Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
episode 387


__ADS_3

HAII READER KU TERSEYENG JANGAN LUPA LIKE N KOMENNYA KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU


HAPPY READING YA GUYS


LOPE U FULL


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


LANJUT ****


Rino menoleh kearah Suara,wajah yang tadi penuh emosi mendadak jadi hilang dan berganti senyum.


"Kamu sudah selesai Sayang?" tanya Rino agar gadis yang dari tadi menggodanya sadar diri jika ia sudah ada yang punya.


Sarah sangat terkejut mendengar panggilan dari Rino tadi ,akan tetapi ketika menyadari kerlipan mata pria itu akhirnya ia sadar jika sedang berbohong.


"Iya sudah selesai kamu lagi ngapain tadi?" Tanya Sarah yang pura pura manis.


"Ah hanya diganggu sama orang yang tidak penting!" Ucap Rino agar orang lain sadar jika Rino sama sekali tak menyadari kehadiran mereka selain Sarah.


"Ya sudah ayo kita ke kasir saja buat bayar,setelah itu langsung pulang!" Ajak Sarah.


Sementara itu gadis yang baru beranjak dewasa itu hanya bisa menahan malu,ketika semua mata menatap sinis kearahnya.


"Woii Neng ,cantik tapi kalau mau jadi pelakor jangan disini author kagak rela!" Ujar salah satu emak emak rempong.


'Eh Buk,urusin laki loe jangan sibuk sama orang lain dasar wanita tua hobinya nyolot!" Gerutu gadis manja bernama Bila itu.


"Ihhh dasar gadis cantik tapi dijual murahan!" Gerutu wanita paruh baya itu lagi.


Begitulah budaya masyarakat kita,jangan coba melihat yang ganjil sedikit pasti bakal langsung keluar bermacam macam nasihat dengan berbagai merek.


Terkadang ada yang secara tulus mengatakannya,akan tetapi jangan lupa dengan komentar pedas ala nyinyir seperti netizen.


"Kenapa mereka ribut ya,aku jadi bingung?" Tanya Sarah penasaran.


"Biarkan Saja,lebih baik kita pergi cari makan siang saja yuk!" Ajak Rino.


"Eh masa kamu malah ajak aku makan,gimana pekerjaan kamu yang lainnya?" tanya Rino Sarah memastikan.


"Tidak penting!" Sahut Rino santai.


"Aduh tidak bisa ,nanti Kak Avin marah kan bisa berabe.Lebih baik kamu pulang sana,pergi kekantor kerja kasihan pegawainya jika punya bos tukang bolos!" Pinta Sarah serius.


"Biarkan saja,kamu lebih penting!" Ujar Rino serius.


"Aku temani kamu ke kantor." Tegas Sarah karena jika tidak maka bisa dipastikan bakal menetap terus Rino disitu.


"Serius?" tanya Rino pelan.


"Dua rius malah!" Ujar Sarah sambil tersenyum.

__ADS_1


Akhirnya tanpa terduga Oleh Rino ,ia kembali ke kantor dengan ditemani pujaan hati.Senang so pasti ,tapi tetap dong kewibawaan mesti dijaga.


"Huh,mau tak mau harus mau daripada dia nya ngekor terus!" Gerutu Sarah tapi hanya bisa dalam hati.


"Kamu yakin tidak mau makan dulu?" tanya Rino pelan.


"Yakin,Nanti sajalah!" Sahut Sarah serius.


"Belanjaan kamu mau dibawa pulang dulu atau sebentar?" tanya Rino lagi.


"Nanti saja lah." Tolak Sarah.


Alhasil Rino dengan rasa semangat yang terpendam memilih untuk membawa mobil secara lambat agar bisa berlama lama dengan Sarah.


"Tadi kamu lagi kerjain apa sampe cepat sekali sampai disini?" Tanya Sarah.


"Lagi mikirin kamu." goda Rino.


Oh Dokumen,kasihan dirimu tak dianggap sama sekali.


"Masa sih,perasaan orang kalau ke kantor pasti bakal pacaran sama berkas yang bertumpuk,masa sih kamu nya hanya duduk bengong doang?' Tanya Sarah heran.


"Hehe demi kamu apapun bakal kulakukan!" Goda Rino membuat Sarah hanya tersipu malu.


"Kamu ih sangat menyebalkan,lebay nya minta ampun." Omel Sarah membuat Rino merasa gemas ingin memeluk dirinya.


"Kamu cantik,pengen ku bungkus bawa pulang deh!" Ujar Rino membuat Sarah tersipu malu.


"Ayo turun kita sudah sampai!" Ajak Rino yang membuat Sarah sadar.


"Aduh tapi aku nanti dimarahi lho,karena sembarangan saja masuk kedalam sini." Ucap Sarah yang takut takut.


"Aku yang ajak siapa berani marah,lagian ini kantor bakal jadi punya mu juga kan?" Sahut Rino santai.


"Aishh kamu ini ngomong apa


sih,kita kapan nikahnya sampai bilang begitu?" Tanya Sarah.


"Besok!" Goda Rino akan tetapi terdapat nada keseriusan.


"Boleh!" Sahut Sarah santai.


Keduanya bahkan tertawa cekikikan,tak peduli dengan sekitar berasa dunia milik berdua.


Bima hanya bisa mengelus dadanya ,ia sedang pusing memikirkan pertemuan nanti dua jam lagi.


Sedangkan Direktur tanpa beban malah asyik pacaran ,susah juga kalau seorang pemimpin yang ngebet kawin.


"Ayo keruangan ku!" Ajak Rino.


"Lho aku bisa tunggu kamu kerja di kantin saja,soalnya tak enak hati kalau gangguin Kamu." Tolak Sarah.

__ADS_1


"Ya percuma kamu ikut kalau akhirnya jauh lagi,ayo ke ruangan ku saja." Sahut Rino langsung menarik tangan Sarah tanpa peduli dengan sekitar.


Saat sudah berada didalam,Sarah termangu ia tak menyangka jika ruangan ini nuansanya sangat menyenangkan.


"Kamu tidak suka ya berada disini?" tanya Rino memastikan.


"Eh tidak bukan begitu, aku hanya takjub dengan segala yang ada disini." Sahut Sarah malu karena ketahuan terkesan seperti orang udik.


"Kalau kamu suka,bisa tiap hari kesini." Ucap Rino.


Sarah malas menanggapi karena perkataan Rino barusan terkesan berlebihan,padahal setiap nada yang ia ucapkan hanya mengagumi saja tanpa ada maksud lain.


"Permisi Tuan." Ucap Bima yang sudah berada disitu entah dari kapan.


"Hemm." Ucap Rino.


Apa,Ya Tuhan Bima butuh itu pernyataan yang mewakili pertanyaannya eh ini malah dibalas berdehem saja .


"Sebentar setelah makan siang kita akan rapat,Nanti perwakilan dari perusahan SA grup akan datang." Jelas Bima membuat Sarah langsung tersadar.


"Lho bukan nya SA grup itu perusahan Papa?" Tanya Sarah memastikan.


Bima sangat terkejut dengan perkataan Sarah barusan,ia bahkan tak sadar jika dari tadi ia melupakan wanita yang berada disamping Rino.


"Maksud kamu apa?" tanya Rino bingung.


"Nanti sajalah aku jelaskan,kamu lebih baik urus dahulu berkas yang mesti kamu pelajari." perintah Sarah yang langsung disetujui Rino tanpa bantahan sama sekali.


Bolehkah Bima teriak untuk marah sekarang,sebab dirinya yang dari tadi meminta Rino bahkan tak indahkan sama sekali sedang Sarah baru bicara langsung mengiyakan.


"Ini aku yang salah lihat atau memang benar Tuan Muda yang terlihat seperti kerbau dicucuk hidungnya." Batin Bima tanpa bisa berkomentar banyak.


"Kamu bawa berkas kesini sekarang ,jangan lupa siapkan makan siang dan cemilan untuk dia." Perintah Rino sambil menunjukkan kearah Sarah.


"Baik Tuan." Sahut Bima tanpa bantahan sama sekali.


Sarah hanya bisa duduk sambil memikirkan jalan keluar,agar sang Papa tidak tahu jika dirinya berada disini.


"Kalau ketahuan Papa bisa bahaya,lagian kok bisa sih kebetulan begini." Batin Sarah frustasi dan itu semua diperhatikan oleh Rino.


"Kamu lagi mikirin apa?" tanya Rino pelan.


"Ah tidak ada apa apa kok,ya sudah kamu lanjutkan pekerjaan itu aku mau main ponsel." Ucap Sarah karena tak ingin dibantah.


Wah Rino sungguh sangat penurut,ia bahkan langsung fokus pada berkas yang ada dihadapanya.


Sedangkan Bima sedang dikejar waktu karena perintah dari Rino tadi,ia bahkan harus memikirkan makanan dan cemilan untuk Majikannya.


"Ini Tuan kenapa sih tidak minta saya masak sekalian?" Batin Bima.


Sarah hanya asyik membaca novel online,akan tetapi jangan salahkan fokusnya terbagi antara benda persegi ditangan nya dan memikirkan tentang Papa nya.

__ADS_1


__ADS_2