Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
KU GAPAI CINTAMU


__ADS_3

HAI READER KU TERSEYENG


JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA YA


KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


LANJUT ***


Flash back off


Davin telah sampai dirumah nya, dan terlihat lampu kamar Orang tuanya telah padam.artinya mereka sudah tidur,dan memang waktu sudah tengah malam.


Davin memilih tak tidur, karena pukul 6 pagi ia sudah harus berangkat. Sebab ia berangkat dengan penerbangan pagi, untuk mengantisipasi jika sampai ia bertemu Silvia.


" huft ternyata begini ya, rasanya akan meninggalkan jantung hati kita. Rasanya seperti ada yang hilang, tapi tak bisa berbuat apa apa."Lirih Davin


Hatinya seperti mengatakan jika ia pergi, maka Silvia akan di ambil orang.Tapi hati dan keyakinan dirinya lah yang membuat hatinya tetap yakin jika Silvia adalah jodohnya.


Davin duduk di sisi ranjang sambil memikirkan kembali jalan yang telah ia pilih. Bukankah sebagai seorang pria pantang mundur, sebelum berhasil.


Skip

__ADS_1


Di kediaman Hadiwinata, pagi ini telah heboh karena tuan muda nya akan pergi.


" Davin ingat jangan lupa baju hangat dan vitamin nya ya.Jangan lupa sarapan dan jangan sampai telat makan , karena mama nggak mau kamu sakit" Perintah Yuli


" Ya ampun Sayang, anak kamu tuh mau pergi kuliah bukan mau berperang ". Ucap Dika jengah melihat kehebohan istrinya pagi ini.


" Sudah diam Mas, kamu tahu apa soal beginian. Taunya bikin anak doang, tapi ngurusin nggak bisa". Kesal Yuli


" Lho itukan tugasnya seorang istri, mengurus anak dan suami". Sahut Dika tak mau kalah


" Itu tau kan,jadi jangan ikut campur soal beginian. Sudah sana cek mobil sudah siap belum "? Teriak Yuli


Dika hanya menggeleng kepala, melihat tingkah Yuli yang menyuruh nya mengecek mobil.Padahal hal tersebut sudah menjadi tugasnya sopir, tapi karena perintah Yuli mau tak mau hari ini Dika yang ambil alih.


" Lho Tuan mau ngapain"? Tanya sopir pribadi mereka


Sang sopir hanya menggeleng kepala,karena ia sangat tahu betul Tuannya itu tak mungkin membantah perintah sang nyonya.


" Memang anda paling The Best pokoknya, nyonya ". Puji Sopir dalam hati


Sedangkan Dika dengan sungut sungut, memanaskan mesin mobil nya.Yuli kini tengah memaksa Davin agar mau sarapan, karena ia tak mau anak nya sampai masuk angin karena perut kosong.


" Di makan ya Vin, sedikit saja yang penting lambung nya terisi dari pada tidak sama sekali ". Bujuk Yuli


" Astaga Ma, ini baru setengah enam lho mana ada orang sarapan sepagi ini". Sahut Davin menolak


" Nggak ada komentar banyak, ayo makan atau kalau tidak Mama sobek tiket sialan kamu itu". Ancam Yuli sambil menatap tajam kearah Davin.

__ADS_1


" Nih emak aku kenapa segalak ini ya, hadeuh mau tak mau harus mau deh dari pada kena semprot ". Gumam Davin dalam hati


Davin dengan langkah terpaksa, mengikuti Yuli ke meja makan. Davin mencari keberadaan papanya,yang entah kemana.


" Ma, Papa kemana sih"? Tanya Davin heran


" Hemm kamu nggak dengar tadi, kalau Mama suruh untuk panaskan mobilnya ". Sahut Yuli.


" Aduh aku salut sama Mama, karena sudah berhasil menaklukan hati papa.Sehingga sudah menjadi bucin akut, coba sekali kali Mama suruh Papa keliling kota, Davin yakin pasti Papa tak kan menolak ". Ucap Davin memberikan ide konyol


Sedangkan Dika sementara menatap tajam kearah putranya itu, tega sekali memprovokasi Mama nya sendiri.


" Dasar anak nggak ada akhlak, senang sekali lihat orang tua nya berdebat ". Kesal Dika


Yuli yang kebetulan menatap kearah Dika, dan ia melihat suaminya itu tengah memandang kearah Davin. Namun tatapan Dika seperti menyiratkan kekesalan nya.


" Woii bro, ngapain lihatin anak aku seperti itu.Sini sarapan atau akan kami tinggal pergi". Ancam Yuli


" Ya ampun Sayang, panggil nya yang romantis dikit napa. Masa sama suami sendiri panggilan nya seperti tukang bakso, woi wei woi wei". Ucap Dika


Yuli hanya tersenyum melihat wajah kesal suaminya itu, Davin pun tersenyum melihat orangtua nya yang selalu berdebat dalam hal sekecil apapun. Namun ia senang karena keduanya tak pernah bertengkar hebat, bahkan sampai ada drama tak bertegur sapa.


" Ahh sudah lah Tuan dan nyonya, anak nya mau pergi bukannya di sayang sayang.Eh ini malah kasih lihat drama kalian pagi pagi, mata aku sakit, kalau soal kuping mah jangan di tanya lagi.Serasa mau copot tau nggak, sudah tua juga seperti mau saingan sama abg saja". Nasihat Davin.


" Lha nih anak mulut nya pedas amat sih, sebelas dua belas sama emak nya". Batin Dika


" Iya nak maaf ya, oh iya Mama mau tanya ke kamu tapi lupa.Gara gara bapak kamu tuh, selalu ajak berantem". Yuli melimpahkan semua kesalahan pada suaminya.

__ADS_1


" Nah nah lihat kan, sudah kambuh tuh penyakit nya tinggal main tuduh saja". Gumam Dika pelan


__ADS_2