
haii guys jangan lupa mampir di novel terbaruku CINTA ITU SEDERHANA
dan jangan lupa vote n like nya
lope u ful
aman sayang aman ya!!!
happy reading ya guys
LANJUT....
dengan susah payah yuli membangunkan dika akhirnya terbangun juga.
" kamu tuh tidur atau mati sih, susah banget bangunin nya". gerutu yuli
" ya tidur lah sayang, hanya tadi guling hidup nya empuk banget sih". jawab dika asal.
" issh, dibilangin malah ngeyel".kesal yuli
" yuk turun ke bawah di panggil mami". ajak yuli
" let's go bebs". sahut dika
kedua sejoli tersebut akhirnya turun setelah drama yang selesai akibat kekonyolan dika dan bawel nya yuli.
" huh, belom jadi suami istri aja mami udah nunggu sampe karatan bagaimana kalo udah, bisa jadi besi tua mami". goda riani
" haha mi biasa anak muda". sahut dika yang langsung mendapat cubitan di pinggang nya.
" awww sayang sakit". ujar dika manja
" lebay",
dika dan yuli sekarang telah berada di meja makan bersama riani.
" mi, papi mana"? tanya yuli
" emmm, papi masih dalam perjalanan tadi katanya". balas riani
__ADS_1
mereka bertiga pun makan sambil sesekali di selingi obrolan kecil.tak lama terdengar pintu rumah terbuka dan tampaklah seorang pria tampan, tegas, dan berwibawa muncul depan pintu dengan senyum di wajah nya.
wajah nya seperti pria blasteran indo.
" malam semua, maaf terlambat". ujar pria tersebut.
riani langsung berdiri menghampiri nya, dan mengecup puncak tangan nya.
" malam juga"..sahut ketiga nya kompak.
" mas mandi dulu ya, nanti aku siapin mandi". kata riani
" nggak usah sayang, aku sendiri saja kamu duduk lah, pasti kangen kan sama yuli". ujar pria tersebut dan mengecup kepala riani.
" ya ampun mami lupa, yuli dika kenalin ini papi bram". ujar riani
" oh iya hai papi". sahut yuli bergantian dengan dika
" hai juga, kalian nikmati makanan nya papi mandi dulu". sahut bram
mereka bertiga makan sambil menunggu bram, selesai membersihkan diri bram bergabung dengan ketiga nya.riani menyiapkan makanan dalam piring bram danmenyodorkan padanya.
" makasih yang". kata bram
yuli melihat gelagat aneh yang di berikan riani, ia merasa ada yang riani sembunyikan darinya.
mereka makan dengan tenang, selesai itu riani mengajak semua ke ruang keluarga agar lebih santai.
" gimana kabar mas dion sama rika"? tanya riani
" kabar mama sama papa baik kok mi". sahut yuli
" kerjaan kamu gimana nak"? sambung nya lagi
" kerjaan yuli baik, yuli sama lika kerja di rumah sakit keluarga hadiwinata". jawab yuli.
" terus kamu dika, bagaimana ceritanya sampai kamu bisa kembali"? tanya riani kepo
dika pun menceritakan tentang dirinya yang diselamatkan marsel, dan sempat lupa ingatan.namun ia tak menceritakan kalau telah bertunangan dengan hesti, ia takut kalau riani mendengarnya bakalan menolak ia menikahi yuli.
__ADS_1
" ohh, kamu di selamatkan marsel richard, dia itu kakak nya papi". sahut bram
" ohh, jadi papa marsel itu kakak nya papi, pantasan tadi lihat muka papi kok kaya nggak asing". sahut dika
" iya tapi di memutuskan menetap disana, di negara kelahiran nya mama". ujar bram
" wow, mami keren punya papi yang blasteran, ah yuli jadi iri".ujar yuli yang memancing rasa cemburu dika
" haha, kenapa nggak sama jas". ucapan riani terhenti saat mendapat pelototan dari yuli
riani hanya tersenyum, menyadari diri nya yang hampir keceplosan.
" emmm, mami kedatangan kami kesini mau minta ijin untuk menikah"..ujar dika
" kalian mau menikah?syukurlah mami senang dengar nya, terus rencana nya kapan". tanya riani
" minggu depan". jawab dika mantap.
" ya ampun ka, kamu pikir nikah itu gampang apa, kita itu harus nyiapin semuanya yang benar". ujar riani yang sedikit kesal
" mami tenang saja, semua sudah di atur sama mama rika dan papa dion". jawab yuli.
" tujuan yuli kesini juga, mau minta papi bram jadi wali nikah nya yuli". tambah yuli.
riani dan bram saling pandang, mereka tak menyangka jika yuli sampai berpikiran sejauh itu.
" yul, ada yang mau mami bicarakan ke kamu, bisa mami minta waktu berdua sama kamu"? ucap riani
" boleh kok mi". balas yuli
riani dan yuli masuk kedalam ruang kerja nya bram.setelah masuk riani mengunci pintu dan mempersilahkan yuli duduk.
" mami mau ngomongin apa"? tanya yuli.
riani pergi menuju ke lemari dalam ruangan itu, dan mengambil berkas lalu memberikan pada yuli.
"ini apa mi"? tanya yuli heran
" bukalah dan baca, mami yakin kamu dokter pasti kamu mengerti". sahut riani
__ADS_1
yuli pun membuka berkas dan mulai membacanya.tak terasa air matanya seketika langsung tumpah, saat membaca isi berkas nya.riani berdiri dan langsung memeluk yuli, sedangkan yuli menangis antara bahagia atau sedih ia sendiri tak tahu.
sebab sesuatu yang tak pernah ia duga dalam hidup nya terjadi.