
Dirumah Karen
Karen menemani Jenny dengan gelisah, bolak balik dia mengecek suhu jenny. Jenny pun tdk dpt tdr nyenyak,nafasnya cepat tdk beraturan.
Karen semakin tidak sabar,
oh seandainya dia tdk ceroboh menceburkan hpnya ke selokan mgkn dia tdk segelisah ini. dia bs lgsg menghub raymond atau mmbawa sndiri jenny ke rumah sakit.
Karen membuka pintu menengok ke arah tetangga, berpikir jika mungkin ada yg bs dia mnta tolongi utk menghub suaminya.
sayangnya nihil...
Sonia Satu2ny tetangga terdekatnya, sdg bekerja di jam2 segini, begitupun yg lainnya. jarang yg ad dirumah.
Karen balik lagi menuju kamar Jenny saat dia terkejut didapatinya Jenny sedang
kejang......
tanpa pikir panjang Karen langsung mengangkat tubuh Jenny,menggendongnya keluar rumah.membawanya sambil setengah berlari ke arah jalan raya.
yg ad dipikirannya saat ini adalah dia harus membawa jenny segera ke rumah sakit entah bagaimana caranya.
Dia stngh berlari sambil menggendong jenny,mencoba mencari tumpangan ke rumah sakit. tapi meskipun dia merasa sdh jauh berlari belum ada satupun kendaraan ataupun orang yg bs dia mnta tolongi.
__ADS_1
Ditempat lain...
Titan hendak menemui raymond utk melengkapi kebutuhan perlengkapan kantor dipabriknya yang baru, ketika dia melupakan berkas2 yg mesti dia bawa utk memudahkan urusannya itu.
Dia memutuskan utk kerumahnya dulu sebelum ke kantor raymond.
Titan melajukan mobilnya hendak pulang mengambil berkasnya yg tertinggal, ketika hmpir sampai dia melihat seorang wanita yg mencegatnya sambil menggendong anak.
Titan langsung menghentikan laju mobilnya.
Dia membuka jendela dan bertanya pada wanita itu.
" iya, ada yg bs saya bantu? "
"nama saya karen pak, dan ini anak saya jenny. dia mengalami kejang. bisakah bapak mengantarkan kami kerumah sakit? "
Titan langsung membuka pintunya keluar mobil "tentu saja Karen, mari sebelah sini"
Titan membukakan pintu belakang mempersilahkan Karen duduk. Sangat sopan dan peduli.
Titan kembali ke kursi pengemudinya, lalu melajukan mobilnya. "maaf Karen, tapi ak bukan org asli sini,bisakah kamu pndu ak jalannya ke rumah sakit yg kau tuju? " tanya Titan.
"iya, dari sini lurus saja nanti kalau akan berbelok sy akan memberitahu bapak"
__ADS_1
"panggil saja ak Titan" Titan lalu melajukan mobilnya sesuai dengan instruksi Karen.
Karen nampak begitu panik dan semrawut. dia tdk memikirkan penampilannya sama sekali, yg ad dipikirannya hanya bagaimana agar jenny segera ditangani dirumah sakit.
"perempatan depan itu belok kiri Titan" kata Karen.
merekapun tiba dirumah sakit,Titan bergegas keluar mobil membukakan pintu Karen.
"terimakasih Titan"
"iya,mari ak antar"ternyata Titan tdk hanya berhenti sampai disitu. dia turut mengantar Karen ke ruang ugd.
"tolong pak, anak ini demam tinggi dan tadi kejang" Karen meminta tolong pada petugas medis diugd.
merekapun lgsg memberi tindakan pada Jenny. sambil memberi beberapa pertanyaan.
"panasnya sdh berapa hari? " tanya petugas medis sambil memeriksa suhu Jenny
"panasnya baru td pagi bu, saya lgsg mmberinya paracetamol. tp panasnya tdk knjung berhenti malah tiba2 kejang" petugas medis itu mengangguk.
"baik, smntara kmi mnangani anak ibu, ibu atau suami ibu bs mngurus pndftrnnya dsblh sana? " kata petugas medis itu melirik titan.
Titan dan Karen pun saling brpandangan, stngh kget mncerna kata2 petugas itu. belum sempat mnyanggahnya, petugas itu lgsg pergi mngmbil alat2 inpus.
__ADS_1
Karen nmpak bngung "kau pergilah mngurus pndftrn, biar ak dsini mnemani jenny"Karen mngangguk lalu bergegas kepndftrn.