HUBUNGAN TERLARANG

HUBUNGAN TERLARANG
Bab 94 MONSTER BATU


__ADS_3

Linda langsung merebut piring yang sudah di tangan Tania. Spontan Tania menariknya. Hingga tarik menarik piringpun tak terelakan.


Hingga akhirnya piring itu jatuh dan masuk ke mangkuk besar yang berisi kuah sup panas.


Byur!


Kuah sup muncrat mengenai muka Tono yang sedang membelalakan mata melihat adegan tadi.


"Aakkhh!" teriak Tono.


Tania dan Linda pun ikut berseru.


"Aahhkk....!" teriak dua istri Tono bersamaan.


Tania menutup mulut dengan kedua telapak tangannya. Dia tak mengira sama sekali.


Tania mencari tissue, lalu dikasihkan pada Linda. Linda langsung mengelap muka Tono.


"Kurang ajar, kalian!" seru Tono.


Linda segera membersihkan muka Tono dengan tissue.


"Dia itu yang sengaja melakukannya, Beib." Linda berusaha menyalahkan Tania.


"Kamu yang merebutnya!" jawab Tania, tak terima disalahkan.


"Kamu yang menariknya!" Linda pun tak mau kalah.


"Sudah! Sudah!" Tono merebut tissue yang dipegang oleh Linda.


"Kalian berdua, masuk kamar! Tak ada makan siang untuk kalian!" teriak Tono.


Tania mendengus kesal. Dia yang tak merasa bersalah, malah kena akibatnya.


Lalu Tania segera beranjak dari kursinya, dan berjalan menuju ke kamarnya. Dia tak mau kalau Tono yang menyeretnya kalau dia tak juga masuk kamar. Bisa-bisa dikuncinya dia seharian di kamar.


"Tunggu apa lagi, kamu?" Mata Tono menatap tajam pada Linda yang masih duduk.


"Aku laper, Beib," sahut Linda dengan manja. Dia pikir, dengan begitu Tono akan terbuai olehnya.


"Aku enggak peduli! Masuk kamar!" teriak Tono lagi.


"Tapi, Beib...." Linda mulai merengek.


Tono berdiri dan menarik tangan Linda. Dan dengan kasar, Tono terus menarik tangan Linda.


"Beib, sakit...." Linda meringis, karena Tono tak hanya menarik tangan Linda, tapi mencengkeram lengannya dengan kuat.


Tono tak mempedulikan rengekan Linda. Dia seperti orang yang sedang kemasukan setan.


Sampai di kamarnya, Tono mendorong tubuh Linda dengan keras. Hingga Linda limbung.


Lalu Tono mengambil kunci pintu dan menguncinya dari luar.

__ADS_1


Ceklek!


Linda langsung berbalik. Dia menggedor-gedor pintu.


"Hey! Buka pintunya! Beib...! Buka pintunya!"


Linda terus saja menggedor pintu. Tapi Tono yang langsung turun, tak mendengarnya.


Dari dalam kamarnya, Tania yang sudah hafal tabiat Tono, tersenyum penuh kemenangan. Karena dia bebas dari kurungan Tono.


Tania sudah mengunci pintu kamarnya sendiri dari dalam. Dan mengantongi kuncinya.


Dia tak mau, Tono masuk ke kamarnya dengan kunci cadangan, lalu mengambil kuncinya.


Tania bosan kalau sampai dikunciin lagi. Sudah terlalu sering dia merasakan. Bukan cuma menahan lapar, tapi juga menahan rasa kesal.


Tono masuk ke kamar mandi di lantai satu. Dia membersihkan mukanya yang lengket juga terasa panas kena cipratan kuah.


Mukanya semakin aneh saja karena menahan rasa kesal pada kedua istri kecilnya.


Setelah selesai, Tono kembali ke ruang makan. Dia menikmati makan siangnya sendirian.


Asih dan Yahya yang menyaksikan semua kejadian tadi secara diam-diam, hanya saling pandang dan menahan ketawa.


Yahya yang tak kuat menahan rasa ingin tertawanya, memilih keluar lewat pintu belakang.


Asih tak bisa menyusul, karena kalau Tono berteriak meminta sesuatu, dia harus langsung mendengarnya.


Bisa dapat hukuman yang lebih berat kalau sampai tak ada yang mendengar teriakan Tono.


Selesai makan, Tono naik dan masuk ke kamarnya. Dia melihat Linda lagi menonton televisi di atas tempat tidur.


Tono tak menyapanya sama sekali. Dia malah berganti pakaian.


"Beib. Aku laper," ucap Linda.


Tono tak mempedulikannya. Seperti yang dulu selalu dilakukannya pada Tania. Meski Tania merengek, tak ada sedikitpun rasa kasihan.


Tono sudah berubah jadi monster batu.


Tono merapikan pakaian dan rambutnya di cermin besar.


"Beib....kamu denger enggak sih?" Linda beranjak dari posisinya tiduran.


Tono tetap tak peduli.


Linda mendekat dan memeluk pinggang Tono dari belakang. Tono hanya diam, tak bereaksi.


Linda berusaha menggoda Tono dengan menggeser-geserkan dadanya di punggung Tono. Tangannya juga menggerayang kemana-mana.


Tono yang tak bisa menahan hasrat kalau digoda seperti itu. Langsung membalikan badan.


Tono menghela nafas. Berusaha menahan diri. Tapi Linda terus saja menggodanya. Bahkan membuka beberapa kancing bajunya.

__ADS_1


Tono membelalakan matanya. Sebuah pemandangan indah terpampang di depannya.


Linda semakin menggoda Tono. Dibukanya lagi sisa kancing bajunya. Lalu pengait bra nya.


Tono masih berusaha menahan diri.


Linda memainkan sendiri aset indah miliknya sambil sesekali mendesah.


Dada Tono naik turun, dia masih berusaha menahannya.


"Aakkhh....!" Linda mendesah sendiri. Merasakan sensasi remasan tangannya sendiri.


Lidahnya berkali-kali dia julurkan sambil membasahi bibir seksinya. Linda bermain bak penari erotis yang sedang menggoda calon mangsanya.


Tono tak tahan lagi. Lalu dia mendorong tubuh Linda hingga jatuh terlentang di atas tempat tidur.


Tanpa menunggu lagi, Tono menaiki tubuh Linda. Dan mulai menyalurkan hasratnya yang dari tadi ditahannya.


Kali ini, karena Tono sudah kelelahan oleh permainannya tadi sebelum makan siang, tak terlalu buas.


Tono bermain dengan cukup lembut. Membuat Linda terbuai. Tak ada rasa sakit lagi. Meski di beberapa bagian tubuh Linda masih terasa perih.


Tania yang keluar ingin mengambil air putih, matanya menatap dua manusia yang sedang bergulat tanpa sehelai benangpun.


Tono tadi tak sempat menutup pintu kamarnya. Karena dipikirnya, dia akan langsung pergi begitu selesai berganti pakaian.


Dari tempatnya, Linda sempat melihat Tania. Dia meledek Tania dengan semakin memacu gerakannya.


Dia pikir Tania akan cemburu padanya. Tapi sayangnya Tania hanya mengedikan bahu, lalu turun ke dapur.


Tapi sebenarnya jantung Tania berdegup dengan kencang.


Setelah selesai minum dan membawa botol air putih ke atas, Tania menoleh lagi ke dalam kamar Tono.


Dua manusia menyebalkan itu sudah terkapar.


Hiih...!


Tania memalingkan wajahnya, karena dia bisa melihat aset dua manusia gila itu terpampang dengan jelas.


Tania buru-buru masuk ke kamar dan mengunci lagi pintunya.


Sebagai manusia normal, Tania merasakan ada yang basah di bagian bawahnya.


Tania segera ke kamar mandi dan melihatnya.


"Ah, sialan. Kenapa aku jadi terpengaruh begini?" desis Tania. Lalu dia membuka ****** ***** dan membasuh miliknya yang sedikit lengket.


Tania melepas dan berganti ****** *****. Berkali-kali dia merutuki otaknya yang terkontaminasi oleh pemandangan menjijikan tadi.


Dasar manusia-manusia tak ada puasnya. Tadi sudah melakukan, sekarang masih melakukannya juga.


Apa enggak dol itu lubangnya Linda. Sehari dipakai berkali-kali. Batin Tania.

__ADS_1


Tania kembali ke atas tempat tidur. Untung saja, dia bisa mengalihkan pikirannya dengan tontonan film kartun kesukaannya.


Hanya itu yang bisa Tania lakukan. Karena ponselnya belum bisa digunakan. Baru bisa on saja. Datanya habis dan Tania belum bisa keluar untuk membeli kuota.


__ADS_2