Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam
episode 383


__ADS_3

HAII READER KU TERSEYENG JANGAN LUPA LIKE N KOMENNYA KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


LANJUT ***


Eva merasa kesal karena orang yang disuruh nya pergi membeli kue sampai sekarang belum muncul,sedangkan suaminya itu dari tadi sudah menghilang di ruangan rapat.


"Suami model apa yang tanpa perasaan meninggalkan istrinya sendiri ,terus pegawai sama bos sama sama menyebalkan membuat ku seperti wanita yang tak berguna!" Omel Eva monolog.


Akan tetapi begitulah perasaanya yang hanya bisa diungkapkan dengan kata ,tanpa bisa melakukan langsung.


Karena jika sampai hal itu terjadi ,bisa dipastikan dirinya bakal mendapat peringkat istri posesif tingkat akhir.


"Menyesal tadi ikut kesini ,karena aku seperti gembel yang lagi minta minta di kantor suami." Desah Eva.


Chika yang sudah seperti orang gila ,langsung kembali ke kantor begitu ia sudah mendapatkan barang yang dimaksud.


Tak peduli tatapan aneh dari semua orang ,karena hanya dengan menatap mereka tidak dapat membayar tagihan dirumahnya.


"Oh Tuhan jika tadi saat aku berlari ada pria tampan yang melihat,tolong buat dia amnesia karena kejadian hari ini!" Batin Chika.


Ketika memasuki kantor ,semua hanya bisa menatap iba kearah wanita itu.Karena selama ini pemandangan Chika lari tergesa karena panik bukan barang baru.

__ADS_1


"Fighting Bu Chika!" Teriak mereka sambil mengepalkan tangannya pertanda memberikan semangat.


"Diam kalian!" Teriak Chika lantang tapi tidak berhenti melangkah.


Ceklek


"Maaf Nyonya saya...


"Taruh kue nya disitu lalu siapkan aku air putih!" perintah Eva kesal.


Sudah gitu doang jawabnya,boleh kah Chika menangis meraung raung sekarang??


"Ya ampun suami sama istri kompak sekali uji kesabaran orang." Omel Chika dalam hati.


"Sekali kali jadi orang galak kan boleh lah,daripada cuca mingkam terus." Batin Eva cuek bebek.


"Terima kasih ,ayo kamu juga duduk disini temani saya makan nih kue.Soalnya ini kebanyakan,saya tidak sanggup untuk menghabiskannya," pinta Eva pelan.


"Waooo emejing,istri seorang pemilik perusahan mau ngajak bawahan makan bareng??


"Tapi Nyonya Bagaimana kalau Tuan kembali rapat dan melihat saya malah bermalas malasan disini?" Tahta Chika memastikan sebelum terlambat.


"Haiih kau ini terlalu banyak komentar ,biarkan saja kalau si tua itu marah marah nanti aku yang bakal urus." Omel Eva terus memakan makanan lezat yang ada dihadapannya.


Sebagai manusia normal rasa manis dan indahnya makanan,pasti akan membangkitkan selera makan.


"Nyonya apa boleh saya mencicipi barang sedikit kuenya?' Tanya Chika pelan karena malu sebab bukan nya tadi sudah menolak nya.

__ADS_1


"Ya elah kamu pikir saya orang nya plin plan apa ,ayo ambil bagianmu setelah itu temani saya maraton drama korea!" Ajak Eva yang tak ingin dibantah.


Bolehkah Chika senang sekarang ,bagaiamana tidak dokumen yang tiap hari dimejannya seakan lenyap berganti makanan manis itu.


"Wah kalau Nyonya sering kesini ,bisa dipastikan aku bakal duduk ongkang kaki doang dong? Gumam Chika dalam hati.


Sementara itu Davin tengah menatap horor kearah mobilnya Rino yang terparkir sedikit jauh dari rumah Sarah.


"Lho Mas bukannya itu mobilnya Rino?" Tanya Silvia heran.


"Iyesss." Ucap Davin singkat.


"Kok bisa ya ada disini,tapi orangnya mana?" Tanya Silvia heran.


"Biasa lagi cari jodoh,tapi takut ketahuan emak bapaknya terpaksa kaya maling siang bolong." Sinis Davin.


"Wah ternyata si Rino suka tantangan ya?" puji Silvia membuat Davin tidak senang.


"Apanya tantangan ,datang sudah kaya maling terus mobilnya di umpetin lagi sungguh memalukan!" Ketus Davin.


"Hari kamu marah lagi ,padahal tadi bercanda doang kali." Ejek Silvia.


"Ayo kita kesana sebelum dia merusak anak orang!" Ajak Davin datar masih dalam mode ngambek.


"Hehe,iya aku juga penasaran gimana sih gaya pacaran si cempreng?" Silvia menimpali.


"Kita pencet bel saja,jangan kasih keluar suara biar si bule kampret nyaho?" Ucap Davin sambil tersenyum devil.

__ADS_1


__ADS_2