Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
Bab 43


__ADS_3

Patah hati itu jangan menjadikan kamu terpuruk tapi jadikan patah hati itu sebagai kekuatan untukmu..


Biasanya Aluna memang tidak pernah keluar rumah sendiri kali tidak diantar supir atau papanya pastilah salah satu kakak atau bahkan adiknya akan selalu menemani bahkan Mam ayu. Tapi kali ini Aluna pergi seorang diri. Shana hanya dia jadikan alasan agar Mama Ayu mengijinkan dia pergi sendiri. Otaknya sedang butuh asupan supaya tidak memikirkan hal yang membuatnya sedih dan kecewa. Sedih karena akan kehilangan Abangnya dan kecewa karena keputusan kakenya. Bukan salah mereka sih, mereka kan emang gak tau perasaan Aluna seperti apa.


Masuk ke toko buku, mencium aroma buku baru dan melihat-lihat buku yang berjejer rapi terpampang di display adalah hal yang menyenangkan untuk Aluna sekarang. Sebenarnya memang dari dulu Aluna senang membaca tapi memang kejadian waktu lalu yang membuatnya semakin tenggelam dalam tumpukan bacaan yang memang bisaembuatnya melupakan kesedihannya.


" Ah... Sepertinya buku-buku seperti ini yang sedang ramai dipasaran..." gumamnya saat melintasi bagian buku-buku fiksi . Iya melihat beberapa genre disana dan memang banyak yang melihat-lihat juga di sekiran itu.


Dari arah lain, seorang lelaki menggunakan pakaian kasualnya berjalan mengelilingi seluruh bagian dari toko buku ini. Entah buku yang bergenre apa yang pria itu cari. Mungkin saja hanya sedang melepas penat dengan melihat buku-buku yang berjejer rapi mungkin saja bisa menghilangkan segala kepenatan yang dia rasakan atau mungkin dia juga sedang patah hati sama seperti Aluna...


BRAk...


Aluna ya g terlalu fokus dengan buku fiksi yang ia pegang sedangkan pria itu sibuk menundukkan pandangannya pada sebuah buku yang menurutnya cukup seru. Tanpa sadar keduanya bertabrakan, membuat tubuh keduanya terjatuh ke lantai.

__ADS_1


" Aduh..." Mereka berteriak bersamaan kemudian mengucap istighfar bersamaan pula. Mereka berdua pun berusaha untuk bangkit.


" Maaf.." ucap keduanya, lagi-lagi mengucap bersamaan.


Dan keributan yang mereka berdua ciptakanembuat para pengunjung toko pun melihat ke arah mereka berdua.


Keduanya ya pun saling mengangguk setelah sama-sam meminta maaf. Aluna pun ingin berlalu namun pria yang menabraknya mengulurkan tangannya meminta berkenalan.


" Alex..." ucapnya sambil mengulurkan tangannya membuat langkah Aluna terhenti dan merespon dangan menyebutkan namanya " Aluna" ucapnya sambil menganggukkan kepalanya.


" Ya, tak apa aku juga memang salah karena tidak melihat ke arah depan." ucap Luna kemudian.


" Baiklah, saya permisi." Aluna pun berlalu menuju kasir untuk membayar buku yang ingin dia beli. Sebuah buku fiksi yang berjudul ' SECERAH CAHAYA KEHIDUPAN '.

__ADS_1


Karena enggan untuk pulang kerumah, Aluna pun berniat mampir' di sebuah Kafe. Tanpa dia sadari Alex yang sejak tadi memperhatikannya berjalan mengikutinya karena memang Aluna memilih kafe yang tidak jauh dari toko buku tersebut hanya melewati dua gedung saja.Kafe yang pernah dia singgahi bersama Shana ketika mereka habis membeli perlengkapan bahan makalah mereka namun waktu itu Aluna tak pergi sendiri ada seorang Abang yang selalu menjaganya kemanapun dia pergi. Zaidan memamng lebih protektif dibandingkan Mas Arby kakaknya, Zaidan selalu menganggap bahwa Aluna adalah seorang gadis kecil yang harus selalu dia jaga namun Aluna justru menganggap perhatian Zaidan itu menjadikan dia jatuh hati pada pria tersebut.


Aluna memasuki kafe dan menuju lantai atas, lantai di mana dia bisa melihat pemandangan kota di sebuah kursi yang terletak di pinggir yang dekat dengan kaca pembatas.


Alex terus mengikutinya dan duduk di pojok kafe berselang beberapa meja dari tempat duduk Aluna, dia sengaja duduk di belakang gadis itu supaya tak terlihat.


Setelah memesan makanan dan juga minuman Aluna mengeluarkan buku novel fiksi yang dia beli tadi, berniat akan menghabiskan waktu dan membaca buku yang dibinya tadi di tempat ini.


Perlahan dia buka lembar pertama setelah membuka segel nya, Secerah Cahaya Kehidupan menceritakan seorang gadis yang mencintai seorang pria buta membuat Aluna penasaran akan akhir kisahnya apakah berakhir bahagia dan semoga dia bisa mengambil pelajaran dari cerita tersebut.


Alex terus memperhatikan setiap gerak-gerik yang dilakukan Aluna apa pun itu dari mulai makan , minum dan juga Aluna yang larut dalam buku bacaan yang tengah dibacanya, tak terasa 2 jam telah berlalu namun waktu seakan tak terasa Aluna masih dengan buku bacaannya begitupun Alex yang larut memperhatikan wanita yang selama ini dia kagumi.


Happy reading 💜💜💜

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya ya, untuk tetap membuat author semangat update. Terimakasih...


__ADS_2