Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
MDD BAB 25 - Masalah Apa?


__ADS_3

(Flashback on)


Beberapa hari yang lalu.


Selama hanif menghilang tanpa kabar, Anita menjadi lebih sensitif. Ia melampiaskannya pada seluruh pengurus kegiatan, tidak terkecuali sang ketua. Dengan dalih menuntut pengembalian nota, tidak sesuai anggaran belanja, maupun laporan keuangan sementara setiap divisi.


“mohon maaf pak ketua, tolong anda tegaskan pada bawahan-bawahan anda, bahwa mereka harus disiplin keuangan. Saya repot sekali setiap hari harus menagih dan menagih tapi mereka sama sekali tidak mengindahkan.” Ucap Anita dengan nada semakin meninggi dan dengan beraninya dia menatap tajam sang ketua yang bahkan senior ia sendiri.


Sang ketua pun kelabakan ditatap Anita seperti itu. Ini anak nggak biasa nya dia seperti ini? Ada apa dengannya? Sang ketua membatin dalam hati. Lalu menuruti perintah Anita.


Perilakunya tersebut tentu diluar kendali Anita. Membuat orang-orang bertanya-tanya ada apa dengan Anita, yang tidak biasanya begini. Sebenarnya Anita bukan marah, hanya khawatir yang berlebihan yang butuh pelampiasan.


Lalu mereka satu per satu menanyai Zahra. Ternyata tentang menghilangnya Hanif. Zahra sengaja memberitahu teman-temannya, toh ini hanya di lingkup organisasi saja. Dan Zahra juga sudah membuat janji pada mereka agar tak menyebarkan gosip yang tidak-tidak. karena bagaimanapun mereka berhak tahu masalah Anita, kekhawatirannya yang dilampiaskan pada semua orang. Dari situ semua orang di organisasi itu menjadi tahu kedekatan Hanif dan Anita. Hanya sekedar dekat, teman dekat, tidak lebih dari itu.

__ADS_1


(Flashback off)


***


Hanif berjalan gontai tak tentu arah, dia ingin sekali bertemu Anita, bercerita tentang apa yang terjadi padanya beberapa hari ini. Namun hanif tak cukup nyali setelah mendengar ucapan Zahra. Mungkin akan membuat Anita lebih kesal lagi dan pada akhirnya mungkin Anita akan membencinya. Pada akhirnya, Hanif memilih untuk menjaga jarak sementara dengan Anita. Hanif akan menilik lagi ke dalam hatinya, apa yang benar-benar dia inginkan saat ini.


Setelah shalat tarawih, di dalam kamar kos Zahra. Anita berbaring matanya menatap ke atas menembus awang-awang. Memikirkan apa yang terjadi pada Hanif sampai ia sendiri lupa hatinya sedang tidak baik-baik saja.


“Mas Hanif sudah menemui mu, Nit?” ucapan Zahra yang tiba-tiba membuat Anita terkejut.


“kenapa lagi? kan mas Hanif nya udah nongol lagi. kamu belum bertemu dengannya?”


“sudah.” Jawab Anita singkat lalu terdiam lagi.

__ADS_1


“mas Hanif bilang apa? Kemana dia beberapa hari ini?” tanya Zahra lagi.


“dia lagi banyak pikiran katanya. Terus handphone nya juga pas rusak jadi nggak bisa dihubungi.”


“oh..” Zahra hanya ber oh ria. Menatap Anita kembali yang lagi-lagi hanyut dalam lamunannya.


“apa yang mengganggu pikiranmu?” tanya Zahra. Anita melirik Zahra sekilas dan tersenyum tipis, tipis sekali dan nampak sekali senyuman itu dipaksakan.


“perasaanku nggak enak banget Zahra. Aku merasa mas Hanif nggak baik-baik saja. Entah apa masalahnya tapi membuatku sa-ngat ta-kut.” Ucap Anita ragu. Meragukan perkataannya sendiri, bagaimana tepatnya menerjemahkan perasaaannya itu.


“mas Hanif nggak menjelaskan apapun tadi?” ucap zahra. Anita menggeleng.


“masalah keluarga kah? Atau lagi berantem sama pacarnya kali.. ucap Zahra lagi. dan berhasil membuat Anita tercekat.

__ADS_1


Pacar? Mas Hanif punya pacar?


****


__ADS_2