Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
Episode 242


__ADS_3

HAII READERKU TERSAYANG JANGAN LUPA LIKE N KOMENN JANGAN LUPA VOTE.NYA JUGA YA YA YA...


HAPPY READING YA GUYS...


LANJUT..


*Wanita selalu di pandang sebagai makhluk yang lemah.Padahal, jangan lupa kalau kehidupan di dunia ini ada karena seorang wanita.


Wanita bukan mahkluk yang lemah, tapi ia adalah sebuah kehidupan yang patut di jaga dan dihargai.Dia patut mendapatkan kasih sayang dan perhatian, sebab cinta adalah dia*.


Dika dan Yuli keluar dari kamar dengan jalan berdampingan.Keduanya bercanda dan mengobrol ringan, semoga kebahagaian selalu bersama mereka.


Semua yang berada di meja makan, menatap bahagia ke arah pasangan suami istri itu.


" Hemm, mami senang melihat kemesraan kalian seperti ini, semoga bisa tambah sempurna lagi dengan kedatangan cucu". Ujar Riani.


" Kalau tentang itu, mami tenang saja karena kita lagi usaha nyicil terus". Sahut Dika yang langsung mendapat pelototan dari Yuli.


" Betul itu nak, ingat jangan kasih kendor". Dion menimpali.


" Setuju tentunya, lagi merindukan cucu". Sambung Bram.


" Aku nggak tahu mau ngomong apa, maklum masih polos jadi masih nggak ngerti". Ucap Alan sambil mencebik kan bibir nya.


" Idih tingkah nya sok polos, padahal sudah kadarluarsa".Sahut Rika


" Haha, setuju banget tuh ma". Dika menimpali.


" Terserah, aku juga nggak mau maksa kalian untuk percaya juga mo".Ujar Alan sambil menatap sumringah makanan lezat di hadapan nya kini.


" Ayo makan semua, kampung tengah sudah pesta dari tadi". Ajak Dion


" Ayo, selamat makan semua". Bram menimpali.


" Emm sayang kamu mau makan apa"? Tanya Dika menawarkan kepada Yuli.


" Aku mau pake cah kangkung sama udang balado saja deh". Sahut Yuli


Dika mengambil semuanya sesuai permintaan Yuli, semua melihat nya tersenyum senang.Namun berbeda dengan sepasang mata, yang memandang sendu ke arah mereka.


Dia adalah Alan Andrew,mana bisa move on.Kalau tiap hari harus melihat wajah cantik Yuli, bukan kah cinta datang karena keterbiasaan bersama.


" Huft, mari makan semuanya".Ajak Alan, sambil sesekali melirik wanita cantik di hadapan nya kini.


Dika dengan telaten membantu Yuli makan, walau Yuli terus menolak nya.


"Tuh orang kayanya sengaja deh, buat manasin aku.Ya sudah lah mungkin sudah takdir harus begini". Gumam Alan dalam hati.


"Oiya Lan, kapan kamu balik ke Amerika?maafin aku ya, karena aku kamu sampe batal balik ke Amerika".Ucap Yuli sendu


""eits kamu ngomong apaan sih? Apa yang nggak akan ku lakukan untuk kamu dan Lika.Bukan kah kita sahabat selamanya". Sahut Alan Sambil tersenyum kearah Yuli.


" Makasih kalian memang sahabat terbaik aku dari dulu sekarang dan semoga selama nya". Sambung Yuli

__ADS_1


"Aminnn;


Sahut Semua yang ada di ruangan tersebut.


"Oiya aku mau kasih tahu kabar gembira, kalau hari ini keluarga nya uncle samuel dan tante Dina melamar Lika". Yuli memberi tahu semuanya.


Netra Alan membulat, pasal nya sahabat cempreng nya telah laku.


"Kamu nggak bercanda kan Yul, kalau Lika di lamar sama tuh bule kampret". Tanya Alan.


" Hei apa kamu lupa yang kamu sebut bule kampret itu keponakan aku".Dion mendelik kesal


Alan terkejut, karena tadi ia lupa jika keluarga hadiwinata adalah om nya Jason.


" aduh maaf om,mulut aku lagi nggak bisa di ajak kompromi". Jawab Alan sambil menampil kan senyuman di wajah nya


" Maksud kamu Yul, kalau hari ini Samuel dan Dina melamar Lika untuk di jadikan istri Jason"? Tanya Dion


"Iya betul sekali pa". Sahut Yuli


" Sejak kapan mereka berhubungan"? Tanya Dion lagi.


" Ishh papa nih buta atau lupa sih?Orang selama ini kalau jalan mereka dua sudah lengket kaya prangko, anak SD saja pasti tahu". Sambung Rika kesal


" Mama tuh bawaan nya kesal saja". Jawab Dion


" Wow, akhirnya si cempreng lima oktaf laku juga". Ucap Alan


"iya kamu betul sekali, akhirnya dia laku juga, tinggal dua yang belum laku". Sambung Yuli


" Ya Tuh manusia yang di depan ku ini,sama Sinta Luna kan"? Jawab Yuli


Dika hanya menganggukan kepala, ia tak ingin menyahut.Karena Jika menyangkut nama Sinta, ia tak ingin keceplosan kaya waktu itu.


"Lho kok aku juga sih, kan aku sudah bilang kalau jodoh ku lagi OTW ke aku".Sahut Alan yang tak terima di katakan belum laku.


" Kenapa kamu nggak pacaran sama Sinta saja.Daripada nungguin yang belum tentu otw ke kamu". Saran Rika


" Ihh tante saranin sesuatu, yang kreatif dikit napa".Ujar Alan yang tak terima.


" Lagian apa sih kurang nya Sinta, dia cantik kok.Terus udah cocok kan sama mama kamu"? Tanya Riani.


" Aduh tante bukan itu masalah nya, aku seperti mati rasa kedia, apalagi melihat cara pacaran nya sama MANTAN TERINDAH NYA". Alan menekan kata tersebut, sambil memandang ke arah Dika.


Uhuk uhuk


Dika langsung terbatuk mendengar penuturan Alan Tadi.Ia menoleh ke arah Yuli, namun istrinya tersebut makan tanpa ekspresi.


" Aduh mulut nya Alan memang ember sekali". Umpat Dika dalam hati.


" Memang nya gimana sih Lan, gaya pacaran sama mantan terindah nya itu"? Yuli bertanya sambil melirik sinis ke arah Dika.


" Udah deh yang, ngapain bahas yang itu.Kamu juga Lan ngapain ungkit yang sudah lama". Kesal Dika

__ADS_1


" Iya deh sayang nggak usah bahas masa lalu, karena bukan kah semua orang punya masa lalu.Contoh nya seperti mami dan papi kamu". Riani mencoba membujuk Yuli.


" Iya Yuli, maafin aku tadi keceplosan ngomong nya.Tapi maksud aku bukan seperti itu kok". Alan menimpali.


"Aku sudah selesai, selamat malam semua aku mau masuk kamar dulu". Pamit Yuli ia tanpa peduli dengan tatapan memelas dari Dika.


" Puas kamu Lan, hobinya kamu hanya buat aku sama Yuli berantem". Sarkas Dika kasar sambil menunjuk wajah Alan.


" Maaf bro, tapi aku beneran nggak sengaja.Tadi itu aku keceplosan saja". Ucap Alan.


" Dika kamu jangan salahin Alan, papa curiga pasti selama ini kamu tak pernah jujur sama Yuli bagaimana hubungan kamu dengan Sinta dulu.Agar Yuli selalu tak salah paham, cobalah untuk lebih terbuka".Nasihat Dion.


" Baik lah pa, Semuanya aku ke kamar nyusul Yuli dulu".Pamit Dika.


" Huft semuanya aku minta maaf ya, karena mulut aku nggak ada akhlak, semuanya jadi runyam". Ucap Alan dengan nada penuh pengesalan.


" Iya Lan kalau bisa tante minta mulut kamu, bisa di sensor sedikit ya mulai sekarang". Pinta Riani pelan agar Alan tak tersinggung.


"Iya tante;


" Ya sudah ayo kita keruang tengah yuk, kita nonton drakor yuk Riani". Ajak Rika


" Ayo tapi kayanya malam ini kita kekurangan personil deh". Sendu Riani sambil menatap ke arah pintu kamar Dika.


Dika yang sudah sampai di depan pintu kamar, ia membuka pintu.Dan syukurlah karena pintu kamar tak di kunci, ia masuk kedalam dan melihat istri cantik nya itu sedang menonton Drama terbaru oppa ji chang wook


Dika mendekati istrinya itu, dan mengambil tangan nya dan mengecup nya.


" Sayang, kamu marah ya"? Tanya Dika pelan


Yuli tak menyahut dengan pertanyaan Dika, ia seolah menganggap Dika tak ada.Dika mengacak rambut nya frustasi.


" Sayang kenapa sih harus persoal kan masa lalu".Dika sudah frustasi dengan wajah datar Yuli.


" Kamu jawab dong, atau kamu mau aku ceritain ke kamu apa yang aku lakukan dengan Sinta". Dika Akhirnya menyerah.


Yuli menatap tajam ke arah Dika, ia seakan ingin menerkam suaminya itu.


"Makasih tawaran nya, sebelum kamu cerita aku sudah tahu semua, apa kamu lupa kalau aku dan Sinta kan sahabatan"? Tanya Yuli


" Nah itu kamu sudah tahu kan, lagian apa penting nya juga tahu semuanya.Nanti yang ada pasti respon kamu akan seperti ini"? Dika berbicara dengan nada yang terdengar kesal.


" Wow, ternyata bisa ya, gara gara dia kamu marah dan kasar ke aku? Aku jadi ingat dulu betapa bencinya kamu ke aku,saat masih bersama Sinta". Sinis Yuli


Dika yang tersadar tindakan bodoh nya, bukan nya membujuk istrinya.Ia malah memarahi nya, yang jelas tak ada salah sama sekali.


" Sayang maafin aku, sebenar nya aku tak bermaksud seperti itu" Lirih Dika dengan suara lemas.


" Aku juga punya kok kenangan terindah saat bersama mantan terindah ku, saat kamu menghilang dulu". Yuli memanasi Dika.


Yang mana membuat Dika menatap bingung ke arah nya.Sebab selama ini ia tak pernah tahu, jika Yuli punya mantan.


"Bercanda kamu nggak lucu tau nggak yang, selama ini kan hanya ada aku di hidup kamu". Sahut Dika percaya Diri.

__ADS_1


" Kata siapa? Enak saja kamu aku setia tapi kamu mendua". sindir Yuli


__ADS_2