Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
KU GAPAI CINTAMU


__ADS_3

HAII READER KU TERSEYENG


JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA YA


KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


LANJUT ***


" Dasar sobat yang tak ada rasa solidaritas,masa temanya di ledek bukan nya ngebelain eh malah ikutan rame dengan yang lain". Gerutu Sarah kesal.


" Yap aku kan menyesuaikan dengan Kak Davin,masa harus diam saja kami kan sehati sejiwa seia sekata dan tak kan pernah tergantikan ". Sahut Silvia santai terkesan bahwa seolah tak peduli.


Padahal sebenarnya Silvia juga tak tega,melihat Sarah di keroyok semua orang. Tapi untuk misi membuat Sarah tak jomblo lagi,maka cuek adalah salah satu jalan keluarnya.


" Kamu tenang saja kalau mereka tak mau membela kamu,kan ada aku yang tak kan pernah membiarkan kamu sendirian. Jadi jangan sedih lagi ya,karena aku bakal selalu ada untuk kamu ". Bujuk Rino sambil tersenyum.


" Jangan tersenyum kelihatan jelek tau nggak "? Bentak Sarah sambil menatap tajam kearah Rino.


" Hah memang kamu lupa ya,tersenyum lah sebelum tersenyum itu di larang,tertawa lah sebelum tertawa itu di larang,menangis lah sebelum menangis itu di larang ". Sahut Rino


Silvia hanya mendengus kesal ,karena mendengar perkataan Rino barusan yang seperti seorang puitis.


" Ayo semua duduk supaya kita makan,soalnya nanti malam kita ada urusan penting ". Ajak Yuli menyuruh semuanya duduk.


Sarah memaksa untuk duduk di samping Silvia ,karena ia tak mau duduk berdekatan dengan Rino.


" Via ayolah duduk di samping aku ya,plisss Kak Davin ,via nya di bagi dikit napa". Bujuk Sarah.


" Enak saja kamu Ya,selama ini Vivin ku kan punya kamu,sekarang giliran ku dan akan selamanya seperti itu ". Davin kekeh menolak permintaan Sarah.


" Astaga kalian ini memang pasangan terlengket sepanjang sejarah kemana mana harus berdua.Tapi untung juga aku respon nya biasa saja,jadi nggak terlalu berpengaruh ". Ucap Sarah santai.

__ADS_1


" Iri bilang boss". Sahut Davin.


" Idihh ogah aku nya mendingan nungguin pangeran tampan membahana milik ku,dari pada lihat yang sudah basi".Sahut Sarah ketus.


" Astaga Neng hari perasaan sensitif amat sih ya,apa nggak capek tuh mulut marah marah terus"? Tanya Lika sambil geleng geleng kepala.


" Nggak capek kok tante ,malahan aku bisa sakit kalau seharian nggak ngomong ".Sahut Sarah.


Semua yang berada di situ hanya tersenyum ,begitulah sikap Sarah yang apa adanya.Bahkan tak ada namanya jaga image,ataupun lembut sebagai seorang gadis cantik.


Tapi bukan kah wanita seperti itu sangat bagus,karena tak ada namanya kepura puraan dan senatural mungkin.


Kini semua nya sudah memesan makanan masing masing,dengan formasi ,Davin duduk di samping Silvia dan Sarah.Sedangkan di seberang mereka ,Ada Yuli,Lika dan Rino.


Sepanjang makan tatapan Rino tak lepas dari Sarah,namun sang empunya bahkan tak menyadari sama sekali. Rino kagum pada kepribadian Sarah ,yang tidak seperti wanita yang pernah ia temui.


Sarah menunjukkan sikap asli,tanpa takut membuat lawan jenis merasa tak suka ataupun nyaman.


Ia yakin wanita seperti itu sangat setia,dan sangat tulus,tak hanya mementingkan harta dunia dan hidup tanpa kepura puraan.


Walau tak terhitung berapa kali dirinya di tolak ,tapi hasil tak mengkhianati usaha.Buktinya wanita cantik tersebut tinggal hitungan hari lagi akan menjadi istrinya.


Davin tersenyum kearah Silvia ,yang mengerutkan keningnya heran dengan sikap nya yang aneh aneh saja jika di lihat dengan baik.


" Kamu kenapa sih Yang ,kok senyum senyum sendiri di bilang stress baru tahu rasa"?Tanya Silvia.


"Nggak ada apa apa kok,hanya mau senyum senyum saja apa nggak boleh "? Sahut Davin


" Iya juga sih". Ujar Silvia sambil tertawa.


" Kamu mau nambah lagi nggak "?.Rino tak mau kalah dengan memberikan perhatian untuk Sarah.


" Nggak makasih". Sahut Sarah mencoba bersikap santai ,karena Rino kan hanya bertanya sopan saja.


" Kamu juga mau nambah lagi tidak Yul"? Tanya Lika yang tak mau kalah dengan anak muda..


" Nggak makasih ". Sahut Yuli

__ADS_1


Tak lama makanan di piring mereka pun ludes ,setelah duduk santai sedikit mereka pun memutuskan pulang.Karena Sarah dan Silvia harus kuliah,sejam lagi jadwal masuk kampus.


" Ka kamu ikut sama aku saja Ya,soalnya Davin harus mengantar Silvia dan Sarah ke kampus ". Ajak Yuli.


" Boleh ". Sahut Lika singkat.


" No kamu pulang bareng Mama kan"? Tanya Yuli memastikan karena melihat Rino yang sepertinya tak mau jauh dari Sarah.


" Aku boleh nggak ikut mereka ke kampus Ma"? Tanya Rino sekaligus meminta izin.


" Oh malah lebih bagus itu biar aku nggak jadi obat nyamuk". Sahut Sarah yang tak sadar jika ucapan nya barusan adalah boomerang untuk dirinya.


" Ohh jadi ada yang sudah mulai nggak bisa jauhan nih"? Goda Yuli


Sarah hanya tersenyum kikuk ,karena akhirnya tersadar dengan jawaban spontanitas nya barusan. Ia bahkan sudah tak sanggup lagi berada di antara mereka,karena saking malunya.


" Sudah nggak usah malu malu,tante juga pernah muda kok kalau memang nyaman jalani saja .Tapi kalau tidak,bukan kah bisa berteman soalnya Rino juga baru datang jadi butuh teman ". Ucap Yuli sambil mengusap pelan rambut Sarah.


Yuli dan Lika langsung ke parkiran tempat mobilnya berada,sedangkan Davin dan yang lain masih ada keperluan sebentar. Setelah Selesai keempatnya langsung meninggalkan tempat tersebut ,dan langsung menuju kekampus gadis gadis cantik tersebut.


Sepanjang perjalanan Rino selalu berusaha menggoda Sarah ,bahkan ia terlihat tak ada malunya melakukan hal itu di hadapan Davin dan Silvia.


" Kamu kuliah ambil jurusan apa"? Tanya Rino.


" jurusan yang hobinya kerja di kantor ,terus duduk di ruangan ber Ac dan pakai hak tinggi ". Sahut Sarah kesal,karena dari tadi Rino sudah seperti reporter yang hobinya mencari tahu.


" Kalau begitu sama dong". Ujar Rino sambil tersenyum.


" Siapa "? Tanya Sarah.


" Ya aku nya ambil jurusan sama dengan kamu". Rino mengulang kembali perkataannya.


" Yang tanya"? Akhir nya penggalan perkataan Sarah selesai juga.


Davin dan Silvia di bangku depan hanya tertawa ,tanpa berani lagi berkomentar. Karena dari tadi jawaban Sarah selalu bikin emosi ,hanya mungkin semalam Rino mimpi ketemu malaikat.Jadi apapun yang di katakan Sarah ,terdengar seperti alunan musik.


" Ya ampun Sarah ,bisa tidak jawab sesuatu yang tulus tidak. Dari tadi seperti tak ada niat sama sekali ,kasihan tuh anak orang masa dari tadi hanya dengar omongannya kamu yang menyebalkan ". Kali ini Silvia sudah tak bisa menahan kekesalannya.

__ADS_1


__ADS_2