Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
47


__ADS_3

Takdir sudah di tentukan maka yang terjadi biarlah terjadi yang harusnya bertemu pastilah bertemu, sebagai manusia kita hanya perencana namun Sang Pencipta yang menentukan kehendakNya.


💜💜💜


Hari ini pertemuan kedua keluarga yang dilaksanakan di sebuah rumah makan kas Sunda. Zaidan datang bersama anggota keluarga dari pihaknya hanyalah ibu dan ustadz Mukti sedangkan dari keluarga angkatnya tentu saja kedua orang tua dan ketiga adiknya ditambah tokoh dibalik perjodohan ini, kakek Harsa dan juga sang istri yang masih begitu terlihat cantik di usia senjanya.


Kehadiran mereka disambut ramah oleh keluarga Diana yang hanya datang dengan kedu orang tuanya saja dengan alasan keluarga mereka jauh berada di luar kota tapi ketika hari pernikahan merek pastikan akan hadir.


Keluarga Diana yang Memeng datang terlebih dahulu otomatis menyambut kehadiran keluarga Zaidan.


" Silahkan!" Ujar Pak Dimas ayah dari Diana, mempersilahkan keluarga calon besannya menempati tempat yang sudah di sediakan. Mereka sengaja memang memesan ruangan yang agak private.

__ADS_1


Zaidan mengangguk sopan dan menyalami calon mertuanya. Dia terlihat gagah dengan kemeja putih dan celana hitam yang membalut tubuh tegapnya. Rambutnya yang dipangkas pendek terlihat lebih rapih menambah ketampanannya.


Sementara Diana sendiri yang tengah duduk beranjak dari duduknya untuk menyalami keluarga calon pasangan hidupnya. Dia menatap satu persatu keluarga calonnya itu dan begitu terkejut dengan kehadiran seorang gadis yang dia tolong kemarin dan gadis tersebut pun yang tidak lain adalah Aluna sontak menatapnya kaget, bisanya mereka bertemu di sini, jantung Aluna berdegup kencang, takut keluarganya akan mengetahui apa yang terjadi padanya kemarin. Padahal kemarin dia sudah meminta tolong pada Mas Arby untuk merahasiakan semuanya. Namun Sekarang akankah terbongkar semua yang dia simpan karena ternyata wanita yang menolongnya kemarin adalah calon kakak iparnya sendiri. Orang yang tidak ingin dia temui sebenarnya. Namun karena nasihat dari mas Arby kemarin diapun belajar untuk mengikhlaskan. Aluna menghampiri Diana sambil tersenyum dan mengangguk seolah memberikan kode jangan katakan apapun tentang kejadian kemarin. Itulah kata-kata yang mewakili sorot matanya sekarang. Dan beruntung Diana pun hanya mengelus pelan bahu Aluna dan tak mengatakan apapun, membuat Aluna lega.


Ketika Diana berhadapan dengan Zaidan, dia hanya menganggukkan sopan tanpa menyalami dan satu kata yang terucap di hati Zaidan ' cantik ' ya Diana memang cantik mengenakan gamis toska dan kerudung yang senada, terlihat sangat anggun dan dewasa.


Mereka berdua tidak membayangkan jika hari ini akan tiba juga.


Semua orang pun telah duduk di kursinya masing-masing. Papa Reno duduk disamping Mama Ayu, Kakek Harsa pun duduk berdampingan dengan istrinya Nek Siska Sedangkan Zaidan duduk diantara ibunya dan juga ustadz Mukti. Sedangkan Arby dan Ainun juga adik-adiknya duduk di meja terpisah namun masih di satu ruangan


" Baiklah, saya mewakili dari pihak keluarga adik saya karena Ayah dari Zaidan sudah berpulang terlebih dahulu mendahului kita jadi saya selaku pamannya, adik kandung dari ayahnya Zaidan mewakili untuk berbicara di sini." Semua orang pun mengangguk.

__ADS_1


" Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa kehadiran kita di sini mempunyai sebuah niatan yang baik, untuk tujuan yang baik begitupun caranya yang kita lakukan pun in syaa Allah sudah dengan cara yang baik. Katakanlah ini adalah sebuah lamaran untuk Diana Putri dari pak Dimas dan ibu Mariana untuk anak kami Zaidan. Walaupun sebenarnya mereka pun sudah sama-sama setuju begitupun dengan kedua belah pihak keluarga.


" Benar, sebenarnya ini adalah pembicaraan lanjutan untuk ke tahap yang lebih serius." Ucap pak Dimas menimpali.


" Baiklah, selanjutnya kita akan membahas mekanisme pernikahan." Kami dari pihak Zaidan yang akan membantu mengurusnya." Ucap Papa Reno yang diam saja sejak tadi menyimak pembicaraan. Kedua belah pihak.


" Benar kita akan membahasnya sekarang." ucap pak Dimas yang terlihat agak tegang. Maklum lah dia akan menikahkan Puti tunggalnya. Sedangkan ibu Mariana yang duduk disebelah kanan putrinya menggenggam erat tangan sang putri seolah menyalurkan kekuatan dan menyakinkan bahwa ini adalah memang proses yang harus dijalani.


Sementara pelayan datang memberitahukan bahwa makanan yang mereka pesan sudah siap dihidangkan. Pada akhirnya mereka beramah tamah terlebih dahulu sebelum memulai membahas pernikahan anak-anak mereka.


Sekilas Zaidan melirik Diana yang duduk berseberangan dengannya, dan Diana juga yang menoleh pada Zaidan secara bersamaan membuat mereka saling menatap sekilas dan sama-sama menundukkan pandangannya dengan membawa senyum dari bibir masing-masing. Seolah tengah saling mengagumi satu sama lain.

__ADS_1


Happy reading 💜💜💜💜


Maaf telat update untuk hari ini


__ADS_2