HUBUNGAN TERLARANG

HUBUNGAN TERLARANG
Bab 126 TAMU YANG TIDAK SOPAN


__ADS_3

Sepulang dari rumah Rendi, Monica mencari Dito di kosannya. Tapi sampai di sana, ternyata kamar kos Dito kosong.


"Hallo, Dito. Kamu di mana?" tanya Monica di telpon.


"Gue lagi di rumah Mike. Ada apaan?" tanya Dito.


Seperti biasanya, sepulang kuliah, Dito seringnya di rumah Mike. Karena Mike yang menjemput, selalu membawa Dito pulang ke rumahnya.


"Gue ada perlu ama elo," jawab Monica.


Dito yang menerima telpon di dekat Mike, saling berpandangan.


Dito seakan minta pandapat Mike. Sementara Mike hanya mengangkat bahu saja.


"Perlu apaan?" tanya Dito pada akhirnya.


"Gue pingin ketemu ama elo!" jawab Monica.


Dito menoleh pada Mike lagi. Mike kembali mengangkat bahunya.


"Ketemu gue? Mau ngapain?" Dito merasa tak pernah punya urusan dengan Monica.


"Ketemu aja dulu. Entar kan elo bakalan tau sendiri," jawab Monica.


"Oke. Kalau elo mau ketemu gue, elo ke rumah Mike aja. Gue lagi di rumahnya Mike," sahut Dito.


"Kok di rumahnya Mike? Elo keluar kek. Kita ketemu di mana gitu," ucap Monica.


"Enggak ah, gue lagi males kemana-mana. Kalau elo mau ya kesini. Kalau enggak mau, ya udah. Gue mau tidur. Gue ngantuk!" Lalu Dito menutup telponnya.


"Mau ngapain sih, dia?" tanya Mike kurang suka.


"Mana aku tau, Sayang. Kan kamu tau sendiri, aku enggak pernah punya urusan ama dia," jawab Dito.


"Pake acara pingin ketemu di luar segala. Nyebelin banget." Mike langsung manyun.


"Cie...ada yang cemburu....!" goda Dito.


"Iya lah. Masa ada cewek pingin ketemu sama pacarnya, aku diem aja!" sahut Mike.


"Makanya, kan aku bilang ketemunya di sini. Biar kamu liat sendiri. Daripada nanti aku dituduh macem-macem," ucap Dito.


"Udah seberapa jauh ya, hubungan Monica sama Rendi?" tanya Mike.


"Mana aku, tau? Aku kan tiap hari bareng kamu terus. Lagian, sejak dekat sama Monica, Rendi enggak pernah ngubungin aku lagi. Apalagi ketemu," jawab Dito.


"Iya. Yang waktu itu juga tau-tau Rendi enggak jadi dateng," sahut Mike.


"Eh, Yang. Coba deh kamu telpon Rendi. Ngapain si Monica itu pingin ketemu kamu," lanjut Mike.

__ADS_1


"Iya ya. Oke, deh."


Dito langsung menelpon Rendi. Tapi hape Rendi enggak aktif.


"Hapenya mati, Yang. Kemana ya si dodol itu? Kayaknya enggak mungkin kalau Monica dateng ke sini sama Rendi, tapi malah Monica yang telpon aku," ucap Dito.


"Lagi ada masalah kali, mereka," sahut Mike.


"Tapi enggak biasanya si dodol itu matiin hape. Aku jadi khawatir, Yang," ucap Dito.


Bagaimana pun dia sangat dekat dengan Rendi. Dan Rendi adalah sahabat satu-satunya sejak SMA.


"Ya udah. Gini aja. Kamu kan udah janjian ama tuh si Mon Mon. Kita temuin aja dulu. Kita denger dulu dari dia. Baru kita cariin Rendinya buat crosscek. Gimana?"


"Mon Mon...sejak kapan kamu manggil dia begitu? Hahaha." Dito tertawa karena menurutnya nama baru pemberian Mike sangat lucu.


"Sejak dia berani-beranian janjian ama kamu!" sahut Mike. Dia pun ikut ketawa.


Tak lama, si Mon Mon, eh si Monica datang.


Dia datang sendirian naik ojek online. Maklum, dia bukan anak orang kaya yang kemana-mana bawa kendaraan sendiri. Meski gayanya kayak anak konglomerat.


Dito mempersilakan Monica masuk. Mike hanya duduk manis saja di tempatnya tadi.


"Hay, Dito. Hay, Mike," sapa Monica.


Mike hanya mengangguk. Dia makin kesal karena Monica datang dengan pakaian minimalis.


Dito hanya meliriknya sekilas. Jujur, sebagai lelaki normal, rasanya ingin meremasnya.


Dito langsung menepis otak kotornya. Biar dia tak fokus pada dua benda besar dan menantang itu.


Dan tentunya mata Dito selalu diawasi oleh Mike.


"Duduk, Mon. Ada apa?" tanya Dito to the point.


Monica duduk di depan Dito dan Mike. Dia langsung mengangkat satu kakinya dan menyilangkan di kaki satunya.


Hhmm! Benar-benar pemandangan yang sayang untuk dilewatkan begitu saja. Andai tak ada Mike, tentunya.


Mike mendekap bahu Dito dengan posesif. Sebagai wanita, tentu saja dia takut lelakinya akan tergoda dengan pemandangan indah di depannya.


Meskipun Mike tau, kalau Monica adalah pacarnya Rendi.


Tapi image negatif tentang Monica, sudah melekat di kepala Mike.


"Enggak ada minum nih?" tanya Monica. Membonceng motor sebentar saja sudah membuat Monica kehausan. Apalagi cuaca cukup panas.


"Mau minum apa?" tanya Dito. Dia yang beranjak berdiri, karena tahu kalau Mike tak mungkin mau mengambilkannya.

__ADS_1


"Apa aja deh. Haus nih," jawab Monica.


Mike rasanya kepingin menjawab, lu pikir rumah gue depot minuman?


Dito masuk ke dalam. Dia mengambilkan minuman kaleng di kulkas.


Mike memang selalu punya stock banyak untuk mereka, juga kalau ada temannya main.


Dito mengambil dua kaleng. Satu dia berikan pada Monica. Satunya dia bukakan untuk Mike.


Monica memandang jengah pada Mike, yang baginya terlewat manja. Masa cuma membuka kaleng aja, pakai acara dibukain.


Padahal Rendi juga selalu memanjakan Monica seperti itu.


"Oke. Ada apa?" tanya Dito setelah dilihatnya Monica selesai minum.


"Aku cuma mau nanya, kamu tau Rendi sekarang ada di mana?" tanya Monica.


Yaelah, cuma nanya gituan doang? Sampe dibela-belain datang ke sini? Lu pikir kita ini satpamnya Rendi? Batin Mike dengan kesal.


"Kan elo yang setiap hari bareng sama Rendi? Kenapa nanya sama gue?" jawab Dito. Dia merasa pertanyaan Monica sangat tidak bermutu.


Udah kayak anak ayam kehilangan induknya aja, batin Dito.


"Masalahnya, seharian Rendi enggak ada kabarnya. WA-ku enggak dibaca. Ditelpon enggak diangkat. Sekarang malah hapenya mati," sahut Monica.


"Kenapa enggak dicari di rumahnya aja? Lu kan tau rumahnya," ucap Dito.


"Gue udah dari sono. Ketemunya pembantu yang kurang ajar! Masa gue diusir ama dia? Kurang ajar banget, kan?" sahut Monica.


"Maksud lo, mba Sri?" tanya Dito. Setahu Dito, Sri sangat sopan sama tamu. Meski kadang pakaiannya kurang sopan.


"Iya! Ama yang laki juga tuh. Ikut-ikutan ngusir gue juga," jawab Monica dengan kesal.


"Emangnya lo ngapain aja di sana, kok sampai diusir?" tanya Dito lagi.


"Gue nyariin Rendi ke kamarnya. Dan kalau memang Rendi lagi keluar, gue mau nungguin di kamarnya aja," jawab Monica.


"Hahaha." Dito malah tertawa.


"Kok elo ketawa sih, Dit?" Monica mengernyitkan dahinya. Karena menurutnya enggak lucu.


"Ya elo main masuk aja. Pantesan diusir!" jawab Dito.


"Makanya kalau bertamu ke rumah orang, yang sopan, Bu!" sahut Mike yang dari tadi diam saja.


Monica meradang dikatain Mike, enggak sopan.


"Gue bukan tamu! Gue calon istri Rendi! Paham?" ucap Monica dengan geram.

__ADS_1


Lalu dia berdiri dan meninggalkan rumah Mike tanpa pamit, sambil menenteng tasnya yang diputusin Sri.


__ADS_2