
HAI READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMENNYA KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
LANJUT ****
Rino sebenarnya ingin mempertahankan egonya akan tetapi kalau begini terus,maka bisa dipastikan ia akan jadi jomblo terus seumur hidup.
"Apa aku kejar saja ya,kalau begini terus lama lama bisa diambil orang lain jodohku?" Gumam Rino dan tanpa pikir panjang lagi berlari keluar rumah mengejar Sarah.
Untung juga wanita cantik itu masih berada dekat rumah,dan juga bersyukur karena Rino tak kelamaan berpikir.
"Tunggu!" teriak Rino kuat.
Sarah langsung berhenti dan menoleh kearah sumber suara ,keningnya mengkerut ketika tahu ternyata yang memanggil dirinya adalah Rino.
Padahal tadi mereka sudah saling mencoba untuk menjauh ,tapi kenapa pria itu datang lagi.
Sarah hanya menatap Rino tanpa ada niat untuk bertanya atau berkomentar,karena dirinya sangat penasaran dengan maksud pria itu.
"Jangan pergi!" Ujar Rino tanpa tedeng aling.
"Kenapa?" Tanya Sarah heran.
"Aku yang anterin kamu mau kemana saja bila perlu kerumah kamu sekalian,tapi kita makan dulu karena dari semalam belum makan!" Bujuk Rino serius.
"Apa tidak merepotkan kamu?" Tanya Sarah tak enak hati.
"Tidak sama sekali ,lagian aku juga tidak mungkin menolak dengan sesuatu yang kuanggap benar." Sahut Rino serius.
"Aku sebenarnya tak ingin merepotkan siapapun,jadi tadi aku pergi agar kamu bisa istirahat!" Jelas Sarah.
"Yang bilang kamu itu merepotkan siapa,padahal aku dengan senang hati melakukan itu semua hanya saja kamu yang terkadang menolak tanpa memikirkan perasaanku." lirih Rino yang mencoba untuk tersenyum.
"Ya ya maaf jangan marah dong ,ayo kita pergi makan keburu nanti pingsan memangnya kamu bisa gendong?" Ledek Sarah.
"Oh tenang ,aku bakal sanggup kok kalau kamu minta gendong sampai ke ujung dunia pun aku tak akan menolak nya." ujar Rino pasti membuat Sarah jengah melihatnya.
"Hem terserah kamu saja ,aku lagi malas berdebat nanti bakal lebih panjang urusannya." Sindir Sarah jengah.
__ADS_1
Rino hanya menggeleng kepalanya ,lalu setelah itu mengajak Sarah menuju mobil agar segera keluar mencari makan.
"Pagi pagi itu makanan apa yang biasa dijual disini?" Tanya Rino penasaran.
"Banyak ,ada bubur ayam atau sum sum habis itu nasi kuning ,nasi uduk pokoknya banyak deh pilihannya." Sahut Sarah antusias.
"Kalau begitu bagaimana kalau kita pergi cari Nasi Uduk,karena aku juga penasaran bagaimana sih rasanya." Pinta Rino antusias.
"Why Not ,ayo kita berburu makanan enak dipagi hari!" Ajak Sarah sambil tertawa kecil.
Kini mereka sudah berjalan untuk mencari Nasi uduk ,sambil sesekali bercengkerama membahas hari lalu.
"Aku tuh heran kok bisa bisanya kamu ambil semua barang milik tuh manusia kurang ajar ,terus semua itu kamu taruh dimana?" Tanya Sarah penasaran.
"Oh tenang aku buang didekat bunga yang ada dihalaman depan ,lagian mana mau berurusan dengan barang milik orang yang ingin kuhabisi." Jelas Rino serius.
'Keren,eh itu kan Via sama Avin.Wah enak sekali mereka ya,kita boleh kelaparan tapi mereka makan berdua disini!" Gerutu Sarah kesal.
"Jangan gitu dong bidadari cantikku,aku kan ada disini buat temani kamu jadi jangan gitu ya!" Bujuk Rino sambil tersenyum.
Keduanya tertawa bahkan terlihat tak menghiraukan pasangan yang sedang menikmati waktu berdua ,karena keduanya juga sedang mencari hidup.
"Eh stop itu ada gerobak nasi uduk!" Teriak Sarah antusias sambil menunjukan kearah yang dimaksud.
Sarah hanya cengengesan karena sadar dengan tingkahnya tadi ,memang benar sih dirinya tadi terlihat sangat bersemangat.
Mungkinkah ingin menunjukkan kepada Rino bagaimana cita rasa dari kuliner indonesia ,yaitu sangat memanjakan lidah dan tak terlalu makan biaya.
"Ayo kita turun Sayang!" ajak Rino sambil tersenyum.
Keduanya menuju gerobak tempat nasi uduk mangkal ,akan tetapi yang membuat Rino penasaran bagaimana caranya makan sedang tempat duduk pun tidak ada.
"Kita makan dimana nanti?" Tanya Rino penasaran.
"Nanti baru kita pikirkan ,tapi kalau jualan pake gerobak tandanya mereka akan berkeliling kalau sudah sepi.Tapi tenang saja mereka bungkus makanan dengan bersih kok,jadi memudahkan pembeli buat bawa pulang!" Sahut Sarah menjelaskan agar bule yang disampingnya itu tak banyak bertanya.
"Mang ,nasi uduknya dua ya!Yang satu kebanyakan sambal ya,terus lauknya komplit!" Pinta Sarah sambil tersenyum.
"Baik Neng ditunggu saja ya,pacarnya bule ya Neng?" Tanya Pria yang sudah termakan usia itu.
"bukan Mang ,itu hanya teman saja kok!" Jelas Sarah membuat Rino kesal karena masih saja itu jawaban yang diberikan oleh Sarah jika ada orang yang bertanya.
"Nih anak apa mesti aku kasih hamil dulu baru dia paham,masa dari kemarin jawabnya gitu saja?" Gerutu Rino dalam hati.
"Tapi Eneng sama mister nya cocok lho!" Goda penjual nasi uduk.
__ADS_1
"Hadeuh Mang jangan kelebihan lebay deh pake panggil mister segala ,dia itu orang indonesia jadi panggil Mas saja!" Sahut Sarah sambil tersenyum.
Kira kira jadi apa seorang bule kalau dipanggil Mas,pasti bakal ada rasa campuran keju dan jagung titi.
"Masa sih harus dipanggil Mas?" Tanya Mamang itu lagi.
"Terserah Mamang saja aku mah rapopo!" Sahut Sarah jengah.
"Kalau Enengnya tidak doyan Mas Bule ,mendingan dikasih keanak saya saja hitung hitung kan merubah garis keturunan." Goda Mamang itu.
Rino yang ingin melihat reaksi Sarah,memilih ikutan respon dari penjual yang sudah paruh baya itu.
"Wah jadi Bapak punya anak cewek?" Tanya Rino sambil tersenyum.
"Ya ada dong Mas Bule makanya tadi saya tawarin,gimana mau?" Tanya Pria itu lagi.
"Saya juga lagi cari istri lho Mang,biar tidak cantik tapi intinya tidak pembangkang dan tidak melawan!" Jelas Rino yang sengaja mengatakan hal itu agar Sarah cemburu.
Akan tetapi sayang sekali itu semua hanya khayalan belaka,karena Sarah sama sekali tak peduli dengan apa yang dibahas oleh Rino dan penjual nasi uduk itu.
"Mas Bule nya yakin ,kalau begitu nanti saya kasih nomor cucu saya biar gampang menghubungi Emaknya!" Sahut Pria tua itu membuat Sarah ingin tertawa karena melihat wajah tak percaya milik Rino itu.
"Maksudnya Mamang apa ya?" Tanya Rino memastikan.
"Ya anak saya kan Janda anak empat ,tapi masih muda kok hanya badannya saja yang melar dimana mana," sambung pria tua itu lagi.
Sarah menahan tawanya bahkan ia merasakan sakit diperutnya karena pembicaraan menarik antara Rino dan pria penjual nasi uduk itu.
"Ini Mas Bule buburnya,jadi gimana saya kasih nomor cucu saya atau tidak?" Tanya Pria itu lagi.
"Buburnya berapa?" Tanya Rino yang ingin segera menjauh dari situ.
"Tiga puluh ribu saja Mas Bule." Sahut Pria tua itu.
Setelah memberikan uang berwarna biru,Rino langsung menarik tangan Sarah menuju mobil.
"Eh tunggu kembalian nya belum!" teriak pria itu.
"Ambil saja." ujar Rino tanpa mau menoleh kearah belakang lagi.
"Terima kasih calon mantu!" Teriak pria itu antusias.
"Hei dipanggil noh ama mertua!" Sindir Sarah.
"Diam,ini semua gara gara kamu!Lebih baik kita pulang terus makan ,jangan bahas yang tidak perlu."Sahut Rino datar.
__ADS_1