
HAIII READER KU TERSEYENG....EDODOE MASA DONG BILANG AUTHOR HOBY SEKALI TULIS ADEGAN RANJANG...
JADI MENURUT KALIAN GIMANA GUYS BENAR ATAU TIDAK YA 😔😔😔😔😔
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS...
LANJUT....
"Enak saja ngomong seperti itu, gini gini aku jago lho urusan ranjang".Yuli berbicara vulgar tanpa malu didepan Lika.
" Hemmm iyalah, kasihan diriku yang gagal merasakan nya". Ucap Lika lirih, Yuli pun memukul pelan bibir nya yang tak mengerti situasi dan kondisi.
" Terseyeng, aku minta maaf ya, tadi keceplosan jadi jangan marah ya". Bujuk Yuli dengan wajah memelas
"Ishh biasa saja dong wajah nya tuh, emang kamu pikir sok imut begitu aku bakalan luluh". Sinis Lika yang pura pura marah.
Dari tadi Lika dan Yuli berbicara secara berbisik, mereka tak mau terlihat tak sopan.Dika yang merasa tak di hiraukan oleh istrinya, langsung berdehem agar Yuli menatap nya.
" Ehem ehem".
Yuli mengeryitkan kening nya , dan menatap kearah suaminya.Ia memandang Dika dengan sorot mata yang seolah bertanya mengapa.
Dika mengkodekan matanya agar Yuli mendekat kearah nya, Yuli yang paham pun segera mendekat.
"Kenapa sayang, what happenend"? Tanya Yuli yang sengaja menggoda
"Ih sayang gayanya sok bule, pada hal hasil lokal". Ejek Dika.
__ADS_1
" Shutt diam, nanti kak Jason bangun, godain kamu balik baru tahu rasa". Yuli masih mencoba untuk menggoda Dika.
" Sayang jangan ngebahas itu lagi dong, kalau dia bangun beneran gimana"? Sahut Dika yang wajah nya sangat tak enak di pandang.
" Mmm kalau dia beneran bangun ya, aku bakalan suruh dia peluk kamu kan katanya kamu kangen".Ledek Yuli
" Sudah ahh, kamu lengket sekali sama Lika, sampai sampai aku di cuekin lho dari tadi".Dika merajuk.
" Kamu tuh ya, Lika kan lagi berduka masa aku nggak boleh temani dia.Asal kamu tahu ya waktu kamu pergi dan tak tahu nyungsep kemana, dan pulang bawa tunangan mu itu hanya Lika yang selalu ada dan menghibur ku dan datang saat aku butuh". Lirih Yuli saat mengingat masa terpuruk nya dulu.
Hanya ada dua orang yang selalu menemaninya, ketika Alan juga pergi ke amerika.Yaitu Jason dan Lika namun kini tanpa diduga ,Jason pergi secepat ini dan meninggalkan Lika dengan seribu luka.
Yuli adalah orang yang paling merasa bersalah, jika tak ada waktu untuk memperhatikan sahabat nya itu.Sahabat sejati adalah seseorang yang mau berbagi di segala cuaca dan segala situasi.
Sahabat adalah seseorang yang ada saat dibutuhkan dan pergi setelah semua nya beres.Sahabat adalah seseorang yang akan melakukan apa saja, meski harga diri dan nyawa adalah taruhan nya.
Berbahagialah jika dirimu mempunyai seorang sahabat, karena musuh gampang di cari tapi sahabat hanya 10000 berbanding 1.
" Hemm baik lah". Sahut Yuli mengalah
" Ayo sayang bersandar di sini, apa kamu nggak capek apa dari Thailand langsung kesini". ucap Dika sambil menyuruh Yuli berbaring di di lengan nya.
" Iya sayang makasih, tapi aku mau dekat Lika saja yah".Bujuk Yuli sambil menatap lirih kearah suami nya.
" Ya sudah tapi kalau sudah capek, kamu ngomong ya".Sahut Dika sambil mengelus puncak kepala Yuli.Yuli pun menganggukan kepala pertanda mengerti.
Ia pun kembali mendekati Lika, yang sedang melantun kan doa, menemani tubuh kaku Jason.
" Ya Tuhan, ku tahu setiap insan di dunia ini hanya titipan Tuhan.Salah kah jika aku ingin lebih lama dengan nya, salah kah jika aku ingin dia selalu di samping ku, salah kah jika aku ingin dia selalu memeluk ku siang dan malam". Lirih Lika dalam doa nya dan menghembuskan nafas nya kasar.Lalu Lika melanjutkan lagi doanya.
__ADS_1
" Maafkan aku jika aku egois, dan menyangkal akan takdir.Tuhan jagalah diri nya, ampun kan lah segala dosanya dan lapang kan lah jalan nya.Kuat kan lah aku dalam melanjut kan hidup ini,dan kabul kan lah permintaan terakhir nya, karena hanya dengan ini lah aku ingin berbakti kepadanya". Ucap Lika dalam Diam
Sedangkan Yuli di samping nya juga ikut berdoa, Yuli banyak bersyukur karena selama ini Jason banyak membantu nya.Jason tak pernah mengenal putus asa, bahkan selalu mensuport dirinya.
"Kak, maaf kan aku jika banyak salah ke kakak selama ini.Maafkan aku jika pernah membuat mu kecewa, namun asal kau tahu bahwa aku sudah menganggap dirimu sebagai abang ku.Aku janji akan menjaga Lika, dan tak kan membiarkan air mata nya keluar dan selalu bersedih." Ucap Yuli dalam doanya.
Keduanya menatap iba ke pada wajah pucat tersebut.Jika Jason masih hidup,author yakin pasti hatinya tengah berbunga karena di samping nya ada duduk wanita cantik yang menemani tidur nya.
Pria mana yang tak bahagia, jika begitu di cemaskan oleh wanita yang selalu berada dalam hati dan pikiran nya.
Waktu kini mendekati pagi, sudah tampak gelap akan pergi dan berganti siang.Dimana semua orang akan melakukan aktifitas nya untuk mencari nafkah.Namun berbeda di kediaman Erlangga, hanya terdengar dengan lantunan doa.Wanita cantik duduk di samping pria yang di cintai nya, mungkin tinggal hitungan jam ia akan berpisah untuk selama nya.
Wajah Lika memang terlihat capek, dan sangat pucat.Namun hal tersebut tak menyurutkan niat nya, untuk menemani Jason untuk terakhir kalinya.
Yuli kini sedang bersandar di bahu Dika, ia merasa tubuh nya sangat lemas dan pusing.Namun ia tetap tak mau pergi dari tempat itu, karena ia ingin menemani sahabat gesrek nya itu.
Di saat seperti ini, Yuli ingat akan satu nama, yang selalu ada di saat ia dan Lika butuh sandaran.Nama yang selalu ada Di saat Yuli dan Lika sedang kesulitan.
"Ah Lan, kenapa kamu pergi sih di saat Lika sekarang butuh kamu, bagaimana perasaan mu ketika tahu keadaan Lika sekarang". Gumam Yuli yang sudah bangun menatap sayu kearah Lika.
" uncle, kira kira jam berapa kita pergi pemakaman"? Tanya Dika
"Sedikit lagi Ka". Sahut Samuel.
Skipp
Kini Semua pelayat dan keluarga dekat sudah mengantarkan Jason ketempat peristirahatan terakhirnya.Selesai di makam kan yang masih betah disana adalah orang tua Jason, tunangan nya dan keluarga om nya.
" Lika sayang kamu sabar ya nak, tante yakin kamu kuat, kamu bisa melewati ini semua". Ucap Rika pelan sambil mengusap bahu Lika yang duduk bersimpuh di depan pusara Jason.
__ADS_1
Lika tak menyahut, tubuh nya bergetar, ia semalam berjanji tak kan menangis namun hati dan pikiran bertolak belakang.