah tahu? Apa malah sudah menyetujuinya?


Linda pun datang mendekat sambil bertepuk tangan dengan senyuman penuh keculasan. Rupanya dia melihat kejadian itu dari kejauhan.


"Hebat! Hebat! Rupanya ini Rendi anak dari suamiku?"


Linda menatap wajah Rendi. Lalu berniat menyentuh wajah Rendi. Tapi Rendi segera menepiskan tangan Linda.


"Ups! Dia tidak mau di sentuh rupanya. Jangan jual mahal begitu, ganteng. Papamu aja sudah meniduri aku dan Taniamu itu bergantian tiap malam!"

__ADS_1


Linda menekan kata Taniamu biar semakin heboh. Karena dia tahu di situ ada wanita lain yang dia pastikan pacar Rendi.


"Heh! Wanita murahan! Jangan kamu samakan aku dengan si bandot tua itu!" sahut Rendi dengan geram.


"Wouw! Kamu menyebut aku wanita murahan? Lalu apa bedanya dengan dia!" Linda menunjuk ke arah Tania. Lalu mendekatinya.


"Dia juga telah menjual tubuhnya demi uang! Demi ini! Ini! Dan Ini!" Linda menunjuk semua yang dipakai Tania.


"Jaga omongan kamu, Pelacur!" Tania langsung naik emosinya.


Plak!


Plak!


Tania menampar pipi Linda dua kali. Linda langsung memegangi pipinya yang terasa perih dan panas.


Linda lupa kalau Tania punya hobi baru, yaitu menghajarnya.


Tapi kali ini Linda tak merasa takut.


"Bangsat kamu, Tania!" Linda berusaha menyerang Tania.


Tapi sayangnya Tajab langsung menarik tangan Tania dan kembali menyembunyikan di belakang tubuhnya.


"Lepaskan dia Tajab! Aku akan menghajarnya!" teriak Linda.


Rendi yang takut Tania terluka, melepaskan tangan Monica. Lalu menarik tangan Linda, mencengkeramnya dengan kuat dan memelintirnya.


"Auwh!" Linda memekik dengan keras.


"Tajab! Bantu aku!" teriak Linda.


Tajab hanya diam saja. Karena dia harus terus menjaga Tania, biar tak dibawa lari Rendi.


"Bangsat kamu, Tajab! Bisanya cuma naikin aku saja!" Linda yang kesal karena diacuhkan oleh Tajab, malah keceplosan.


Semua yang menatap Linda merasa jijik dengannya.


Tajab menundukan kepalanya. Dia sangat malu, karena Linda membuka aibnya.


"Ayo, Sayang. Kita pulang. Aku enggak jadi belanja deh. Pusing kepalaku." Monica menarik tangan Rendi.


"Tajab! Suruh si tua bangka itu menungguku!" seru Rendi sebelum akhirnya pergi bersama Monica.


Tania hanya bisa menatap mereka. Kini bukan Rendi yang merangkul wanita itu. Tapi wanita itu yang memeluk pinggang Rendi dengan erat.


Tania memalingkan wajahnya. Dia tak ingin semakin sakit lagi.


Linda bangun dan berdiri sambil memegangi kepalanya yang sakit. Badannya pun tak kalah sakit.


Linda menghampiri Tajab.

__ADS_1


Plak!


Linda menampar pipi Tajab. Rahang Tajab yang kokoh, membuat tamparan Linda tak terasa sedikitpun.


"Kurang ajar kamu, Tajab! Kenapa kamu malah melindungi dia, hah?" bentak Linda.


"Sudahlah. Kamu tak tau masalahnya. Ayo kita pulang," ajak Tajab.


"Kalian aja yang pulang! Aku mau belanja dulu!" tolak Linda.


Dia tak menghiraukan penampilannya yang sudah berantakan. Pipi yang memerah bekas tamparan Tania. Juga pakaian yang tak rapi lagi.


"Jangan ngeyel, kamu! Atau juragan Tono akan menghukummu!" Tajab menarik tangan Linda dengan satu tangan.


Tangan yang lainnya menarik tangan Tania.


Ya, Tajab menarik tangan dua istri Tono menuju ke mobil.


Asih yang dari tadi memperhatikan semuanya, berjalan cepat mengikuti mereka.


Kepala Asih pun merasa pusing. Dia yang belum tahu akar permasalahannya, bingung melihat kejadian tadi.


"Naik!" Tajab membuka pintu depan. Menyuruh Linda naik lebih dulu.


Lalu setelah Linda naik, dia membuka pintu belakangnya.


"Naiklah. Asih! Cepetan!" Tajab menyuruh Tania dan Asih juga naik.


Formasi yang sama dengan saat berangkat tadi. Tajab segera tancap gas. Mereka sudah pergi terlalu lama. Meskipun Tono belum menelponnya, tapi dia yakin bakal kena marah.


"Rendi! Rendi...! Sekarang aku tau siapa Rendi. Pantas saja kamu hafal banget pin ATM yang kau pegang. Rupanya kalian punya kisah cinta segitiga. Hahaha." Linda mulai ngoceh sambil tertawa.


Tania tak menghiraukannya. Pikirannya masih tertuju pada Rendi.


Benarkah Rendi akan datang menemui papanya? Lalu membawanya pergi? Dan keluar dari rumah itu?


"Ganteng sekali si Rendi itu. Tapi kenapa kamu memilih bapaknya yang tua bangka? Karena uangnya lebih banyak, hah?" Linda terus saja mengoceh.


Sebenarnya Tania ingin sekali menjambaknya dari belakang. Tapi dia tak mau mengganggu konsentrasi Tajab yang lagi nyetir.


"Kamu bisa diam enggak!" bentakTajab. Dia sangat kesal pada Linda.


"Hh! Kenapa kamu membentakku, Baby?" Linda membelai rahang kokok Tajab.


Tajab melengos kesal. Linda benar-benar menyusahkannya. Meski tadi sudah memuaskannya sampai tiga ronde.


"Heh! Tania. Aku akan bilang pada Tono kalau kamu malah kencan dengan Rendi! Biar kamu dihukum oleh Tono. Hahaha." Linda tertawa terbahak-bahak.


"Dan aku juga akan bilang sama Tono kalau kamu malah pergi sama Tajab!" sahut Tania tak mau kalah.


Glek!

__ADS_1


Tajab menepuk jidatnya. Kalau sampai mereka saling mengadu pada juragannya, dialah satu-satunya orang yang akan kena hukuman dari Tono..


__ADS_2