
HAII READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMENNYA KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
LANJUT ****
Rino menjauhkan ponselnya sedikit dari telinga,suara cempreng Silvia barusan bisa bisa membuat gendang telinga nya pecah keluar.
"Heii jadi wanita itu kira kira dong teriaknya,kamu sadar tidak sudah merusak telingaku?" ketus Rino dari seberang.
"Kamu jawab kenapa Sarah masih sama kamu terus kamu colak colek tidak badannya Hah!" Bentak Silvia lagi.
"Oh tenang tidak kucolek tapi kupegang dan kuelus doang!" Ucap Rino yang membuat Silvia naik pitam.
"kurang ajar kamu ya,awas saja bakal kupenggal anumu kalau sampai cs ku kenapa napa!" Teriak Silvia.
"Avin noh istrimu mau pegang anuku biar dijadikan anumu." goda Rino membuat Silvia akhirnya memukul mulutnya karena tatapan devil dari Davin.
"Kok sunyi,kalian lagi tatap menatap ya?Ah aku kepo gimana reaksi seorang Davin Hadiwinata ,ketika istrinya kepo sama anu saudaranya?" Goda Rino.
"Diam kau bedebah,dasar tukang provokasi kelas kakap!" teriak Silvia yang ingin mematikan ponsel tapi dicegah oleh Davin.
"Kau pulang sekarang biar aku yang menggantikan istriku mengeksekusi anumu!" ucap Davin dingin.
Rino bergidik ngeri ternyata ia melupakan sosok macan asia yang berada didekat Silvia,kalau begini jadinya siap siap saja dirinya sebentar jadi santapan empuk.
"Astaga ini gimana jadinya,kenapa aku tadi ngomong idiot seperti itu?" Gerutu Rino dalam hati.
Sedangkan Sarah dijok belakang tertidur tanpa beban,ia seperti melupakan kejadian memilukan yang baru saja dialaminya.
Rino menoleh kebelakang dan tersenyum tulus,ia merasa bersyukur karena datang tepat waktu sebelum wanitanya diperlakukan tidak senonoh oleh pria lain.
Berbeda dengan Davin yang menatap dingin kearah istrinya setelah panggilan dengan Rino terputus,Silvia tahu bahwa ia salah tapi karena ia juga tak mau kena amukan sang suami dirinya memilih cuek saja.
Silvia memilih menuju dapur dan membuat minuman dingin agar pikiran jadi rileks,sedangkan Davin menatap punggung istrinya itu dengan tatapan heran.
"Kenapa dia tahu aku lagi marah tapi responnya biasa saja ya,coba dibujuk atau disayang sayang begitu eh ini malah cuek?" gumam Davin monolog.
Sedangkan Silvia sedang berusaha meredam ketakutannya melihat wajah datar suaminya itu,akan tetapi ya begitulah wanita selalu punya seribu cara agar suaminya itu tak tahan marah terlalu lama.
Setelah membuatkan minuman untuk dirinya sendiri,Silvia membawanya ke pinggir kolam renang duduk di gazebo yang berada disitu.
__ADS_1
Davin hanya melongo ini dirinya yang sedang dipermainkan istrinya atau apa,masa dirinya yang duduk disitu tak dipedulikan sama Sekali.
Mungkin benar kata pepatah,saat bertengkar pasangan yang jaraknya hanya beberapa senti meter dari kita seperti bayangan. Jadi tak usah dihiraukan anggap saja hantu yang tak terlihat,Mungkin itulah kuncinya.
Silvia sekali kali mencuri pandang kearah suaminya yang tengah menatap tajam kearahnya,tatapan yang menakutkan itu membuat dirinya langsung menciut.
"Oh Tuhan apa aku dekati dia saja ya?" Gumam Silvia.
Silvia mendekati suaminya itu,lalu memeluk erat lengannya dan bisa dong dibayangkan suasana hati Davin kini.
"Yesss,ini yang aku mau dari tadi!" Teriak Davin dalam hati.
"Yang kamu masih marah?" Tanya Silvia.
"Hemm." Sahut Davin singkat ingin tahu bagaimana perjuangan Silvia membujuk dirinya.
"Ih Sayang kok marah terus sih,padahal tadi bercanda doang kali." gerutu Silvia.
"Hemm." Sahut Davin yang pura pura stay cool.
"Ahh terserah kamu saja kalau mau diam." Kesal Silvia lalu segera pergi dari situ.
Akan tetapi dicegah oleh Davin,mana mau tadi sudah dibujuk eh sekarang malah belum dijawab main pergi saja.
"Kenapa lagi?" Tanya Silvia ketus.
"Terus maunya gimana?" Tanya Silvia bingung.
"Pake kata sayang atau apa gitu eh ini mah namanya hanya kaya ditepuk nyamuk numpang lewat doang." Sahut Davin ketus.
"Lho kok malah kamu merajuk kaya anak kecil lagi sih,aku kan jadi bingung gimana cara bujuknya." Sungut Silvia kesal.
"Dikeloni boleh!" Tanya Davin pelan membuat Silvia jengah.
"Hah pasti lari larinya kesitu!" Ketus Silvia sambil memasang wajah cemberut nya.
Jika Davin sedang berusaha agar dapat jatah hari ini,berbeda dengan Rino yang tengah berjuang melawan antara otak mesum dan normal.
"Ya Tuhan ini cobaan ternikmat untukku,kalau begini terus masa iya aku harus mandi sabun lagi?" Gumam Rino yang melihat selimut Sarah terungkap dan paha mulus itu terekspos keluar.
Rino memilih menuju toko pakaian,karena harus membelikan pakaian untuk Sarah sebelum ia menunjukan hal hal duniawi nya.
Rino masuk kedalam tokoh khusus menjual pakaian dalaman wanita,membuat para pegawai ditoko itu menatap takjub kearahnya.
"Oh Tuhan sepertinya wanitanya sangat beruntung didunia,karena ada pria yang tanpa malu membelikan dalaman untuknya?" Gumam pegawai toko itu.
"Mbak ada gaun untuk wanita tidak ya?" Tanya Rino tanpa malu.
__ADS_1
"Oh ada Tuan mau ukuran dan model seperti apa?" Tanya Pegawai itu.
"Coba bawa keluar biar saya lihat sendiri!" Perintah Rino serius.
Ketika sudah membawa kehadapan Rino,ia memilih gaun yang simpel tidak ribet.
"Yang ini saja Mbak,nanti bayarnya sekaligus dengan under wear yang tadi." Ucap Rino lalu menyerahkan belanjaan nya dan duduk manis sambil memainkan ponselnya.
Didalam mobil Sarah terbangun karena merasa buang air,ketika ia bangun dirinya sangat terkejut karena mobil dalam posisi berhenti sedang Rino menghilang entah kemana.
"Wah ini dimana terus tuh orang kok pake menghilang segala,jangan bilang dia lagi cari teman untuk melecehkan aku lagi?Awas saja kalau sampai itu terjadi,bakal kupotong aset berharganya itu!" Sinis Sarah.
"Mana sekarang ada panggilan alam lagi,mau keluar gimana dong pake selimut kaya gini ." gerutu Sarah sambil celingak celinguk mencari Rino.
Kini pria tampan itu sudah keluar dari toko pakaian,dan sedang menuju ke mobil.
Sarah yang melihat Rino datang sambil membawa kantong berisi sesuatu,membuat dirinya langsung curiga jangan sampai Rino membawa sesuatu untuk melumpuhkan dirinya.
"Hoho dia pikir aku bodoh apa jadi seenaknya saja dia bertingkah?" Sinis Sarah sambil membelitkan dirinya layaknya ulat sagu agar gampang memukul Rino nantinya.
Rino yang tak tahu menahu jika ia bakal mendapatkan hadiah dari Sarah,yang tengah bersiap siap dengan bogem mentah ditangan nya.
krek
(Begitulah kurang lebih bunyi pintu mobil,jangan komentar kurang lebih seperti itu guys)
"Heii bang...
Belum lagi kata bangun terucap,sebuah pukulan sudah mendarat sempurna dipelipisnya.
Bugh
Sarah memukul telak kearah wajah Rino membuat pria itu terjungkal kebelakang,ia memijat pelipisnya karena merasa sakit.
Berbeda dengan Sarah yang tersenyum mengejek,kareja berhasil melumpuhkan lawannya.
"Woii kamu kenapa?" Tanya Rino sambil menatap tajam kearah Sarah yang sedang tersenyum mengejek kearahnya.
"Apa,makanya jangan mesum!" Ejek Sarah.
"Hah,siapa yang mesum?" Tanya Rino heran.
"Kamu lah,memangnya siapa lagi?" Tanya Sarah sinis.
"Maksudnya apa kamu bilang begitu,siapa yang mau mesum kekamu?" Rino bingung dengan jalan otak Sarah.
"Nah itu bungkusan ditangan kamu apa kalau bukan alat bius dan obat perangsang?" Tanya Sarah bingung.
__ADS_1
"Oh jadi kamu curiga kalau aku mau ajakin kamu mesum,nih lihat apa ini!" Kesal Rino sambil menunjukkan gaun dan ****** ***** serta bra yang pas dengan ukuran Sarah membuat dirinya malu setengah mati.