Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
MDD BAB 26 - Keadaan yang Sepi


__ADS_3

“mas Hanif punya pacar kah?” tanya Anita. Zahra mengangkat bahunya sebagai jawaban tidak tahu.


“kemarin aku sempet nanya sama kak Arif, temenya sekelas. Katanya mas Hanif nggak pernah kelihatan dekat sama perempuan manapun. Satu-satunya perempuan yang dekat dengannya ya cuma kamu.” Ujar Zahra.


“terus kenapa kamu bilang berantem sama pacar?” tanya Anita lagi, entah kenapa ia sangat penasaran.


“siapa tahu memang punya pacar. Bukan dari kampus kita. Bisa saja kan?” ucap Zahra.


Anita manggut-manggut mendengar penjelasan Zahra.


Benar. Bisa jadi mas Hanif sudah punya pacar. Tapi kenapa aku jadi sangat takut?

__ADS_1


Di kamar kos Hanif.


Berulang kali mengetik pesan yang ditujukan kepada Anita, tetapi berulang kali pula pesan itu dihapus. Hanif bimbang harus memulai dari mana. Haruskah menceritakan tentang kiara? Apa itu perlu? Apa tanggapan Anita tentang dirinya nanti. Akhirnya Hanif meletakkan handphone kembali di meja. Lalu merebahkan badannya di atas ranjang. Matanya menerawang jauh mengingat kembali beberapa hari kebelakang selama ia mengurung diri di kosan. Pikiran Hanif kali ini dipenuhi dengan Anita. Sejujurnya hatinya sama sekali tidak tenang jika teringat omongan Zahra tadi siang.


***


Menjelang lebaran, kampus menjadi tambah sepi. Teman-teman di organisasi juga semakin berkurang, mereka yang tidak memiliki tugas dan kewajiban mendesak diperbolehkan pulang ke kampung halamannnya. Zahra pun demikian, ia menyerahkan kunci kos nya kepada Anita, jika sewaktu-waktu sahabatnya itu memilih tidak pulang ke rumahnya. Tersisa tidak lebih dari sepuluh orang sekarang yang mengurus seluruh kegiatan, termasuk Anita dan Hanif. keduanya memutuskan untuk tinggal di kampus. Selain karena Anita asli Jogja, dia juga sebagai bendahara


Seperti yang sudah Anita duga, bahwa sesuatu yang tidak mengenakkan benar-benar terjadi. Setelah hari itu, Hanif kembali mengambil jarak dengannya. Anita seolah sudah tahu dan hal ini akan terus terjadi kedepannya, maka dia juga tidak mengambil pusing akan hal itu. Teman-teman di sekitarnya yang justru dibuat heran.


“katanya Anita dan Hanif dekat, bahkan Anita sebegitu khawatirnya dengan Hanif. tapi kenapa sekarang mereka tidak lebih seperti beruang kutub? Dingin.” Ucap salah satu teman.

__ADS_1


Pembicaraan yang terjadi antara Hanif dan Anita saat ini hanya tentang kegiatan. Sekedarnya. Selebihnya mereka saling menghindar satu sama lain. Namun, saat sedang sendirian hati mereka masing-masing bergejolak hebat, saling memendam perasaannya, entah seperti apa mereka harus mengatakannya. Rindu tapi enggan untuk mengutarakannya. Setiap kali Anita merasakan berat pada rindunya, sesegera mungkin ia mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat lalu berdoa kepada Tuhannya meminta penjagaan untuk dirinya, untuk Hanif juga. Mengadu pada Tuhannya bahwa rindu nya yang sulit dihindarkan agar dijadikan indah pada waktunya. Agar kelak jika mereka ternyata jodoh semoga Anita dikuatkan untuk keadaan sekarang, pun jika tidak Anita juga memohon bahwa diberikan ketenangan hati.


***


Hingga libur lebaran usai. Mahasiswa kembali beraktivitas seperti biasa, kampus kembali normal karena sebagian besar mahasiswa sudah kembali dari kampung halamannya masing-masing. Tapi untuk Anita dan Hanif masih dalam keadaan sama. Hatinya benar-benar sepi.


Dalam perjalanan menuju kampus, Anita sengaja berangkat jauh lebih awal dari jadwal kuliahnya, ia ingin menikmati perjalanannya. Suasana hatinya sedang tidak baik sekarang. Awalnya ia enggan berangkat kuliah, ingin membolos saja. Tapi sudah lama ia tidak bertemu dengan sahabatnya. Ingin sekali segera melepas rindu dengan Zahra. Hingga tidak sadar dia melamun sepanjang perjalanannya, tiba-tiba..


Brakkkk


Sreeeeeettt

__ADS_1


__ADS_2