
"oh tdk, hp ku!! " Karen berteriak.
dia jongkok dpinggir selokan.
tanpa pikir pjg tangannya lgsg msk kdlm selokan sembari meraba2 menyusuri air didlm selokan yg warnanya hitam pekat, mencoba mencari hpnya.
yup,tangannya menyentuh benda yg bentuknya mirip sprti hpnya.
"gotcha!! " dia menemukannya, tp dengan rupa yg tdk karuan. dia tertunduk lesu,
"Ya Tuhan, knp ak ceroboh sekali. skrg bagaimana ini"gumam Karen.
Karen masuk kedalam rumah sambil membawa hpnya. Dia mengelap setiap bag hpnya dgn tisu,
"nnti coba ak perbaiki sekalian mnjmput james" gumam Karen dalam hati.
Dia lalu melanjutkn beberes rumah, sampai ia menyadari bahwa jenny sedari td blm jg bangun. tidak biasa2nya jenny tdr selama ini.
Karen menghampiri kamar jenny, hendak membangunkannya.
Karen terkejut dengan suhu panas jenny.
dia mnyentuh dahinya utk memastikan. muka Karen agak panik dia beranjak dari tempat tdr menuju kotak obat utk mengambil termometer.
Karen meletakkan termometer diketiak jenny. dan menunggu beberapa saat sampai alat itu berbunyi.
beberapa saat kemudian trdgr bunyi
"bip bip... bip bip" dari alat itu.
__ADS_1
Karen mengambilnya lalu memeriksanya. tertera angka 38© pada alat tsb. dia kembali menuju kotak obat, utk mngmbil paracetamol.
Karen mbangunkan Jenny perlahan, Jenny mengerjap agak lemas.
"sayang, minum obat dulu yuk. biar badannya agak enakan. "
Karen menuangkan obat kegelas takar sesuai dosis yg tertera. lalu meminumkannya pada Jenny. bersyukurnya Jenny tipe anak yg mnum obatnya gmpang.
Karen kmbli mmbaringkn badan Jenny.
Jenny nampak gelisah dan tidak nyaman.
Karen tdk mau beranjak sedikitpun dari tempat tdr jenny. seandainya tdk ad insiden hpny trcebur diparit dia pasti sdh menghubungi raymond daritadi. Dia pun khawatir, takut trjadi apa2 dgn jenny. bingung,apa yg msti dia lakukan.
Karen trs berdoa semoga kekhawatirannya tdk trjadi. paling tdk sampai raymond plg nanti.
........
Terlihat Titan sangat sibuk mngecek pembukaan pabriknya yg baru yaitu pt dexa. Ia terlihat mondar mandir mengecek persiapan bahan baku dan mesin2 yg akan digunakan utk operasional pabriknya nanti. Tidak lupa dia jg ikut mengawasi jalannya perekrutan karyawan operasional pabriknya itu.
Titan didampingi dengan asistennya Robert yg dia ambil dari pabriknya yg dijakarta. Robert jg mmpunyai andil besar dalam pendirian pabrik ini. Dia yg slama ini mnjlnkn perintah dari Titan lgsg. Dan menjadi jembatan antara Titan dan karyawannya yg lain. mgkn bs dibilang kalau Titan itu direktur, Robert ini manajernya. kurang lbh sprti itu.
"untuk pembukuannya bgmn, anggarannya bgmn? apakah sdh dibuat , yg utk pembiayaan membeli bahan bakunya, dan biaya penyusutan mesinnya. sdh ada laporannya blm? "tanya Titan pada Robert sembari berjalan di sepanjang lorong pabrik menuju kantor setelah sepagian mondar mandir mngecek pabrik.
Titan lelaki yg sangat bertanggung jawab, meski dia salah satu pemilik saham ini. dia tdk segan utk mengecek lgsg bagaimana operasional pabriknya.dexa adalah pabrik tekstil trbesar kedua yg ada diSolo rencananya.
Robert mempersilahkan Titan utk menuju ke sebuah ruangan, terlihat ada dua wanita yg sama2 sibuk mengetik di layar komputer mereka masing2.
"Teman2, perkenalkan ini Pak Titan Direktur pabrik Dexa"
__ADS_1
"Pak Titan, ini Sheila dan ini Sonia. mereka bekerja di bagian administrasi keuangan. jadi nanti yg berkaitan dgn anggran dlsg mereka yang bertanggung jawab pak. "
Titan memperhatikan kedua wanita yg berdiri didepannya. Sama2 cantik dan sama2 pintar. Dia mengangguk lalu menyalami mereka berdua. Mereka berdua kembali duduk.
Robert berjalan menuju meja Sonia,
"Sonia, laporan anggaran pembelian bahan baku dan penyusutam mesin sdh km buat?
"sudah pak robert" Sonia menyerahkan map ke atasannya tsb.
"silahkan anda cek terlebih dahulu" Robert menerima laporan anggaran yg ditanyakan Titan. Robert menghampiri Titan yg trlihat sdg mngecek kesekiling ruangan. Lalu memyerahkan map yg Sonia berikan. sambil menunggu Titan memeriksa laporannya,diam-diam Sonia memperhatikan atasannya tsb.
Wajahnya hampir tanpa cela, tampan,,hidung mancung, dgn bibir yg terlihat begitu pas dgn wajah Titan. kulitnya coklat sawo matang dan sangat maskulin.
Hari itu Titan memakai kemeja krem dgn lengan sdikit digulung dan celana kain hitam, pnampilannya tdk bgtu formal namun ttp berwibawa. Sikapnya tegas,santun, dan berwibawa. Meskipun Sonia dan Sheila bawahannya tapi dari caranya menatap, dia lbh menganggap mereka berdua adalah partner yg kedudukannya setara dgnnya.
Tidak heran Pak Robert kelihatan begitu menghormatinya. pikir Sonia.
benar2 pria idaman..,sdh kaya, pekerja keras, tampan pula.Apalgi ditunjang dgn tubuhnya yg tinggi dgn bahu yg kekar,wah....
dijamin mmbuat wanita yg mlht klepek2.
sepertinya pria ini suka berolahraga. terlihat dari bentuk tubuhnya proposional. pikir Sonia.
Pak Robert kmbli mnghampiri Sonia,,
"ad yg msh blm slsi ya Sonia, yg bagian pengadaan kelengkapan kntor? " Tanya Robert
"iya pak krn bag atk msh menunggu prjanjian krja sama dgn perusahaan x" jawab Sonia
__ADS_1
"bagaimana kalau kita lgsg menuju ke perusahaan x saja utk menanyakan lgsg ttg perjanjian itu, siapa yg bertanggung jawab disana" Titan menyela percakapan Sonia dan Robert agk tdk sabar. Krn targetnya hari ini semua kelengkapan hrs sdh slsi jg laporannya.
"Pak Raymond pak, baik pak saya buat janji terlebih dahulu jika anda ingin menemui beliau" Titan mengangguk.