
HAII READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
LANJUT ***
Ketika mereka sedang mengobrol ,art yang bekerja di situ membawakan minuman. Setelah menghidangkan ia langsung undur diri,tapi sebelum itu mendengar apa yang di suruh Lika kepadanya.
" Bik nanti tolong siapkan makanannya di meja makan Ya"! Pinta Lika
"Baik Bu".
"Ayo di minum Ka Yul".Ujar Lika
" Iya makasih ". Sahut Yuli sedang Dika hanya tersenyum.
Alan yang merasa sikap Dika yang pendiam malam ini,merasa heran sekali. Karena selama ini Dika tak pernah sesunyi ini apalagi ketika bersama dengan nya.
" Ka kamu kenapa sih dari tadi sunyi terus ,apa kamu sakit gigi atau gimana sih"?.Tanya Alan penasaran.
__ADS_1
Dika hanya menggelengkan kepalanya ,karena sejujurnya tubuh nya sedikitpun tak ada masalah sama sekali. Bahkan bisa di bilang sangat sehat walafiat malah,tanpa ada gangguan sedikitpun.
"Iya deh Ka kamu aneh tau nggak ,Yul bojomu sehat kan"? Tanya Lika menimpali perkataan suaminya.
" Ya ampun kalian berlebihan banget sih ,mana mau aku nya pergi keluar sedang suami sedang sakit ". Sahut Yuli sambil menggeleng kepalanya.
" Iya kalian ini aneh saja ,memangnya kalian kangen dengar suara nya aku"? Tanya Dika sambil menaik turunkan alisnya.
" Idih ogah siapa juga yang kangen sama suaranya kamu ,orang aku nya hanyalah memastikan saja keadaan kamu sekarang ". Sahut Alan jengah menatap wajah Dika yang di buat se dramatis mungkin.
" Hemm kumat lagi kan gesrek nya". Sahut Dika santai.
" Astaga Ka kamu beneran jaga image supaya aku nggak akan tolak Davin ,biar bisa jadi mantunya aku"? Tanya Alan memastikan.
Alan sebenarnya mencoba menebak kelakuan sahabat nya itu ,yang entah tak ada angin tak ada hujan menjadi sosok yang pendiam. Setelah mencerna beberapa saat ,akhirnya ia mengambil kesimpulan jika Sahabat nya itu sedang mencoba menjaga sikap.
Silvia yang sedang memakan cemilan langsung tersedak,ia merasa heran dengan perkataan Papa nya barusan. Ia merasa malu karena Alan langsung menyimpulkan ,jika kedatangan Yuli dan Dika membahas soal dirinya dan Davin.
Padahal jangan sampai kedatangan mereka bukan tujuan untuk itu,mungkin karena ada keperluan lain.Silvia merasa Jika Alan sengaja memaksakan kehendaknya ,artinya pihaknya yang terkesan tak tahu malu.
" Astaga Papa nih malu maluin saja deh ,memang nya kedatangan Om sama tante untuk apa kesini "? Tanya Silvia pelan pada mama nya.
Kebetulan Yuli yang berada di sampingnya mendengar,hanya tersenyum mendengar kekesalan dari calon mantunya.Ia juga tak menyangka jika Sahabat gesrek nya itu tahu ,maksud dan tujuan kedatangan mereka.
" Jadi anak aku beneran di restui bro"? Tanya Dika antusias kedatangan
" Tergantung gimana Papanya berusaha ,melakukan apapun untuk mendapatkan Restu itu ". Sahut Alan yang membuat Dika yang tadi sangat antusias ,berubah menjadi sendu.
__ADS_1
Ia yakin saat inilah Alan akan menggunakan posisi nya,yaitu sebagai seorang Papa dari putri nya itu .Ingin rasanya Dika membalas perbuatan Alan hari ini,karena sudah coba untuk berani mencari gara gara dengan nya.
Tapi ya demi seorang anak ,kali ini ia terpaksa mengalah demi kebaikan semuanya. Karena kesalahan terbesar orang tua ,adalah dengan tak mau menurunkan ego demi anaknya.
" Baiklah katakan apa yang harus ku lakukan "? Tanya Dika dengan serius..
Alan tersenyum penuh kemenangan ,karena setelah sekian lama akhirnya bisa juga menang dari Dika.padahal dirinya tadi hanya bercanda ,tapi melihat keseriusan di wajahnya Dika ia pun merasa bersalah..
Sedangkan Silvia kesal kearah Alan ,yang seperti nya menggunakan kesempatan karena keadaan. Ia tak suka melihat wajah Papa nya,yang terlihat bahagia.
" Ishh papa ngomong apaan sih,ngomongnya seperti itu. Memang nya aku apa an sampe pake persyaratan segala,lagian aku nggak suka caranya Papa kali ini". Kesal Silvia.
" Wah wah ternyata ada yang sudah berani ajak Papa nya debat ,demi membela Papa mertuanya ". Goda Alan
Sedangkan Silvia yang baru sadar dengan perkataan Alan,hanya bisa menundukkan kepalanya menahan malu.
" Sayang sepertinya kita bakalan bawa pulang nih menantu kita,soalnya Papa nya saja di lawan". Goda Yuli dan langsung di tanggapi dengan senyuman.
" Aku seperti akan kehilangan putri kesayangan karena bakal pergi ke rumah Suami". Sahut Alan yang wajahnya di buat sesedih mungkin.
Silvia yang melihat wajah sedihnya Alan,langsung mendekat dan memeluknya. Ia bingung dengan perkataan Alan ,yang mengatakan dirinya akan pergi dengan suaminya.
Memang nya siapa sih suaminya ,padahal status nya saja masih berpacaran dengan Davin. Di lamar saja belum apalagi mau menikah ,hah ada saja jalan pikiran orang tuanya itu.
" Papa kenapa sih bisa bilang seperti itu,yang bilang aku mau pergi itu siapa.Orang aku nya saja masih disini,tak kan kemana mana"? Tanya Silvia heran.
Silvia memeluk erat Papanya itu ,Alan hanya mencium puncak kepala putrinya ,yang sangatlah di sayang oleh nya.
__ADS_1
Sedangkan Lika hanya geleng kepalanya ,melihat tingkah laku anak nya dan suaminya. Yang terlihat seperti akan pergi jauh saja,padahal hanya pindah rumah saja.