
HAII READER KU TERSEYENG...
AKU TAHU BANYAK YANG KECEWA, TAPI KAN AUTHOR LEBIH PILIH ALAN, KASIHAN ALAN SELAMA INI SELALU MENGALAH TAK ADA SALAH NYA DONG KALAU DIA MERAIH MIMPINYA...💝💝💝
HEHE ADA YANG MARAH LO KARENA AUTHOR RUBAH DIKIT ALUR NYA..
SO CALM DOWN BABY...
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS...
LANJUT...
Rika memandang tubuh kaku Jason, ia merasa sangat sedih melihat keponakan nya yang merupakan teman duet berdebat selain Dika..
" Heii bocah, kamu kok bisa sampe kaya begini, kamu nggak kasihan apa sama si Lika dia terpukul sekali tuh.Ayo bangun katanya kamu itu jago kalau ngajak tante berdebat, masa sekarang kamu cemen sih". Ujar Rika yang sambil menangis, hatinya sakit melihat keponakan nya yang tak juga mau bangun dari tidur panjang nya.
Dion mendekati istri nya dan memeluk nya, ia juga sangat menyayangi keponakan nya itu.
" Jason maafkan om, jika selama ini om kasar atau berbicara yang membuat kamu tersinggung.Tapi percayalah kalau om sangat menyayangi mu dan ingin yang terbaik untuk mu". Lirih Dion.
" Pa kasihan Dina dan Samuel mereka pasti sangat kehilangan, mama paham betul bagaimana perasaan mereka dulu.Karena waktu Dika pergi, mama juga sangat merasa kehilangan". Lirih Rika
Keduan tetap setia di samping jenasah Jason, sedangkan Samuel dan Dina sedang berada dalam kamar Jason.Keduanya tengah memberi pertolongan kepada Lika agar segera sadar.
" Ma, kalian bisa kan urus Lika,Papa kembali ke bawah temani Jason". Ujar Samuel yang hanya di angguki oleh Dina..
" Din, aku nggak papa jagain Lika disini, kamu turun temani Jason.Kasihan dia nanti besok kamu tak kan bisa melihat nya lagi, temanilah dia untuk terakhir kalinya". Bujuk Ella.
Dina hanya menundukan wajah nya, ia meraih tangan Lika dan mengecup nya berulang ulang kali.Air matanya mengalir tanpa bisa ia tahan, di satu sisi ia sangat kehilangan putra semata wayang nya, namun di satu sisi ia sangat menyayangi gadis yang kini sangat terpukul dan tak sadarkan diri.
" Tapi aku nggak tega sama Lika La, aku merasa bersalah melihat keadaan nya sekarang.Maafkan kami jika sampai membuat Lika seperti ini, maafkan kami jika waktu bisa ku ulang mungkin tak menginginkan ini terjadi". Lirih Dina sambil mengusap wajah cantik Lika yang terlihat sangat pucat.
__ADS_1
" Jangan bicara seperti itu, takdir bukan hukuman takdir harus di jalani, kita manusia hanya bisa berharap dan meminta namun selepas itu semua bukan kah semua sudah ada yang atur"? Ujar Ella.
"Makasih ya Ella, makasih atas pengertian kamu". Ucap Dina tulus.
" Iya sama sama, kita akan berusaha membuat Lika kembali tersenyum seperti dulu, kamu mau kan membantu aku". Pinta Ella.
" So pasti, tanpa kamu minta pun aku akan melakukan nya bukan kah hanya Lika yang sekarang kami punya"? Sahut Dina
" Ya sudah Din, ayo kamu kebawah temani mereka kasihan mas samuel, mas dion dan Rika".Bujuk Ella lagi.
Dengan langkah yang gontai, Dina turun dan menemui semuanya.Hatinya kembali teriris melihat pemandangan yang kini ada di hadapan nya kini.Anak laki laki satu satunya kini terbujur kaku, ia hanya berdiri di tangga, tanpa bisa melangkah kan kaki nya lagi.
Samuel yang melihat istrinya itu, langsung mendekatinya dan memeluk nya.Ia kasihan melihat keadaan istrinya yang seperti tak punya semangat lagi .
" Pa, dosa apa yang mama lakukan di kehidupan yang lalu, sampai anak mama mengalami hal seperti ini.Jika bisa biar mama yang tidur di situ, hati mama sakit melihat semua ini mama rasa seperti mimpi.Jika ini memang mimpi, mama ingin bangun dan tak mau tidur lagi". Lirih Dina
" Maafkan papa ma, jika tak bisa berbuat apa apa,Papa juga tak bisa kembalikan dia". Sahut samuel.
Sedangkan di dalam kamar Jason,Lika masih belum sadarkan diri.Ia masih beta dalam tidur nya, dan ia mengalami mimpi yang membuat nya tak ingin bangun.
Didalam mimpi Lika....
Lika kini yang tengah memakai gaun pengantin, dengan senyum sumringah di wajah cantik nya.Ia hari ini terlihat sangat cantik dan hatinya sangat bahagia karena ia akan menikah dengan pria pujaan hatinya.
Lika berjalan terus di dampingi Ella dan Yuli di sebelah nya, bahkan perut Yuli terlihat buncit.Ya Yuli hadir di pernikahan Lika dengan keadaan tengah berbadan dua.
" Ciee yang mau jadi pengantin, wajah nya senyum terus apa nggak capek tuh bibir". Ejek Yuli
" ishhh aku lagi deg deg kan tahu, jadi dengan cara senyum begini aku bisa terlihat biasa saja.Padahal nyali gue lagi menciut ibu bro". Sahut Lika.
" Santai saja terseyeng ku, nikah itu awal nya deg deg kan, tapi setelah itu nikmat nya ehem ehem pingin nya nempel trus". Ucap Yuli
" idih mentang mentang sudah merasakan nya, sombong bener sih". Sinis Lika
__ADS_1
Sedang kan Ella yang dari tadi mendengar perbincangan kedua sahabat itu hanya menggelengkan kepala, pertanda tak habis pikir dengan jalan pikiran keduanya.
" Sudah sudah, kalian tuh mulut nya nggak bisa di sensor ya, nyerocos terus nanti laki kalian ilfeel baru keok". Ledek Ella.
" Hehe Bunda maaf". Lika dan Yuli cengengesan.
"Nah tuh Lika, pangeran kamu lagi nungguin kamu buat di bawah ke tempat nikahan nya". Ujar Yuli sambil menunjuk ke arah seorang pria tampan yang tengah tersenyum manis kearah mereka.
Sesampainya disana, Yuli dan Ella melepaskan tangan Lika dan memberikan kepada pria tampan tersebut.
Pria tersebut mengulurkan tangan menyambut tangan Lika, keduanya jalan menuju ke pada penghulu yang sudah menunggu mereka.Tapi yang membuat Lika heran, kenapa di depan penghulu telah duduk seorang pria yang membelakanginya.
Ia bingung sebenarnya siapa dia, kenapa dia duduk di tempat yang seharus nya di duduki pria yang di samping nya kini.Ia menoleh ke arah pria yang tengah menggenggam tangan nya kini, pria tersebut membalas senyuman nya.
" Sayang kenapa ada orang yang duduk di tempat yang seharus nya kamu duduk"? Tanya Lika heran.
" Iya karena dia yang akan duduk di situ, dan kamu yang akan duduk di sebelah nya". Sahut Pria tersebut.
"Jason kamu gila ya, memang nya kamu nggak mau nikah sama aku, apa kamu nggak cinta lagi sama aku". Tanya Lika terlihat kesal dan hendak menangis karena Jason mempermain kan perasaan nya kini.
Ya pria yang tadi menyambut tangan Lika adalah Jason erlangga, yang sebenar nya adalah calon mempelai pria nya.
" Selalu ada cinta untuk mu dan tak kan pernah tergantikan, selalu ada rasa untuk mu dan tak kan pernah pupus, selalu ada beribu penyesalan untuk mu dan tak bisa ku perbaiki.Raih lah mimpimu, ketahuilah jika aku selalu mencintai mu meski tak bisa bersama.Dia adalah pria yang baik, dan aku yakin ia akan menjagamu, bahagialah dengan nya, maafkan aku jika selama kita bersama aku selalu menyakiti mu, jangan selalu bersedih jika tak ingin jalan ku yang akan ku tempuh penuh dengan rintangan.Aku selalu mencintai mu Lika Handoyo, ku tunggu kau di kehidupan selanjut nya". Ucap Jason sambil mencium kening Lika.
Jason lalu menggenggam tangan Lika menuju ke hadapan penghulu, dan pria yang dari tadi memunggungi mereka berdiri dan berbalik lalu tersenyum.
Lika sangat terkejut, ternyata Jason mengingin kan ia menikahi pria itu.Saat pria tersebut mengulurkan tangan supaya Lika menyambut nya, saat itu juga Lika merasa genggaman Jason terlepas.Saat Lika menoleh ia melihat Jason tersenyum dan melambai tangan kepadanya dan ia melihat jason terus berjalan dan lama lama semakin jauh dan tak lama Jason pun menghilang.
Saat itu lah Lika langsung tersadar bangun dan histeris..
" Jasooon jangan tinggal kan aku
(sabar ya terseyeng)
__ADS_1