
Hanif tidak pernah menyangka sebelumnya, dan siapapun tidak akan tahu kehidupan masa depannya. Hanif hanya berusaha sekuat tenaga untuk mengubah nasibnya, belajar tentang kehidupan melalui pengamatannya akan lingkungan sekitar.
Tentang ibunya, Hanif memang sudah memaafkan meskipun tak ada penjelasan, dan memang Hanif sengaja tak ingin membahasnya.
Hanna dan Hanum pasti sudah memiliki jawaban atas apa yang terjadi sebenarnya, namun Hanif tak ingin membahas, ia menguburnya dalam, ia hanya ingin mengambil pelajaran.
Ia akan berusaha sebaik mungkin menjadi seorang suami, menjadi seorang ayah sebentar lagi. dia akan menjaga sebaik mungkin kelaurga kecilnya.
Hanif tentu sangat bersyukur mendapatkan Anita dan keluarga besarnya yang sangat menerima dan menyayanginya. Sudah sejak lama ia mendambakan seubuah kelaurga yang utuh dan harmonis.
Dan tinggal satu bulan lagi, Hanif akan melengkapi keluarga kecilnya dengan hadirnya bayi kecil dari perempuan tercintanya.
Dia mengerahkan seluruh perhatiannya kepada kehamilan sang istri, untungnya kehamilan Anita tak terlalu menyusahkan. Seakan bayi itu sama perhatiannya seperti sang ayah kepada sang ibu. Anita hanya mengalami morning sickness ringan di awal kehamilannya dan semakin menghindari segala macam makanan yang berminyak.
Semakin mendekati hari kelahiran, kini berat badan Anita membengkak hingga 67 kg yang awalnya hanya 49 kg.
“kamu semakin menggemaskan dek..”
“ngeledek ya?”
“nggak, mas bener suka.. gemes, nanti lahirannya mau normal kan?”
“iya, Anita mau mencoba normal dulu, makanya Anita sudah sering jalan-jalan keliling komplek sini..”
__ADS_1
“mas bantu yuk, bikin jalan lahirnya..hehe” rayu Hanif. posisinya kini berjongkok di depan Anita dan mendongak menatap sang istri, sedang tangannya terus menjelajahi tubuh istrinya.
“apaan sih..”
“iya loh, kata dokter kan gitu. Boleh -boleh aja berhubungan malah sangat dianjurkan katanya..”
“tapi berat mas ini..” Anita meringis sambil menunjuk perutnya yang sangat besar.
“pelan-pelan.. kamu di atas nanti, mas bantu, ok? Yuk..” titah Hanif, lalu ia berdiri dan menggamit lengan Anita memapahnya jalan.
Anita pasrah, memilih patuh kepada suaminya daripada ia harus mendengarkan rengekan suaminya nanti saat malam terbaring di tempat tidur.
Anita merasa justru suaminya itu semakin manja, bahkan melebihi dirinya yang seharusnya minta dimanjakan saat-saat kehamilannya.
Ya, sejak hari itu, sejak nama ibu nya kembali diingatkan dan pertemuan yang tak benar-benar melegakannya, Hanif semakin manja dengan Anita.
Dan Anita dengan senang hati menyediakan tempat itu, dan dengan senang hati menjadi obat bagi kesakitan Hanif.
Anita yang sebagai anak terakhir dengan karakter manjanya dan mendapatkan hanif sebagai anak sulung dengan kemandiriannya. Namun ketika menikah dengan Hanif karakter masing-masing mereka seperti berkebalikan.
Anita yang menjelma menjadi wanita dewasa dan keibuan dan Hanif yang menjadi manja namun tetap mendominasi. Hanif tetap memerankan peran suami dengan apik.
***
__ADS_1
4 tahun kemudian.
Bayi laki-laki mungil sudah bertumbuh menjadi balita menggemaskan. Saat tingkah lakunya tengah menjadi sorotan karena sedang aktif-aktifnya dan sangat kritis.
Bayi laki-laki itu bernama Hisyam Akbar Rahardian putra pertama dari Anita dan Hanif Rahardian. Dan kini Anita tengah mengandung anak keduanya yang masih berumur 25 minggu.
Hanif dan Anita sangat menikmati masa-masa menjadi orang tua muda. Dengan banyak tingkah lucu dan cerewetnya si anak, rumah mereka menjadi lebih berwarna. Sesekali mbah lanang atau uti dan akung juga datang sekedar untuk bermain bersama cucu pertama mereka.
Azzam dan Indira pun tengah menunggu kelahiran putri mereka. Putri pertama yang mereka tunggu setelah sekian tahun, sebentar lagi akan hadir menemani hari-hari kedua orang tuanya.
Mama Rani dan ayah Rudi tentu saja sedang bahagia-bahagianya karena akan semakin banyak cucu yang menemani masa tua mereka.
Zahra dan Wildan, anak mereka sudah bertumbuh menjadi gadis kecil yang cantik usianya kini sudah 5 tahun lebih. Bahkan Najwa sudah memiliki dua adik yang membuat rumah Zahra dan Wildan semakin riuh setiap harinya. Dua adik Najwa adalah laki-laki kembar.
Zahra memang sudah kembali ke Palembang. Meski kadang ahrus memaksa suaminya untuk mengambil libur dan berkunjung ke Jogja. Zahra dan Anita masih terus berhubungan, persahabatan mereka tak putus meski sudah sama-sama habis waktunya dengan sang anak.
Anita tentu saja sangat menyukainya jika Zahra sampai menyempatkan berkunjung. Sedangkan Anita tak mungkin kemana-mana, ia tengah mengandung dan suaminya masih menempuh studi S3 nya yang tidak mungkin ditinggal.
TAMAT
Episode terakhir ini Author sengaja memperbayak narasi, karena merasa paling tepat jika menggambarkan kehidupan masa depan.
terimakasih readers setia Hiza dan Jangan lupa tetap dukung karya ku ya..
__ADS_1
jangan di unfavorite dulu ya karena setelah ini author masih akan update karya baruku..
Stay di karya Hiza MJ kakak-kakak semua..