HUBUNGAN TERLARANG

HUBUNGAN TERLARANG
Bab 139 MENCARI RUMAH MIKE


__ADS_3

Tono mengantarkan Sari pulang.


"Kamu pulangnya gimana?" tanya Sari.


"Yadi mana? Suruh dia mengantarkan aku," jawab Tono.


"Sebentar, aku panggilkan." Sari berjalan masuk ke rumahnya.


Tono hanya menunggu di luar. Dia capek sekali. Inginnya istirahat di rumah Sari. Tapi urusannya masih banyak.


"Yadi...!" panggil Sari.


"Iya, Bu," sahut Yadi.


"Kamu antar bapak pulang ke rumahnya. Pakai motorku. Kalau udah, kamu balik lagi ke sini!" perintah Sari.


"Iya, Bu. Siap. Tapi kalau boleh tau, semalam Ibu enggak pulang, kemana ya? Si Sri bingung nyariin Ibu," tanya Yadi.


Sri yang mendengar Sari pulang pun, segera datang.


"Rendi kecelakaan. Sekarang masih di rumah sakit. Udah, aku mau istirahat dulu. Capek." Sari bergegas masuk ke kamarnya.


"Ya Allah. Mas Rendi kecelakaan?" tanya Sri, sambil menutup mulutnya dengan tangan.


"Mana aku tau?" Yadi mengangkat bahunya.


"Aku mau anterin juragan Tono dulu ke rumahnya. Emang rumahnya di mana, Sri?" tanya Yadi pada Sri.


"Mana aku tau? Memang aku pernah ke rumahnya?" sahut Sri sambil mengangkat bahunya.


"Dasar nyebelin kamu, Sri!" Yadi langsung ke depan menemui Tono.


"Juragan mau diantar kemana?" tanya Yadi.


"Ke rumahku. Nih, kunci motornya," jawab Tono sambil menyerahkan kunci motor Sari.


"Kalau boleh tau, rumahnya Juragan dimana?" tanya Yadi.


Sejak bekerja di rumah Sari, tak sekalipun Tono memberitahukan rumahnya.


Bahkan Sari tau rumah Tono, dari Rendi. Itupun belum pernah sekalipun masuk ke dalamnya.


"Di jalan merdeka no 10. Udah cepetan. Aku ngantuk," ucap Tono.


"Siap, Juragan." Yadi segera menyalakan motor Sari dan melaju menuju alamat rumah Tono.


Sementara pagi tadi, rombongan Danu berangkat mencari Tania.


Alamat yang dituju pertama kali adalah rumah Mike. Sahabatnya Tania. Mereka menuju ke komplek perumahan Permata.


"Rumahnya nomor berapa, Bu?" tanya Danu yang duduk di sebelah Diman, pada Eni.


"Ya...aku enggak tau, Pak," jawab Eni.


"Lha, terus gimana kita nyarinya? Bloknya juga kamu enggak tau?" tanya Danu lagi.


"Enggak!" jawab Eni tanpa rasa bersalah.


"Kamu gimana sih, En. Bilang dong dari tadi, kalau kamu enggak tau!" omel Widya.

__ADS_1


"Ya aku kan taunya nama kompleknya doang," sahut Eni.


"Ya udah, kalau begitu, kita coba tanyain ke satpam komplek. Udah terlanjur sampai di sini juga. Siapa tau ada yang kenal." Diman menengahi.


"Man, telpon lu bunyi tuh," ucap Danu.


"Biarin ajalah. Paling juga juragan Tono," sahut Diman.


"Lah, kok malah lu diemin?" tanya Danu.


"Daripada diangkat malah diomel-omelin?" jawab Diman.


"Iya, juga," sahut Danu. Lalu dia pun mau pura-pura tidak denger kalau Tono menelponnya.


"Tuh, ada satpam komplek. Tanya gih!" suruh Diman pada Danu.


"Kok gue?" protes Danu.


"Lha siapa lagi. Masa iya gue? Udah nyupir, masih disuruh nanya-nanya!" sahut Diman.


"Udah sana kamu nanya, Dan. Tinggal nanya aja, bingung amat?" Widya ikut menyuruh Danu.


"Nanyanya gimana?" tanya Danu bingung.


"Yaelah, Pak. Nanya rumahnya Mike dimana? Udah gitu aja!" Eni ikut ngomporin.


"Terus kalau ditanya....." Belum sempat Danu selesai ngomong, Widya langsung nyemprot.


"Turun enggak, kamu?"


"Iya, Mba. Galak amat sih!" Danu terpaksa turun dengan kesal.


"Gitu amat gimana?" Eni balik bertanya.


"Bego! Hahaha." Diman ngakak.


"Heh!" Widya mendorong bahu Diman.


"Sekali lagi kamu bilang adikku bego, aku turunin kamu di sini!" bentak Widya.


Eni hanya menangkup mulutnya menahan tawa.


"I...Iya, Mba. Maaf....maaf!" ucap Diman.


Busyet deh, galak banget nih gajah! Pantesan adiknya jadi bego, tiap hari digalakin mulu. Batin Diman.


"Selamat pagi, Pak. Saya mau nanya, apa Bapak kenal yang namanya Mike?" tanya Danu pada satpam yang berjaga.


"Mike siapa, ya?" tanya satpam itu.


Tuh, kan. Gue kagak tau jawabannya. Pada kagak percayaan sih. Danu menggaruk kepalanya dengan kesal.


"Saya enggak tau namanya Mike siapa. Dia dulu teman sekolah anak saya. Nah, sekarang anak saya kabur. Siapa tau dia ngumpet di rumahnya Mike!" cerita Danu.


"Soalnya di sini ada dua yang namanya Mike. Yang satu Mike artis. Yang satunya Mike anak kuliahan. Nah, yang temen anak Bapak yang mana?" tanya satpam.


"Kayaknya bukan yang artis deh. Kalau itu, istri saya pasti kenal. Coba yang anak kuliahan aja deh, Pak," jawab Danu. Dia udah kayak milih cewek panggilan saja.


"Kalau yang anak kuliahan, rumahnya di blok B nomor 10. Kalau mau kesana, buruan. Soalnya sebentar lagi orangnya berangkat kuliah," sahut satpam itu.

__ADS_1


"Oke, Pak. Siap. Blok B nomor 10 ya?" Danu langsung kembali ke mobil. Saking buru-burunya dia sampai lupa mengucapkan terima kasih.


"Lama amat! Dapat alamatnya kagak?" tanya Diman.


"Dapetlah. Gue...!" jawab Danu dengan sombongnya.


"Blok apa?" tanya Diman.


"Blok B nomor 10," jawab Danu.


"Beneran itu alamatnya?" tanya Widya.


"Katanya gitu. Itu alamat Mike yang anak kuliahan," jawab Danu.


"Lah, emang ada Mike yang lain?" tanya Diman, sambil nyari letak blok B.


"Katanya ada. Mike artis!" jawab Danu.


"Hah? Mike artis?" Eni langsung melongo.


"Iya. Tadi katanya satpam gitu," sahut Danu.


"Alamatnya dimana, Pak?" tanya Eni penuh semangat. Maklum, Mike yang jadi artis, sinetronnya lagi naik daun.


"Mana aku tahu...!" jawab Danu.


"Kenapa enggak nanya sekalian sih, Pak? Kan aku bisa minta foto bareng," sahut Eni. Menyesali suaminya yang bego.


"Jam segini artisnya masih bau iler kali, Mbak! Hahaha," sahut Diman, lalu tertawa ngakak.


"Udah tuh, kita masuk blok B. Nomor berapa tadi?" tanya Widya. Ternyata Widya lebih fokus ke jalanan, daripada obrolan receh Eni.


"Nomor sepuluh!" jawab Danu.


Widya mulai mengurutkan nomor rumah di blok itu.


"Nah, tuh rumahnya!" Diman melihatnya lebih dulu.


"Udah sana, siapa yang mau turun?" tanya Diman.


"Aku aja deh. Kali aja alamatnya ketuker sama Mike yang jadi artis. Kan lumayan, bisa foto bareng. Bisa dipajang deh, di salonku," sahut Eni.


"Berisik, kamu! Ayo, aku temenin!" Widya ikut turun juga. Dalam hati, Widya berharap bisa ketemu sama artis juga.


Ting tong!


Eni menekan bel di depan pintu gerbang.


"Gede banget rumahnya ya, Mba. Pasti ini beneran rumahnya Mike yang artis itu," ucap Eni penuh harap.


Dito yang kebetulan mau mengantar Mike ke kampus, membukakan pintu gerbangnya.


"Cari siapa?" tanya Dito.


Dito hanya sekali ketemu dengan Eni. Sewaktu dia ngapelin Tania, saat pedekate dulu. Jadi dia tak mengenali Eni.


"Saya cari Mike yang artis sinetron!" jawab Eni.


Saking berharapnya ketemu dengan artis yang sinetronnya lagi naik daun, Eni malah salah omong.

__ADS_1


"Maaf, anda salah alamat!"


__ADS_2