
HAIII TERSEYENG JANGAN LUPA LIKE, KOMMEN N VOTE NYA DONG..
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUK KU...
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS...
LANJUT...
Dika terus terisak sambil memeluk erat tubuh lemas istrinya itu.Hatinya serasa ditusuk ribuan belati,melihat wanita yang di cintainya itu, lemah tak berdaya.
Apa yang Dika rasakan sama seperti perasaan Alan sekarang.Ia bahkan selalu melihat keadaan Yuli lewat kaca spion di atas nya.Ia merasa sakit, bahkan air matanya pun jatuh, namun ia mencoba tak menunjukan ke siapa pun.
" Kamu bangun ya Yuli, aku bakalan lakukan apa pun, yang penting kamu bangun". Pinta Alan dalam hati.
Sedangkan Riani, tengah meremas ujung bajunya kini.Ia tak menyangka Yuli akan mengalami hal ini, padahal tadi pagi putrinya itu sudah bangun untuk memasak sarapan.
" Dika kenapa Yuli sampe bisa begini, padahal tadi pagi dia baik baik saja". Tanya Riani yang sedikit kebingungan.
Dika menghembuskan nafas nya berat, karena ia mulai mengingat kejadian yang menimpa istrinya tadi.
" Tadi saat Yuli membangun kan Dika untuk sarapan, tapi Dika yang masih ngantuk memilih tetap tidur.Yuli yang melihat Dika masih tidur, dia pun membangun kan Dika dengan cara di gelitik.Karena terkejut, aku pun bangun dan tanpa sadar aku menolak Yuli, sehingga Yuli terjatuh dan kepala nya terbentur".Cerita Dika lirih.
" Ya ampun nak, aduh mami bingung mau ngomong apa lagi". Riani terlihat frustasi.
"Maafin aku mi, yang sudah membuat Yuli celaka". Sesal Dika
" Tidak nak, kamu tak salah.Karena memang keadaan orang saat bangun tidur kurang sadar.Jadi tak perlu menyalah kan diri kamu sendiri". Bujuk Riani kepada Dika
" Aku suami yang tega menyakiti istrinya". Lirih Dika lagi
" stop ka, jangan menyalahkan diri sendiri, kalau Yuli tahu juga tak mungkin dia menyalahkan kamu". Ujar Yuli
" Alan buruan bawa mobil nya, aku nggak mau Yuli kenapa napa". Pinta Dika.
__ADS_1
" kamu nggak boleh panik ka, aku yakin Yuli baik baik saja". Hibur Alan
Sementara di mobil Dion,Rika masih saja menangis.Bagaimana tidak, ia tak bisa melihat menantu yang sudah di anggap nya anak itu, kesakitan seperti tadi.
" Pa, cepetan aku ingin lihat keadaan Yuli". Pinta Yuli dengan air mata terus mengalir.
" Ma tenang dulu ya, papa Yakin Yuli wanita yang kuat kok". Hibur Dion
Sementara Bram hanya diam saja, ia sedang mencemaskan istri dan putri nya kini.
Tak lama, mobil yang membawa Yuli sudah sampai di rumah sakit.Di depan rumah sakit, terlihat dokter dan perawat sementara menunggu dan telah menyiapkan brangkar.
Dika langsung menggendong istrinya itu turun.Dan berlari menuju brangkar dengan wajah yang sangat terlihat panik.
" Dokter cepat periksa istriku, kalau sampai dia kenapa napa, kupastikan hari ini kalian terakhir bekerja disini". Teriak Dika dengan nada mengancam sambil membaringkan Yuli di atas brangkas dengan kepala terus mengeluarkan Darah.
Dokter dan perawat segera mendorong Yuli ketempat pemeriksaan.Dika yang juga ingin masuk, di larang karena akan mengganggu dokter selama peneriksaan.
"Tuan silahkan tunggu di luar,kami akan memeriksa nona". Ucap perawat.
Dika mengacak rambut nya frustasi, ia tak bisa duduk.Hanya mondar mandir di depan ruangan pemeriksaan tempat Yuli berada.
" Aku yakin kamu kuat Yul, aku mohon bertahan lah". Gumam Alan dalam hati.
Sementara itu Riani berusaha menguatkan Dika, karena ia paham dengan perasaan menantunya kini.
" Kamu tenang saja ya Ka, mami yakin Yuli baik baik saja". Hibur Riani
" Tapi kenapa dia dari tadi belum bangun bangun". Lirih Dika
Tak berselang lama, Dion, Rika dan Bram sampai di rumah sakit.Mereka langsung berlari menuju ke ruangan pemeriksaan Yuli, Riani yang melihat suaminya sampai langsung berlari memeluk nya.
Riani menangis di pelukan suaminya, ibu mana yang akan tenang jika putri kesayangan nya kenapa napa.
" Mas aku takut Yuli kenapa napa". Lirih Riani
__ADS_1
"Heii nggak boleh ngomong gitu, aku yakin yuli baik baik saja.Kamu nggak boleh sedih ya, kasihan Yuli". Bram menghibur istrinya itu.
Riani tak menyahut lagi, ia masih saja menangis.Dan Rika yang melihat keadaan putranya mendekati nya dan mengusap pelan bahunya.Ia sangat tahu apa yang di rasakan Dika kini, putranya itu tak mengeluarkan suara hanya guratan kecemasan saja di wajah nya.
" Ka kamu nggak boleh seperti ini, mama yakin Yuli kuat". Ujar Rika
" Tapi ini semua salah Dika ma, kalau tadi Dika nggak refleks, Yuli nggak kenapa napa.Dika suami yang tega menyakiti istrinya, Suami yang tak berguna".Dika merutuki dirinya sendiri.
" Hei nggak boleh ngomong seperti itu, mama Yakin kamu tak sengaja". Jawab Rika.
Dion duduk disamping Alan yang dari tadi hanya tertunduk.Alan tak bersuara dari tadi, saat tiba di rumah sakit.Di dalam hatinya kini, hanya memikirkan Yuli saja.Bahkan ia pun tak peduli dengan pesawat, yang akan terbang sedikit lagi.
" Lan, kamu nggak jadi kembali ke amerika,tante takut kamu akan terlambat". Tanya Rika
" Alan nggak jadi berangkat tante, sebelum tahu keadaan Yuli". Sahut Alan dengan suara tak bersemangat.
Tak lama pintu ruangan pemeriksaan terbuka, dan dokter keluar.Dengan wajah yang tak bisa di tebak, Dika yang melihatnya langsung mendekati Dokter tersebut.
"Dok, bagaimana keadaan istri saya"? Tanya Dika yang sudah tak sabar ingin mengetahui keadaan Yuli.
"Nona keadaan nya tak terlalu mengkhawatir kan, hanya saja kita tunggu ia sadar dulu.Supaya bisa mengetahui berapa parah benturan di kepala nya". Jawab dokter tersebut
Dika tak bisa berkata kata hanya merutuki kebodohan nya, karena bukan nya menjaga Yuli malah mencelakai dirinya.
" Tapi putri saya sudah bisa di lihat belum dok"? Tanya Riani
" Sudah bisa bu, tapi pasien untuk sekarang belum sadar kan diri, karena masih dibawah pengaruh obat". Ucap Dokter tersebut.
" Makasih dok". Ucap Rika
" sama sama nyonya, kalau begitu saya permisi undur diri dahulu". Pamit Dokter
Dika yang sudah tak sabar, segera masuk kedalam ruangan dan menemui Yuli.Hatinya sangat hancur melihat keadaan istrinya.Yang masih setia menutup matanya,Dika menciumi seluruh wajah istrinya itu.Dan terakhir mencium perban di kepala Yuli.
" Sayang maafin aku, ku mohon bangun dan marahin aku, aku nggak sanggup lihat keadaan kamu seperti ini". Lirih Dika sambil mengecup berulang kali tangan Yuli..
__ADS_1
Alan yang dari tadi menyaksikan kecemasan Dika, dan keadaan Yuli yang belum sadar.Ia tak sanggup berdiri lebih lama di situ, ia pun memutuskan ke toilet dulu.
Di dalam toilet, Alan memukul dadanya yang terasa sangat sakit.Ia tak sanggup melihat keadaan Yuli seperti sekarang, namun apa daya nya yang tak bisa mendekati nya sama sekali.Ia ingin sekali memeluk Yuli, namun ia tak punya ha itu.