Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
38


__ADS_3

Banyak yang mengatakan cinta akan hadir karena terbiasa. Terbiasa bersama saja tidak cukup tapi butuh doa dan usaha dari kedua belah pihak. Usaha untuk selalu menikmati momen kebersamaan dan berkomunikasi dengan baik tentang apapun dan tentunya meminta pada sang Pemilik hati yang sebenar-benarnya Pemilik. Memohon agar membolak-balikkan hati yang keras menjadi lembut hati yang benci menjadi cinta.


Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk menghabiskan waktu di dalam kamar saja namun tidak sekaku hari kemarin keduanya sama-sama ingin belajar membuka diri sama-sama belajar saling mengenal memulai semuanya dari awal menjadi sepasang suami istri yang sebenarnya. Akhirnya 😍😍


 


" Bang, sedang apa?" Ayu menghapiri Zaidan yang tengah berdiri di dekat jendela. Hujan rintik-rintik membasahi bumi menyeruakan bau tanah yang telah lama tak tersiram air hujan. Baunya sangat khas.


Zaidan menoleh sambil mengulas senyum kecil, Mama Ayu memang bukan ibu kandungnya namun dia seakan tahu dan ikut merasakan jika melihat Zaidan tengah gundah. Zaidan pun duduk di kursi yang dekat jendela yang mengarah langsung ke taman samping mengikuti Mama Ayu yang juga duduk mendahuluinya.


" Apa yang membuat anak Mama yang ganteng ini gundah? Ayo cerita pada Mama." Ayu kembali menanyakan apa yang terjadi pada putra sulungnya. Ya Zaidan, memang sudah ayu anggap sebagai putra sulung di keluarga ini . Zaidan selalu memberikan nasihat-nasihat pada ketiga adiknya. Dia merupakan Abang yang baik untuk adik-adiknya.

__ADS_1


" Tidak Ma, Abang baik-baik saja. Mama jangan khawatir." Zaidan mengulas senyum memperlihatkan lesung pipinya yang membuat dia begitu manis.


" Baiklah, jika memang tidak ada apapun. Mama percaya kamu adalah anak mama yang paling besar, paling bijaksana diantara adik-adik mu. Mama yakin jika.ada masalah pun kamu bisa menyelesaikannya dengan baik. Namun jika memang kamu tidak sanggup menyelesaikannya ingatlah kamu punya Mama dan Papa jangan pernah sungkan jika butuh bantuan. Kamu anak Mama dan Papa sama seperti adik-adik mu.


" Baik Ma, terimakasih tapiemang saat ini Abang gak punya masalah apapun. Ya hanya pekerjaan yang memang banyak yang harus diselesaikan saja. Abang hanya memikirkan itu. Tapi itu bukan masalah yang besar. Mama tenang saja. Mama Ayu pun mengangguk tidak ingin memaksakan pada anak-anaknya jikalau mereka memang tidak ingin menceritakan masalahnya.


" Oh ya besok kamu di suruh menemui Opa, dan Mama sedikit memberi bocoran padamu beliau akan membahas tentang perjodohan untukmu dengan salah satu anak rekan bisnisnya. Mau bagaimana lagi tadinya akan dijodohkan dengan Arby tapi keburu Arby menentukan pilihannya sendiri dan Opa akan membicarakannya pada kamu bang, Namun jangan terbebani jika memang tidak suka kamu boleh menolaknya Opa juga tidak akan memaksakan kehendaknya. Kamu berhak menentukan pasangan hidupmu seperti Arby." Kami akan mendukung apapun keputusanmu." Jujur Zaidan merasa terkejut dengan apa yang dikatakan Mama Ayu barusan, namun bukan Zaidan namanya jika memberikan respon yang berlebihan. Zaidan walaupun terkejut berusaha tetap tenang mendengarkan dengan seksama apa yang dikatakan oleh Mama Ayu. Walaupun hati ya benar-benar tak karuan dalam hatinya dia beristighfar berulang kali memohon ampun pada Sang Pencipta dan berdoa agar selalu diberikan ketengan pada hatinya.


" Abang akan menemui Opa nanti malam. Mama tenang saja dan selalu doakan supaya aku bisa mengambil keputusan yang terbaik untuk masa depanku.


" Makasih Ma, " Hanya kata itu yang keluar pada akhirnya.

__ADS_1


Ayu pun pamit ke kamarnya meninggalkan Zaidan yang semakin termenung memikirkan semua hal.


" Bang, Jangan lupa kamu masih punya ibu, Ibu yang melahirkan dan membesarkanmu, libatkan beliau untuk keputusan besar mu, orang tuamu bukan hanya kami kamu jangan lupa itu. ingat jangan gegabah." Ayu kembali memperingatkan sebelum kembali menarik langkah kakinya menjauh dari sana. Zaidan hanya mengangguk lemah memikirkan semuanya yang terjadi dalam hidupnya dimana dia dulu bukan siapa-siapa dan apa-apa ketika datang ke rumah ini. Kehidupannya banyak dibantu oleh keluarga Mama Ayu dan juga Papa Reno. Zaidanerasa banyak berhutang budi pada keluarga ini walaupun orang tua angkatnya selalu mengatakan " Kami hanya perantara untuk membantumu. Allah lah yang menolongmu, memberi rejeki padamu lewat tangan kami sungguh harta ini hanyalah titipanNYA. Kami menyayangimu seperti anak kami sendiri." kalimat itu yang selalu Mama Ayu katakan ketika Zaidan berkata merasa berhutang budi padanya. Sungguh mereka orang tua yang terbaik, Ibuku juga karena beliau bekerja banting tulang di untuk kebutuhan kami berdua kadang dalam keadaan yang kurang sehat pun masih tetap bekerja.


Dibalik tembok pembatas ruangan Aluna be erapa kali mengelus dadanya namun tidak bisaenahan tlelehan air matanya yang terus mengalir tanpa henti dadanya sesak seperti di tindih sebongkah batu besar. Dia pun berlari ke arah kamarnya dan menelungkup kan wajahnya di bawah bantal yang menjadi saksi kisah sedih tentang cintanya yang akan semakin menjauh dari harapannya. Aluna sudah terlanjur menebak bahwa Zaidan akan menerima perjodohan ini.


Flashback


Aluna keluar dari kamarnya, niat hati ingin ke dapur mengambil minum dan cemilan yang akan menemaninya kala berkutat dengan buku-buku pelajaran. Namun sebelum dia melangkah ke dapur Akuma melihat Mamanya sedang berbincang dengan Abangnya dan terlihat serius. Jiwa keponya seakan menyuruhnya untuk mendekat dan menguping pembicaraan mereka namun sayang pembicaraan itu membuatnya tidak sanggup lagi melangkah meneruskan niat yang sebelumnya.


__

__ADS_1


Happy reading 💜💜


Jangan lupa likenya ya. terimakasih.


__ADS_2