
HAII READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
LANJUT ***
Davin paham sekarang dengan kemauan Silvia ,yang memang benar benar ingin melihat kesungguhan dirinya. Bukan harus semua orang tau status hubungan mereka ,bukan harus berkoar koar hanya untuk mendapatkan suatu kepastian.
Cukup antara kedua insan tak perlu suasana romantis ,karena jika tak terbiasa usahakan jangan memaksa keadaan.
Dan melakukan semua karena terpaksa ,dan jatuhnya akan terlihat berlebihan dan tak di lakukan dengan sepenuh hati.
Davin suka dengan jalan pemikiran Silvia,yang terkesan lebih dewasa dari nya. Ia mencintai sangat wanita yang ada di hadapannya kini,dan berjanji akan menjaga dirinya sepenuh hati.
" Maafkan aku jika membuat mu kurang nyaman ,tapi percayalah rasa cinta yang sangat besar membuat akal sehatku tak bisa berpikir jernih ". Sahut Davin.
Silvia membalas pelukan Davin ,dan hanya tersenyum kecil keduanya malam ini akhirnya mengutarakan semua perasaan yang terpendam.
"Kak ceritanya sampai kapan kita seperti ini,kaya jaman sekolah SD dulu yang dapat hukuman karena tidak mengerjakan PR".Tanya Silvia
Davin langsung memukul pelan otaknya ,karena tak sadar dengan apa yang keduanya lakukan. Ia sangat khawatir jangan sampai lutut Silvia sakit,karena ulah dirinya yang tak mendengar permintaan Silvia tadi.
Setelah keduanya bangkit Davin memeriksa lutut takutnya ada yang terluka ,Silvia memandang jengah kearah Davin.
"Yang ada yang sakit tidak"? Tanya Davin cemas.
"Ishhh astaga kak berlebihan sekali ,masa hal sekecil itu menjadi suatu masalah ".Sahut Silvia tak terima jika di perlakukan seperti anak kecil saja.
" Ya habis nya aku cemas takut nya kamu terluka ,karena jika sampai hal itu terjadi aku nggak bakalan maafkan diri ku sendiri. Jadi mulai dari sekarang jangan melakukan apapun ,yang berlebihan apalagi yang bisa membuat kamu dalam bahaya". pesan Davin
Silvia sudah tak ada minat untuk menjawab ,karena nanti juga tidak akan bisa untuk menang.Diam adalah solusi terbaik dari pada nanti pembahasan meluber kemana mana,dan akhirnya tak ada ujungnya .
" Ayo kita tidur aku ngantuk ".Ajak Davin lalu menarik tangan Silvia agar tidur di samping nya ,namun Silvia memandang kearahnya. Mana ada peraturan orang belum menikah malah tidur seranjang.
Memangnya ini negara bebas apa? yang mengijinkan pasangan belum sah,melakukan hal yang di larang.Silvia tak mau seperti anak anak jaman sekarang ,yang cara bergaul nya seperti orang yang tak pernah mendapatkan pendidikan moral.
" Kak bisa tidak jangan seperti ini,kita belum sah tau nggak "! Pinta Silvia yang berusaha menginginkan Davin agar tak bersikap berlebihan.
Davin bangkit dari tidur nya dan menaikkan Alisnya sebelah ,sambil menatap intens kearah Silvia. Ia sangat kagum kepada jantung hatinya ini ,yang sangat menjaga kehormatannya.
__ADS_1
" Sayang memangnya kamu pikir aku mau ngapain tad"? Tanya Davin menggoda Silvia.
" Ishh pake tanya lagi memangnya kalau pria sama wanita di dalam satu kamar ,satu ranjang ,satu selimut itu mau ngapain "? Tanya Silvia ketus
" Ya untuk tidurlah masa di dalam kamar mau jogging"? Sahut Davin yang menahan tawanya melihat wajah kesalnya Silvia.
" Ihh Kamu tuh ya pura pura bego,memangnya di Amerika kamu nggak pernah lihat hal seperti itu apa"? Kesal Silvia yang menganggap Davin sedang mempermainkan dirinya
" Di sana aku hanya belajar terus setelah itu merindukan kekasih hatiku. Habis itu aku makan tidur mandi ,terus kuliah lagi habis itu pulang kerumah...
" Stop kakak itu apaan sih,yang tanya kegiatan selama di sana itu ngapain saja bukan tanya kegiatan sehari hari.Pasti ada yang di sembunyikan dari ku kan,awas saja kalau sampai nanti aku tahu". Ancam Silvia.
" Hemm sebelum aku cerita pasti kamu tahu kan,selama ini aku orangnya seperti apa"? Sahut Davin
Silvia langsung terdiam mendengar perkataan pelan dari Davin ,tak perlu Davin jelaskan Silvia memang sudah tahu luar dalam Davin.Karena keduanya hidup sama sama dari kecil ,bahkan semua makanan kesukaan saja sangat hafal sekali.
" Ya sudah maafin aku ya,jika tadi bertanya yang bikin kakak tak nyaman ". Pinta Silvia
Davin hanya menggelengkan kepalanya ,pertanda ia tak pernah mempermasalahkan hal itu. Lagian hanya perdebatan kecil untuk apa terlalu di permasalah.
"Jadi gimana yang ,kita sudah bisa tidur"? Tanya Davin
Silvia sepertinya berat mengijinkan hal tersebut ,Karena setiap malam Alan ataupun Lika pasti akan masuk kedalam kamarnya. Hanya sekedar memastikan keadaannya ,dan ingin memastikan dirinya tidur dengan nyenyak.
" Seperti nya nggak bisa deh Yang ,soalnya aku takut nanti ketahuan Mama sama Papa kan nggak enak ". Sahut Silvia merasa tak enak.
" Gimana kalau aku kasih solusi yang terbaik untuk kita"? Tawar Davin
" Memangnya solusinya apa Kak"? Tanya Silvia penasaran.
" Ikut kerumah ku sekarang ,biar nanti soal om dan tante urusan nya dengan Mama". Pinta Davin dengan wajahnya yang memelas.
"Astaga Kak itu mah namanya bukan solusi tapi bunuh diri ".Sahut Silvia sambil menggeleng kepalanya tanda tak setuju.
" Ya kamu kok tega sih Yang,tidur di sini salah kerumah pun salah ". Davin merajuk.
" Kak coba pikirkan baik baik ,apa pantas kita belum sah tapi sudah tidur seranjang. "Ujar Silvia.
" Yang tak pantas itu terjadi ,jika orang tak sadar akan sebuah hubungan dan hanya di landaskan nafsu semata.Tapi saat ini kita berbeda ,aku hanya ingin bersamamu untuk menikmati malam ini.Karena sama saja aku pulang ,tapi hati dan pikiran ku masih tertinggal disini". Sambung Davin lagi
Silvia yang merasa tak tega ,memilih untuk menuruti kemauan Davin tapi jujur hati kecilku sangat takut. Jika nanti Alan dan Lika tahu anak gadis nya menginap di luar,nanti apa yang akan mereka pikirkan.
" Baiklah aku ganti baju dulu ya,sebentar saja kakak tunggu sini ya".Ujar Silvia lalu masuk kedalam kamar mandi untuk mengganti pakaian nya.Setelah selesai Silvia keluar dan menemukannya Davin ,yang entah mengapa menatap nya tanpa berkedip.
" Ishh lihat nya kok sampe segitunya ,memangnya ada yang aneh atau gimana gitu"? Tanya Silvia merasa risih
__ADS_1
" Cantik ". Sahut Davin singkat.
Silvia langsung salah tingkah melihat tatapan Davin ,ia merasa canggung ketika di tatap seperti itu.
" Kalau masih lihatnya seperti itu,aku nggak bakalan ikut". Ancam Silvia sukses membuat Davin mati kutu,dan memilih mengambil ponselnya dan mengajak Silvia keluar.
Dan Silvia mengikuti langkah Davin dari belakang sambil celingak celinguk ,seperti sedang mencari sesuatu.
" Ya Tuhan semoga Mama sama Papa sudah tidur ,kalau tidak mah bisa berabe urusan nya ". Gumam Silvia dalam hati.
Davin seolah tak peduli dengan kegelisahan Silvia,yang ada dipikiran nya adalah segera sampai kerumah dan bisa tidur bersama jantung dalam hati.
Tanpa mereka sadari sedari tadi ada 2 pasang mata sedang menatap keduanya dengan tatapan yang menahan tawanya.
Alan dan Lika melihat Davin dan Silvia keluar dari kamar nya Silvia ,Lika sebenarnya penasaran apa yang keduanya lakukan malam malam begini.
Lika ingin bertanya namun di cegah Oleh Alan,ia tak mau menghalangi keduanya. Takut nya besok lusa mereka jadi lebih tertutup ,dan sulit untuk terbuka hal hal pribadi.
" Astaga Yang kamu kenapa sih,anak nya pergi bukannya di cegah atau di tanya eh malah diam saja". Kesal Lika
" Yang apa kamu lupa sikap Davin ke Silvia selama ini ,ia selalu menyayangi dan menghormati putri kita. Jadi tak mungkin dia melakukan sesuatu yang merusak anak kita,biar kan mereka menyelesaikan masalah mereka. Aku yakin Davin pasti tak kan macam macam sama Silvia ,kalau memang di menyayangi nya".Sahut Alan.
Lika mau tak mau mendukung penuh perkataan Alan ,karena memang soal tata krama putra Dika Dan Yuli sudah tak di ragukan lagi.
Ia yakin pasti Davin akan menjaga Silvia ,dan tak melakukan yang aneh aneh padanya.
Silvia heran kok sampai keluar dari rumah,tak ada tanda tanda kehadiran orang tuanya .Mungkinkan mereka sudah tidur atau memang sengaja membiarkan saja.
Davin yang melihat Silvia sepertinya sedang gelisah ,menghentikan langkahnya saat sudah berada di depan mobil nya.Davin memegang kedua pipi Silvia dan menatap serius kearahnya.
" Sayang kamu kenapa kok diam saja dari tadi ,apa kamu nggak enak badan Yang"?.Tanya Davin khawatir
" Aku nggak Papa Yang,hanya seperti nya ingin cepat istirahat ". Silvia berkilah
"Oh Ya sudah ayo berangkat supaya sampenya nggak terlalu kemalaman ". Ajak Davin sambil membuka pintu mobil untuk Silvia
" Makasih Sayang ". Ucap Silvia sambil mencium pipi Davin sekilas.
Davin langsung mematung karena sangat terkejut dengan tingkah Silvia barusan ,ia sangat terkejut melihat keagresifan Silvia.
Sedangkan Silvia wajah nya memerah semua karena malu,ia mengutuk kebodohan nya tadi karena mencium Davin lebih dahulu.
Davin masuk dalam mobil dan langsung menyalahkan mesin mobil dan menuju ke rumahnya ,ia sesekali menoleh kearah Silvia yang dari tadi pandangan hanya ke luar jendela mobil.
Davin tahu jika Silvia pasti sedang malu sekarang ,ingin sekali Davin melihat wajah imutnya Silvia sekarang.
Karena jalanan sudah sedikit lengang ,jadi tak memakan waktu untuk sampai. Jantung Silvia berpacu sangat kencang ,karena baru kali ini ia bermalam di rumah nya orang.
__ADS_1
Davin yang sudah memarkir mobilnya ,namun melihat Silvia tak bergeming dari tempatnya. Davin mendekati Silvia dan memegang bahunya ,Davin mengecup puncakkepala Silvia dan membawanya masuk kedalam pelukan nya.
"Maafkan aku jika selama ini terlalu memaksakan kehendak ku,tapi percaya lah ini semua ku lakukan karena tak ingin jauh dari kamu. Ku mohon jangan seperti ini,karena aku merasa sangat bersalah sudah memaksa kamu untuk datang". Lirih Davin