Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
bab 41


__ADS_3

Mulailah segala sesuatu dengan baik agar mendapatkan hasil yang baik juga dan jangan memulai sesuatu dengan salah karena akan berakhir tidak baik pula.


Arby dan Ainun, hubungan mereka semakin baik, sekarang mereka tinggal di apartemen yang dekat dengan rumah sakit yang biasa di tempati Arby dan juga Zaidan. Memang tidak akan selamanya mereka tinggal di sana karena Arby sudah berencana membeli rumah dari sebelumnya namun dia ingin meminta pendapat pada istrinya untuk rumah yang akan dibelinya karena rumah itu harus terasa nyaman oleh istrinya karena istrinya lah yang akan sering menghabiskan waktu di sana. Ya Ainun akan menjadi seorang istri rumahan dia hanya akan mengantar dan menunggu suaminya pulang. Sesekali memang di adiberikan ijin untuk tetap membantu mengajar di pesantren. Zaidan pununtuk sementara waktu tinggal di rumah Mama Ayu karena jika tinggal di rumah ibunya terlalu jauh dengan jarak rumah sakit.

__ADS_1


Setelah pertemuannya dengan kakek Harsa beberapa hari yang lalu menyisakan berbagai kecamuk di pikirannya walaupun Zaidan memang sudah menyetujui perjodohan itu namun tetap saja berbagai pikiran yang entah seperti apa masa depannya nanti. Setelah Zaidan menyetujui perjodohannya kakek Harsa memberikan biodata sang gadis sebelum dia pertemukan dengan Zaidan namun sampai saat ini Zaidan belum membukanya. Amplop yang berisi biodata sang gadis masih tergeletak di atas nakas tempat tidurnya Zaidan seakan ragu untuk membukanya padahal malam nanti dia akan dipertemukan dengan gadis pilihan kakek Harsa untuknya. Perlahan Zaidan membuka amplop coklat itu di sana tertulis Diana Nur Hafshah, umur 23 tahun,hobi membaca dan olahraga...Zaidan terus membaca sampai kebawah ketika tepat di kriteria pasangan gadis itu menjawab menginginkan seseorang yang mau sama-sama memperbaikinya diri. " Cukup menarik" Zaidan bergumam pelan." pandangannya menatap jendela yang basah karena rintik hujan pikirannya jauh berkelana entah kemana.


Gadis itu bernama Diana hobinya membaca dan berolahraga namun bukan olahraga biasa, lebih pada keahlian yang mungkin jarang atau tidak banyak di geluti perempuan lain. Ya hobinya adalah memanah dan berkuda selain itu Diana jago bela diri, bukan apa-apa dulu ketika kecil dia pernah melihat temannya yang dibuli oleh teman yang lainnya dan dia hanya bisa berdiam diri tidak mampu menolong temannya itu, dari sejak itu Diana ingin mempelajari bela diri supaya tidak ditindas orang lain apalagi dia seorang perempuan dan orang orang tuanya pun mendukung keinginannya itu, bukan untuk jadi jagoan namun sebagai perempuan selalu dianggap mahkluk yang lemah oleh sebagian orang dan dia tidak mau menjadi seperti itu. Terlepas dari keahliannya itu dia adalah sosok yang santun pada siapa pun terlahir sebagai anak tunggal tidak membuatnya menjadi pribadi yang manja justru dia terlihat bijak dan dewasa. Waktu yang dilaluinya benar-benar dia pergunakan untuk hal yang bermanfaat, tidak seperti banyak anak yang terlahir menjadi anak tunggal menjadikannya manja dan senang berhura-hura menghamburkan uang orang tuanya. Diana tidak seperti itu bahkan dalam hal keagamaan pun Diana terlihat religius karena dia tak pernah absen untuk tetap mengaji pada seorang ustadzah dan mengikuti sebuah kajian pekanan. Diana pun menutup auratnya dengan baik. Sungguh dia adalah calon menantu idaman, tak salah kakek Harsa memilih Diana untuk jadi istrinya Zaidan. Begitupun dengan sang ibu kandung yang memang telah bertemu dengan Diana langsung tanpa sepengetahuan Zaidan. Tapi tetap saja keputusan mereka serahkan pada Zaidan, mereka tidak ingin memaksakan kehendaknya.

__ADS_1


Happy reading..💜💜💜


Maafkan jika tidak selalu update setiap hari, semoga masih setia membaca dan memberikannya likenya. Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2