Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
episode 400


__ADS_3

HAII READER KU TERSEYENG


JANGAN LUPA LIKE N KOMENNYA


KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


LANJUT ***


Rino langsung terlonjak kaget,ia tak percaya jika tadi dirinya dengan bodoh mengatakan penolakan terhadap Sarah.


Melihat wajah menjengkelkan milik Rino membuat Davin ingin sekali menerkam dirinya,berbeda dengan Sarah yang merasa malu dan segera kembali ke kamar nya.


"Hei kurang ajar kau kenapa malah bengong?" Tanya Davin kesal sementara semua orang belum paham sama sekali.


"Kamu menolak anak Tante?" Tanya Eva sendu seolah tak percaya padahal tadi dirinya melihat tatapan kagum Rino pada putrinya itu.


"Tunggu dulu ini dari tadi maksudnya aku dijodohkan dengan Sarah,bukan dengan tante tante girang yang janda anak empat begitu?" Tanya Rino memastikan.


Alhasil semua langsung menepuk jidatnya karena ternyata baru paham dengan jalan pikiran Rino,untung juga Davin segera sadar kalau tidak bisa hangus deh jatah Rino untuk kawin.


"Jadi kamu maunya saya jodohkan kamu sama Tante girang begitu?" Goda Heri.


"Eiitss tidak mau saya cintanya sama anak Om,saya mau nya nikah sama anak Om jadi tolong jangan tolak saya ya!" Pinta Rino memelas membuat semua orang tertawa tak sadar jika seseorang dilantai atas sedang emosi diatas ubun ubun.


"Dasar Bule brengsek suka sekali membohongi semua orang,entah apa yang ia katakan kini pokoknya aku tidak peduli!" Gerutu Sarah kesal.


"Selamat bekerja keras Bro,sepertinya calon bini mu lagi gambar tuh. Makanya kuping itu di pelihara baik,jangan asal jawab saja!" Ejek Davin santai.


"Aduh iya kah tadi aku bodoh seperti itu,kalian semua tunggu disini ya aku mau bujuk jantung hati usus dalam!" Ujar Rino lalu segera berdiri menuju ke kamar Sarah.


"Eh kamu kalau mau pergi masuk kamar anak gadis saya,lewati dulu Papa nya jangan asal nyelonong begitu saja!" Ucap Heri yang sedang berusaha menggoda Rino.


Grep


Rino langsung berlutut di depan Heri sambil memegang kedua kupingnya,ia memasang wajah memelas membuat Semua orang seakan merasa kasihan pada bocah malang itu.


"Heii kamu kok malah berlutut Nak,kamu Aki aki sukanya cari perkara.Ayo sana Nak bujuk jantung hatinya,ingat kalau dia masih marah usahakan jangan kasih kendor!" Bujuk Eva sambil menatap tajam kearah Heri.


"Aku kenapa,perasaan dia sendiri dengan suka rela berlutut disitu?" Tanya Heri heran melihat tatapan mematikan dari istrinya itu.


"Pake tanya lagi,ayo sana Nak!' Sambung Eva seraya tersenyum kearah Rino.


"Tunggu apa lagi Boy,ayo tunjukan aksi mu pantang pulang sebelum sukses ya!" Goda Dika sambil menepuk pelan bahu Rino.


Dengan semangat empat lima Rino menuju ke kamar Sarah,ia takut karena tadi sudah dengan bodohnya memancing amarah wanita bar bar itu.


"Oh Tuhan kucinta dia,ku sayang dia ingin kan dia...


Tolong lah diriku ini,yang tadi bodoh sangat bodoh lebih bodoh...


Tak berselang lama dia pun sampai di depan kamar Sarah,Rino merasa seperti akan didakwa dengan kesalahan fatal yang tidak bisa dimaafkan sama sekali.


"Sayang,ayolah buka pintu nya ya aku mau masuk,atau kamu mau aku dobrak!" Teriak Rino tak peduli dengan tatapan heran dari semua orang.


"Anak kamu kok bisa ya tampaknya begituan,padahal waktu di kantor terlihat karisma nya begitu di jaga?" Tanya Heri heran.


"Kurang tahu juga ya,aku saja bingung kok bisa ya punya anak yang bucin nya memalukan sekali?" Tanya Dika balik.


"Wah sadar tidak ucapan Kamu,aku sampai tergoda lho!" Ejek Yuli yang membuat suaminya mati kutu.


"Iya benar sekali besan,kata dia tidak bucin padahal menggelikan sekali kelihatan nya!" Goda Eva menimpali.


Silvia kali ini yang hanya berdiam diri saja,ia seolah tak ada semangat untuk sekedar hanya membuka mulut barang sejenak.


"Kamu kenapa Nak,kok dari tadi diam saja?" Tanya Eva yang penasaran dengan keadaan Silvia kini.


"Aku baik Kok Mah,hanya saja lagi mogok bicara capek dengar semua orang pada ngomong!" Sahut Silvia sambil tersenyum.


"Tapi aneh kamu hari ini,sudah pucat terus masa ketemu Mama tidak heboh kaya biasanya?" Tanya Eva lagi .


"Ahh aku penasaran kira kira si cunguk itu berhasil tidak,awas saja kalau sampai gagal!" Sungut Dika pelan.

__ADS_1


"Hehe kalau sampai itu terjadi,artinya Anak Papa yang satu lagi bakal tidak jadi sold out dong!" Sindir Davin pelan.


"Hadeuh jangan sampai terjadi begitu,kapan rumah ramai kalau yang laku baru satu saja." Ujar Dika membuat semuanya langsung tertawa karena lucu.


Didepan pintu kamar Sarah,masih betah berdiri seorang pria yang gusar Karena dari tadi wanitanya tidak menggubris panggilannya.


"Sayang ayolah dibuka pintunya dong!" Bujuk Rino lagi.


Tapi Sayang seribu sayang tidak ada tanggapan sedikitpun dari dalam,bukan karena sengaja melainkan Sarah sedang memakai headset sekarang.


"Sayang aku minta maaf tadi sudah bicara bodoh,tapi bukankah kesalahan kurang dari satu jam itu merupakan yang tidak sengaja dilakukan?" tanya Rino pelan akan tetapi ya begitulah.


"Ma,ada kunci cadangan kan kalau tidak dikasih bakal dipastikan dia akan jadi satpam didepan kamar Sarah?" Tanya Heri memastikan.


"Iya juga ya,aku ambil dulu!" Sahut Eva lalu beranjak dari situ.


"Kayanya Sarah Marah ya Pah,masa dari tadi di panggil tidak keluar keluar?" Tanya Yuli penasaran.


"Papa juga kurang tahu Ma,soalnya dulu kan kita tidak seperti itu." Sahut Dika sambil mengangkat kedua bahunya.


"Hadeuh lebay sekali sih mereka." Gerutu Davin dalam hati.


"Hei Nak ini kunci kamarnya Sarah,jangan lupa siapkan kata kata mutiara yang buat tuh bocah supaya klepek klepek!" Ujar Eva memberikan semangat untuk Calon menantunya itu.


"Makasih Tante!" Sahut Rino .


Mendengar panggilan Rino tadi,Eva langsung memasang wajah cemberut. Siapa yang tidak kesal,ia yang senang karena bakal punya menantu eh malah dipanggil Tante.


"Awas saja besok lusa kamy panggil saya Tante lagi,cari aja anak gadis orang lain jangan anak saya!" Ketus Eva lalu segera pergi dari situ tak peduli dengan jawaban Rino.


"Aduh salah lagi kan?Sepertinya benar kata Papa,aku diam saja masalah apalagi kalau bicara.' Batin Rino frustasi.


"Terima kasih Mama mertua." Teriak Rino dari lantai atas membuat Eva hanya tersenyum sambil menunjukan jempolnya sedangkan yang lain hanya geleng kepala.


"Itu bocah bukan nya bujuk Sarah,malah pasang atraksi tidak tidak jelas.Lagian tuh si cempreng kok bisa bisanya main minggat ,dia pikir artis apa?" Batin Davin sinis.


"Ma,tamu kita tidak dikasih minum begitu?" Tanya Heri membuat Eva langsung menepuk jidatnya kok bisa sampai melupakan hal penting itu.


"Astaga Maaf Semuanya aku lupa tadi,sabar aku kedapur dulu ya!" Sahut Eva tak enak hati.


Semua yang disitu menatap heran kearah Silvia,tidak ada angin tidak ada hujan tiba tiba minta jus mangga?


"Kamu yakin Nak,itu masam sekali terus Mama tidak punya lho mangga muda?" Tanya Eva heran.


"Yang lain nya saja ya soalnya itu nanti buat kamu sakit perut!" Bujuk Yuli.


"Tapi Mah,aku maunya itu tidak ingin yang lain soalnya nih mulut pahit sekali." Silvia merengek.


"Kamu hubungi mertua kamu saja Nak bawa kesini,atau gimana lebih enaknya?" Tanya Eva yang tidak jadi ke dapur.


"Aku mau nya cari mangga muda bareng kamu saja!" Pinta Silvia memelas.


Yuli yang notabene Dokter kandungan langsung tersenyum,karena ternyata tingkah Silvia itu adalah tanda tanda yang sangat mereka nantikan selama ini.


"Kamu temani sana Nak,nanti pulang baru Mama periksa!" Perintah Yuli sambil tersenyum membuat Davin mengeryitkan keningnya karena bingung.


"Apa hubungannya coba Mangga muda sama Periksa di dokter?" Gumam Davin akan tetapi menurutinya saja karena daripada nanti kena amukan dari Macan betina.


"Ya sudah ayo Sayang kita jalan!" Ajak Davin.


Setelah keduanya pergi dari situ,Eva dan Yuli memilih kedapur untuk melanjutkan membuatkan minuman.


Di kamar Sarah pemandangan yang ada dihadapanya Rino membuat pria itu hanya bisa mengelus dada,ia tadi teriak diluar kira nya wanita itu sedang marah hadi tidak membuka pintu astaga padahal dia sedang mendengarkan musik sambil geleng geleng kepala.


"Ini caranya kalau model begini terus aku mesti marah atau tidak ya?" Batin Rino.


Sarah yang merasa jika ada yang masuk kedalam kamarnya,langsung menatap tajam kearah pria itu.


Masih membekas di ingatan apa yang tadi di ucapkan Rino,sungguh malu dan sakit hati menjadi satu.


Jika saja ia adalah wanita bar bar maka bisa dipastikan tubuh Rino akan babak belur,tapi mau bagiamana Lagi soal hati tak bisa dipaksakan.


Karena jika sampai itu terjadi sama saja dengan memaksakan kehendak,bukan kah sesuatu yang dipaksakan itu buruk akibatnya.


"Ngapain kamu kesini?" Tanya Sarah sinis.


"Masih marah Hemm?" Tanya Rino pelan.

__ADS_1


"Tidak lagian untuk apa,tidak ada manfaatnya sama sekali?" Ketus Sarah.


"Aku salah kumohon maafkan aku Honey!" Bujuk Rino sambil memasang wajah puppy eyes nya itu.


"Menjijikan,pergi sana jangan ganggu aku Bule brengsek!" usir Sarah ketus.


"Tambah cantik kalau lagi marah ingin ku cium deh!" Goda Rino yang bahkan tak peduli dengan tatapan horor dari Sarah.


"Kamu itu tuli atau memang budeg dari lahir sih,aku suruh pergi tadi bukan malah ngomong yang ngelantur!" Kesal Sarah.


"Aku tuli karena tak bisa berpaling dari suara kamu yang begitu indah ditelinga!" Goda Rino membuat Sarah ingin muntah.


"Aku mau tidur pergi sana!" Usir Sarah lagi.


"Kalau begitu aku temani,jangan sampai nyamuk nakal merusak tidur Kamu." Ujar Rino membuat Sarah jengah.


Wanita cantik itu berdiri lalu memasang tatapan menyelidik,ia heran perasaan tadi tidak mau kenapa sekarang balik jadi agresif begini?


"Kamu itu kenapa hah,tadi bukannya didepan semua orang menolakku?Apa kamu pikir aku wanita murahan yang bisa kamu permainkan sesuka hati,aku itu punya perasaan malu dan juga sakit hati!" Ucap Sarah dengan tubuh bergetar.


Mendengar perkataan Sarah yang benar benar marah itu,Rino merutuki segala kebodohan yang telah ia lakukan tadi.


Entah ada penolakan dari Sarah atau tidak nantinya,Rino memeluk tubuh Sarah erat .Dikecupnya puncak kepala gadis itu,ia sangat menyesal dengan kejadian tanpa sadar nya tadi.


"Maafkan aku Honey,tapi tadi itu aku lagi tidak fokus takut nya Papa kamu mau jodohkan aku dengan Tante kamu ya maka nya aku tolak!" Jelas Rino membuat Sarah merasa heran dan menjauhkan tubuhnya dari pria itu.


"Kamu bilang apa tadi?" Tanya Sarah memastikan.


"Hehe tadi itu aku pikir Papa kamu mau jodohkan aku dengan Tante kamu yang gendut terus janda anak tiga,ya sudah aku langsung tolak saja tanpa mendengar baik apa yang mereka katana." Sahut Rino cengengesan membuat Sarah hanya bisa melongo di buatnya.


"jadi tadi saat semua orang bicara kamu malah sibuk dengan hal lain begitu?" Tanya Sarah penasaran.


"Maaf,aku mana bisa menolak kamu jika hati dan pikiranku tadi berfungsi dengan benar,maka jangan marah ya cintaku my Honey bumbu sweety." Goda Rino membuat Sarah tersipu malu.


"Hah Mak aku melayang nih,dasar Abang bule centil bisa bisanya dia buat aku jadi orang bodoh." Batin Sarah.


"Aku nya di maafkan tidak?" tanya Rino pelan.


Sarah menganggukan kepala karena malu,akan tetapi hal itu bisa dilihat jelas oleh Rino.


"Kalau aku ajak nikah besok mau?" Tanya Rino memastikan.


"Mau!" Sahut Sarah pasti.


"Yessss!" Teriak Rino senang lalu tanpa permisi menggendong tubuh Sarah ke lantai bawah.


"Semuanya Aku kawin besok!" Teriak Rino dengan Sarah masih berada dalam gendongannya.


"Heii kamu ini kenapa sih malu maluin saja?" Kesal Sarah.


"Bukan memalukan Sayang,tapi bahagia." Ucap Rino sambil tersenyum.


"Kalian kenapa sih jadi lebay?" Tanya Yuli penasaran.


"Mama bakal punya menantu satu lagi!" Ucap Rino senang.


"Puji Tuhan,lain kali itu didengar baik dulu jangan langsung jawab dasar anak nakal!" Omel Yuli.


"Wah selamat ya,ayo duduk kita makan dulu ya!" Ajak Eva.


Dika dan Heri sedang duduk diruang tamu nonton bola,ketika mendengar teriakan Rino mereka langsung tersenyum.


"Kalian ini selalu saja drama,lain kali hentikan tingkah bodohmu itu?' Kesal Dika.


"Maaf Pah,bukan kah sebagai cowok itu kalau menantang bakal lebih seru?" tanya Rino pelan.


"Via sama kak Avin nya mana?" Tanya Sarah ketika sadar berkurangnya orang disitu?" Tanya Sarah.


"Tadi Via ingin minum jus mangga muda,makanya mereka berdua keluar untuk mencarinya." jelas Eva.


'ih Via ini kok setelah menikah tingkahnya makin aneh?" ujar Sarah bergidik ngeri.


"Masam tidak ya Mangga muda itu,soalnya aku kepo rasanya bagaimana?' Gumam Rino pelan tapi masih bisa didengar oleh Sarah.


"Rasanya itu masam ngalahin bon cabe level tiga puluh." Sahut Sarah.


"Kamu jangan khawatir ya,nanti kalau nikah sama aku kamu tidak akan mau memakan yang anehbin ajaib begitu." Ujar Rino percaya diri.

__ADS_1


__ADS_2