
HAI READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
LANJUT ***
Sarah mencoba untuk menetralkan degup jantungnya ,yang seperti sedang bermasalah ketika berdekatan dengan Rino.
" Oh my oh my jantungku kenapa ini,ah seperti nya memang sedang bermasalah ". Gumam Sarah lalu ia mencoba untuk menurunkan tangan Rino dari pinggang nya.
Di lakukan hal itu secara perlahan ,Ia tak ingin Rino bangun atau pun terganggu sedikitpun. Sebab ia merasa tak tega melihat wajah Rino ,yang terlihat sangat pulas tidur nya.
Yuli yang merasa tak ada respon dari dalam,kembali mengeluarkan suaranya agar mereka mendengar dan segera bangun.
" Anak anak ayolah bangun,nanti telat lho pergi nya ". Panggil Yuli sekali lagi.
Sarah yang sudah berhasil lolos dari pelukan Rino,mencoba mengatur nafasnya agar kembali normal.Setelah dirasa sudah tak terlalu gugup,ia pun lalu mendekati pintu dan membuka nya.
" Iya Ma Maaf tadi ketiduran ". Ujar Sarah malu malu.
" Nggak Papa nak ayo sana mandi dulu,terus tuh anak nakal nya mana"? Tanya Yuli karena tak kunjung melihat batang hidungnya Rino.
__ADS_1
" Masih tidur Ma"..Sahut Sarah sambil menoleh kearah ranjang .
" Ya sudah kamu pergi mandi,nanti Mama yang bakal bangunin tuh bocah kerbau". Ujar Yuli lalu masuk kedalam kamar itu dan mendekati Ranjang.
Sedangkan Sarah memilih masuk kedalam kamar mandi,untuk membersihkan dirinya karena takut telat pergi ke kediamannya Silvia
" Rinooo ayo bangun kerbau ,dasar ya nih anak kepala kalau sudah sentuh bantal pasti langsung molor". Kesal Yuli sambil memukul wajah Rino dengan bantal.
" Shuutt Mama pelan pelan dong ,nanti Sarah nya bangun ". Ujar Rino sambil setengah berbisik.
" Yang bilang Sarah tidur di sebelah kamu itu siapa,ayo buka tuh mata nya". Ejek Rino.
Seketika Pemuda bule tersebut langsung membuka matanya ,alangkah terkejut nya saat kekasih hati nya sudah tak ada di samping nya.
" Ma Sarah di mana Ma"..Tanya Rino frustasi sambil turun dari ranjang nya,ia bahkan sangat terlihat panik atau apapun itu.
" Ma tadi dia pergi kok nggak di cegah dulu atau apa gitu,masa main ijin begitu saja".Kesal Rino
" Lho masa orang mau pergi mandi kok di larang,ada saja jalan pikiran kamu ya.Sudah ah Mama mau mandi dulu,oh iya lupa ayo pergi Mandi di kamar nya Davin Jangan lupa bawa pakaian ganti nya Memang ya". Perintah Yuli
" Lho kan disini ada kamar mandi nya "? Tanya Rino heran.
" Keluar sekarang atau kamu lihat akibatnya ,emangnya kamu pikir Mama mau apa tinggalin kalian berdua disini lagi apalagi dengan Sarah yang baru habis mandi ". Ujar Yuli.
Mau tak mau Rino melangkah menuju lemari pakaian nya ,untuk mengambil pakaian ganti nya dari pada kena omelan terus.
Sedangkan Yuli terlihat sedang tersenyum puas,saat melihat wajah kesal putranya itu. Keduanya sudah keluar kamar dan terlihat di ruang tamu kedua Anak dan Papa sedang duduk sambil memandang kesal kearah mereka berdua.
Yuli tampak acuh dan tak peduli dengan tatapan itu ,karena baginya sekali kali menunggu nya kan tak masalah.
__ADS_1
Davin menatap tajam kearah Rino yang berjalan santai masuk kedalam kamarnya ,ia ingin memarahi pemuda itu tapi karena takut telat akhirat di urungkan niatnya itu.
" Ahh kalau tahu akan lelet seperti ini,lebih baik tadi mandi nya lama boleh biar bisa dapat vitamin sore ini". Gumam Dika sambil menatap terus kearah pintu kamar nya Dan Yuli.
Ia sebenarnya duduk di hadapan Davin ,tapi otak mesumnya sedang travelling memikirkan tubuh polos istri yang sedang mandi.
" Coba sekarang ada di dalam,pasti sedang panas dingin sekarang ". Ujar Dika dalam hati sambil senyum senyum sendiri.
Davin yang melihatnya langsung mengangkat sebelah alis nya,ia bingung dengan Papa nya ini.Karena tak ada angin tak hujan ,kok tiba tiba senyum sendiri.
" Papa kenapa kok bisa senyum senyum begitu,memangnya lagi mikirin apaan sih"? Tanya Davin kepo.
" Oh itu hanya lagi memikirkan sesuatu yang lucu saja,memangnya kenapa kamu tanya begitu "? Tanya Dika balik.
" Nggak kenapa napa sih,cuman kelihatan aneh saja tadi". Davin beralibi dari pada lebih banyak pertanyaan nanti.
Rino yang sudah selesai mandi,bukan nya menghampiri Dika dan Davin .Ia malah menuju ke kamarnya ,hanya ingin memastikan Sarah sudah siap atau belum.
" Sayang sudah selesai atau belum sih"?.Tanya Rino setengah berteriak agar Sarah dalam kamar mendengar nya.
" Mmm sedikit lagi kok Yang ,kamu pergi gabung sama yang lain saja dulu deh.Kalau sudah selesai aku bakalan keluar temui kalian nanti,kamu kesana sudah deh". Sahut Sarah
Mau tak mau Rino pergi menyusul Davin dan Dika,meskipun jawaban yang di berikan Sarah tak memuaskan dirinya. Tapi mau bagaimana lagi ,dari pada kena semprot Mama nya .
Dika yang melihat wajah suntuk nya Rino,hanya menggeleng kepalanya karena merasa lucu.
"Hah kalian ini lebay nya minta ampun deh,lebih baik nyusul Mama saja ah". Ucap Dika
" Pa tolong ya sudah menjelang Malam nih,cukup tungguin dua orang saja dari pada tambah seorang lagi".Tolak Davin yang sama sekali tak setuju dengan perkataan Dika.
__ADS_1