
Guys jangan lupa mampir ya....
Author mau nambahi nih karena Lika kan lagi pengen temani Yuli belanja.masa kita nggak boleh kepoin mereka kalau lagi belanja...
Sesampainya di mall milik keluarga Yuli,mereka pun turun.Sebenar nya Dika menolak jika Yuli pergi berbelanja, karena ia tak mau Yuli kelelahan.
Namun apa daya jika 1 lawan 2, sudah pasti kita bisa tebak siapa yang kalah.Dika tak mungkin bisa menang dari emak emak muda, yang kalau teriak melebihi sirine patroli.
" Sayang kenapa sih harus keluar dari rumah, kalau kamu kelelahan gimana"? Tanya Dika khawatir.
" Ya elah bang kamu lupa siapa kami, kami tahu apa yang boleh dan tak boleh di lakukan ibu hamil saat mendekati waktu melahirkan.Ia perlu bergerak banyak, dan berjalan agar memudah kan proses melahir kan.Sayang istri boleh,tapi jangan berlebihan karena saat melahirkan bukan kamu yang sakit tapi Yuli nya". Jelas Lika yang sedikit kesal dengan wajah cemas nya Dika.
" Heii cempreng, awas saja jika nanti istriku kelelahan, kubuat kau berhenti jadi dokter" Ancam Dika sambil menatap tajam kearah Lika.
" Kalau nggak mau istri kelelahan, jangan bikin anak biar istri bebas kemana saja tanpa kecemasan lebay dari kamu". Kesal Lika
" Dasar cempreng di bilangin malah ngelunjak". Ujar Dika
__ADS_1
" Bodoh amat". Sahut Lika sambil berjalan genit di depan Dika dan Yuli sambil mengibaskan rambut nya Ala model.
" Ya ampun yang, aku nggak bayangin gimana jadi Alan yang tiap hari mendengar suara cempreng nya Lika"..Ucap.Dika pelan namun masih bisa didengar Yuli.
" Sayang Lika kalau lagi kesal, ya suara lima oktaf nya kambuh.Tapi kalau lagi senang, lembut nya aduhai bikin meleleh". Sahut Yuli yang tersenyum sambil membayang kan bagaimana perasaan nya saat dulu berteman dengan Lika.
" Meleleh gimana, orang aku rasa telinga ku mau copot gini kok". Sahut Dika tak terima.
" Heii pasutri yang lagi berbahagia, bisa tidak tunda sampai di rumah dulu, soal nya hari ini kita mau belanja bukan mau mesraan" kesal Lika
" iri bilang boss". Sahut Dika
Setelah sampai di toko yang menjual berbagai keperluan bayi, mereka masuk kedalam.Yuli memilih duduk, kaki nya sudah tak kuat lagi buat berbelanja.Sedangkan Lika serasa ia ingin memborong semua yang ada di dalam toko tersebut, sebab semuanya sangat bagus.
" Yul kamu kenapa sih nggak mau di USG, kan biar bisa tahu jenis kelamin nya.Supaya bisa beli sesuai warna nya, nggak perlu pusing seperti ini".kesal Lika
" Haha pusing ya kasihan, ya sudah ngapain beli.Aku sama Yuli nggak minta kok, lagian aku mampu juga kali belikan untuk anak ku". Ejek Dika
__ADS_1
" Aduh Yul,sumpah laki lo emang mulut nya ngalahin emak emak kompleks tau nggak sih.Mulut nya pedas banget, sampe aku aja bingung tuh laki beneran apa oplas ya". Kesal Lika
" Astaga Ka, enak saja kamu ngomongin Dika seperti itu, aku aja bisa nggak jalan kalau dia ngajakin *** *** kok". Sahut Yuli
" Ihhh kamu tuh mulut nya nggak di sensor dulu kenapa?".Lika memasang wajah cemberut.
" Jadi gimana Ka, jadi belanja nggak"? Tanya Yuli
" Nggak jadi ah, soal nya malas masa kita belum kasih hadiah sudah di tolak secara halus.Kan bikin rugi duit lebih baik buat mempercantik diri aku saja deh". Sahut Lika langsung keluar dari toko tersebut.
Dika yang baru pulang dari toilet, heran karena hanya ada Yuli seorang tak ada Lika.
" Lho yang si cempreng mana, kok nggak ada"? Tanya Dika penasaran
" udah pulang tadi, yang bisa tidak kalau ngomong tuh di filter dulu, kasihan kan Lik jadi ngambek karena kamu tolak pemberian dari dia". Ucap Yuli
" Hehe sayang maaf,soalnya setiap ketemu sama tuh anak bawaan nya kesal saja". Dika cengengesan sambil menggaruk kepala nya yang tak gatal
__ADS_1
INI BENERAN TAMAT SETAMAT TAMAT NYA