HUBUNGAN TERLARANG

HUBUNGAN TERLARANG
Bab 75 MENYAMAR


__ADS_3

Dito sampai di rumah Mike. Rumah mewah yang nyaris tak berpenghuni. Hanya ada Mike dengan dua orang ART.


Kedua orang tua Mike yang punya usaha di luar kota, jarang pulang ke rumah. Kakak Mike kuliah di luar kota juga.


Mike sering merasa kesepian. Dan saat seperti itu, Mike selalu minta ditemani Dito, kekasihnya.


Hubungan Mike dan Dito sering putus nyambung. Dan ini adalah hubungan ketiga setelah dua kali mereka memutuskan berpisah.


Mike yang sudah pernah bahkan sering berhubungan badan dengan Dito, tak bisa lama- lama berpisah dari Dito.


Mike yang pernah menggugurkan kandungannya, menjadikan itu alat untuk menarik kembali Dito dalam hidupnya.


Dito yang merasa bertanggung jawab, tak pernah tega menolak keinginan Mike. Meskipun kadang Mike seperti membelenggunya.


Seperti saat ini, meski sedang asik ngobrol dengan Rendi, Dito menurut saja datang ke rumah Mike.


"Kok lama banget sih sampainya?" tanya Miks dengan manja.


"Aku kan pamit Rendi dulu, Sayang," jawab Dito.


Mike selalu ngambek kalau Dito tak memanggilnya dengan kata sayang.


Terasa lebay memang. Tapi bagi Dito itu bukan hal yang sulit. Timbang merubah panggilan saja. Begitu pikir Dito.


Dan banyak keuntungan yang didapat Dito dari hubungannya dengan Mike. Mike banyak uang. Hampir semua kebutuhan Dito, ditanggung Mike.


Makanya Dito menurut saja. Daripada menjalin hubungan dengan cewek lain, Dito mesti keluar modal.


Terkesan matre, meskipun sebenarnya Dito bukan cowok matre. Tapi sebagai anak kos, Dito mesti bisa berhemat dengan pengeluarannya.


"Terus sekarang Rendi sendirian dong?" tanya Mike.


"Enggak. Ada Monica yang nemenin," jawab Dito.


"Monica? Cewek sombong yang suka bikin sensasi itu?" Mike kurang suka pada Monica. Karena pernah suatu saat mereka putus hubungan, Dito jalan dengan Monica.


"Iya. Siapa lagi?" Dito masuk ke dapur mencari minuman dingin.


Di rumah Mike, Dito sudah merasa seperti di rumah sendiri. Kedua orang tua Mike pun sudah kenal dengan Dito. Bahkan mereka mempercayakan Dito untuk menjaga Mike.


Kedua orang tua Mike tak memberikan batasan. Yang penting kuliah keduanya tak boleh berhenti, apapun alasannya.


"Memangnya kalian janjian sama Monica juga?" tanya Mike penuh rasa curiga.


"Enggak, Sayang. Dia datang sendirian. Dan kebetulan ketemu," jawab Dito setelah mengambil dua kaleng minuman dingin.


Dibukakannya satu untuk Mike. Lalu menenggak miliknya hingga tinggal setengah.


"Awas kalau kamu bohong," ancam Mike. Kadang sifat Mike yang terlalu posesif itu membuat Dito kesal.

__ADS_1


Bahkan Mike selalu mencurigainya. Dan berujung dengan ancaman.


Beruntung mereka tidak kuliah satu kampus. Orang tua Mike mendaftarkan Mike di kampus lain. Jadi, Dito sedikit bisa bernafas dengan lega.


Dito kadang merasa seperti anak TK yang selalu diantar jemput. Tak jarang teman-temannya meledek Dito.


Tapi Dito cuek aja. Dia biasa hidup selengekan. Jadi tidak mudah tersinggung meski diledek kayak apapun.


"Tanya aja sama Rendi. Aku telponin Rendi, ya? Biar kamu percaya," ucap Dito.


"Enggak ah. Ngapain ngomong sama cowok lebay," sahut Mike.


"Kok lebay?" tanya Dito.


"Iyalah. Apa namanya kalau enggak lebay? Cowok yang enggak bisa move on," jawab Mike.


Mike tahu kisah cinta Rendi dan Tania. Karena Tania adalah sahabatnya.


"Jangan salah. Rendi sekarang udah enggak lebay lagi. Dia sudah bisa move on." Dito membela sahabatnya.


"Oh ya?"


Lalu Dito menceritakan kalau sekarang Tania sedang hamil. Dan Rendi tak mau lagi mengharapkannya.


"Jadi Tania mau jadi ibu?" tanya Mike.


Dito mengangguk.


Mike teringat saat dirinya terlambat menstruasi. Dia malah berusaha menggugurkannya.


Andai saja Mike tidak meminum obat-obatan yang membuatnya harus dirawat di rumah sakit beberapa hari, pasti dia juga akan hamil seperti Tania.


Tapi sayangnya waktu itu Mike belum siap punya anak. Sekarang Mike menyesalinya.


Padahal sejujurnya Mike merindukan memiliki keluarga ssndiri. Dengan suami dan banyak anak agar hidupnya tidak kesepian seperti sekarang.


"Sayang, kapan-kapan kita main ke rumah Tania, yuk. Aku jadi kangen sama dia," ucap Mike.


"Rumahnya di mana aja, aku enggak tau," jawab Dito.


"Katamu rumah papanya Rendi, eh...maksudku rumah suaminya Tania, dekat kosanmu?"


"Iya. Itu dulu. Tapi kata Rendi, rumah papanya udah di jual. Dan mereka udah pindah," jawab Dito.


"Pindahnya ke mana, ya?"


Dito memgangkat bahunya. Selama ini Dito tak pernah mau tahu. Karena ini menyangkut rumah tangga orang lain. Bukan kapasitas Dito untuk ikut campur.


Terlebih, suami Tania adalah papanya Rendi. Dito takut kuwalat.

__ADS_1


"Sayang, kamu mau enggak kalau menyelidikinya? Siapa tau papanya Rendi cuma bohong, biar Rendi tak mengganggu Tania lagi," pinta Mike.


"Aduh....gimana, ya? Aku takut kuwalat," sahut Dito.


"Please dong, Sayang. Demi aku. Aku mohon banget sama kamu," mohon Mike.


"Mending kamu aja deh yang coba bertamu ke sana. Pura-pura aja jadi apaan kek. Sales sabun mandi juga enggak apa-apa." Dito memberikan ide untuk Mike.


"Iih, masa sales sabun mandi sih?" protes Mike.


"Kan cuma pura-pura aja. Kalau yang dateng cewek, mungkin mereka enggak akan curiga. Dan pasti dibukakan pintu."


"Memangnya ada yang jaga pintunya?" tanya Mike.


"Enggak sih, cuma pintu gerbangnya selalu digembok. Setahuku begitu."


"Terus aku mesti teriak-teriak biar mereka membukakan pintunya?" Mike tak bisa membayangkan kalau sampai dia harus teriak-teriak kayak orang gila.


"Cari aja batu. Ketuk pagarnya pakai batu. Beres kan?" saran Dito.


"Kalau mereka marah?" tanya Mike.


"Lari. Kabur. Hahaha." Dito malah tertawa ngakak.


"Ih, nanti aku malah diteriakin maling gimana?"


"Enggaklah. Paling digebyur pakai air. Hahaha." Dito kembali tertawa, membuat Mike jadi kesal.


"Mau enggak? Kalau mau, besok siang aku antar kamu ke sana. Tapi aku nunggu agak jauh. Biar enggak ketahuan. Karena papanya Rendi mengenaliku."


Demi bisa ketemu Tania, dan membuktikan omongan papanya Rendi, Mike menyetujuinya.


Dan keesokan harinya, Dito dan Mike benar-benar menjalankan rencana dadakan mereka.


Mike memakai blouse ketat warna putih dan rok span yang juga ketat. Biar penampilannya menyakinkan sebagai sales produk kecantikan.


Mike membawa semua alat make up-nya dan msmasukannya ke dalam tas khusus.


"Gimana penampilanku?" tanya Mike yang sudah berdandan menor.


Mike yang memang mahir berdandan sejak masih SMA, bisa menyulap wajahnya sendiri menjadi beberapa tahun lebih tua. Bahkan bisa jadi, Tania tak akan mengenalinya kalau mereka ketemu.


"Sip. Kamu sudah mirip tante girang," ledek Dito yang suka asal omong.


"Kamu om-omnya," sahut Mike.


"Ya udah, ayo kita let's go!" ajak Dito dengan bahasa campur-campur.


Dito mengendarai mobil Mike. Dan menurunkan Mike dua rumah sebelum rumah yang ditempati Tania.

__ADS_1


Dengan langkah meyakinkan, Mike berjalan sambil menenteng tas make up-nya.


Mike siap menjalankan misi menemui sahabatnya, sebagai sales alat kecantikan.


__ADS_2