
HAII READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMENNYA KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
💞💞💞💞💞💞💞💞💞
LANJUT ****
Wajah Sarah memerah karena malu ,seorang pria tanpa tedeng aling menunjukan satu set pakaian dalam yang sesuai dengan ukurannya.
"Kamu sejak kapan belikan aku ini?" Tanya Sarah penuh selidik karena jiwa penuh curiganya muncul lagi dipermukaan.
"Ampun deh kamu itu kenapa sih jiwa kepo kamu harus muncul lagi disaat begini?"Sungut Rino kesal.
"Hah,aku itu kan cuman tanya saja sejak kapan kamu belikan benda ini,padahal tadi kan tidak ada.Jangan bilang ini semua kamu sudah siapkan karena sedang merencanakan sesuatu?" Selidik Sarah membuat Rino menatap jengah kearah nya.
"Oh god please help me,kamu itu sebenarnya isi otak didalamnya ada apa sih?Tadi ada pria yang mau berbuat jahat kekamu,tetapi responnya berlebihan sekali nah sekarang giliran denganku malah curiga nya mengalahkan emak tiri." Gerutu Rino kesal.
"Suka suka aku dong,kenapa kamu yang repot?" Sinis Sarah sambil menutup kembali pin tu karena ia ingin mengganti pakaian dengan yang dibeli Rino tadi.
"Woiii jaga mata jangan coba coba mengintip atau bakal kucongkel!" Ancam Sarah membuat Rino hanya memutar bola matanya malas.
"Aku tahu kali ,nanti kalau sudah sah baru bakal buat kamu tanpa busana tiap saat." Goda Rino sambil tertawa kecil membayangkan wajah kesal Sarah.
"dasar bule mesum." ucap Sarah ketus.
"Biar mesum tapi keren kan?" Sahut Rino narsis.
"Idih keren dari hongkong!" ejek Sarah.
Rino biarpun disuruh jangan mengintip akan tetapi tetap saja jiwa kelelakiannya meronta minta untuk dituntaskan.
"Oh Tuhan mana mungkin aku membiarkan godaan ternikmat ini berlalu begitu saja,biarkan dosa aku yang tanggung tapi manjakan mata kan tidak ada salahnya?" Batin Rino yang sedang mencari celah yang pas.
Akan tetapi sayang seribu sayang,sungguh seperti nya alam tak berpihak pada Rino karena tak ada cela untuk mengintip anak gadis orang.
__ADS_1
Sementara itu Sarah yang sudah selesai memakai pakaiannya,akan tetapi mengalami kesulitan tidak bisa menarik risleting bagian belakang gaun itu.
"Nah ini dia yang bakal jadi pokok permasalahan hari ini,Tadi kan udah suruh jangan mengintip apa katanya kalau aku minta tolong untuk menarik benda keramat ini." Sungut Sarah pelan.
Sarah bahkan bertahan dalam mobil tanpa pergerakan,ia bingung harus bagaimana sekarang.
Sementara itu Rino sedang menahan kesal,sebab dirinya dijadikan makanan nyamuk karena berdiri bak body guard diluar mobil.
"Kamu itu mau ganti Pakaian atau sekalian mandi dulu?" Tanya Rino pelan.
"Sabar!" Bujuk Sarah yang sedang berusaha menarik risleting tapi sayang apa daya jika tangan sependek itu.
Rino sudah tak bisa menunggu lama lagi,karena kedua kakinya sudah kram berdiri terlalu lama diluar belum lagi udara dingin yang sangat menyengat.
"Buka pintunya dong kamu itu hanya ganti saja kok lama sekali kaya mau pingsan dulu saja!" Kesal Rino.
Sarah mau tak mau menyuruh Rino masuk kedalam mobil,soal bajunya kan gampang dirinya bisa menutupi dengan rambutnya.
Saat sudah masuk kedalam,Rino merasa aneh dengan keadaan Sarah kini. Masa sudah memakai baju,tapi selimut masih tetap dipegangnya.
"Kamu kenapa,dingin?" Tanya Rino memastikan.
"Yakin,apa tidak perlu bantuan begitu?" Tanya Rino memastikan.
"Ayo cepat jalan keburu larut malam bisa berabe,nanti aku bakal diomeli Mama dari malam sampe pagi!" Pinta Sarah.
"Kamu mah enak hanya di omelin sama Mama saja,nah aku sebentar bakal dapat amukan dari Singa jantan karena sudah godain bininya." ujar Rino frustasi.
"Singa jantan siapa sih maksud kamu?" Tanya Sarah penasaran.
"Siapa lagi kalau bukan hasil daur ulangnya Papa Dika sama Mama Yuli." Sungut Rino.
"Wah maksud kamu Davin,tenang saja jangan khawatir!Malam ini antar aku kerumah mereka,karena aku bakal ganguin dia sampai tidak bisa bobo bareng Via." ujar Sarah antusias.
Sikap Sarah yang terlihat biasa saja seperti tak terjadi apa apa membuat Rino heran,apakah wanita dibelakang nya ini merupakan orang dengan kepribadian ganda.
"Kamu itu kok bisa sesantai itu,padahal dua jam yang lalu hampir diperkosa lho?" Tanya Rino heran.
"Kan hampir bukan sudah jadi masih aman dong tersegel rapi belum buka bungkus!" Sahut Sarah santai.
__ADS_1
"Nah tuh kan jawaban nya santai kaya dipantai,padahal pipinya biru semua eh biru semua?" Rino langsung terkejut karena baru mengingat keadaan wajah nya Sarah sekarang.
Cittt
Rino langsung mengerem mendadak membuat kepala Sarah terbentur,karena ia belum siap siaga.
"Awww,Mak kenapa malam ini wajah cantik anakmu cedera terus?" Teriak Sarah sambil memegang jidatnya yang terbentur tadi.
"Ehh maaf maaf ya,Tadi aku tiba tiba ingat dengan keadaan pipi kamu makanya aku rem mendadak tadi." Ucap Rino tak enak hati.
"Udah telat bang jidatnya sudah tambah gepeng nih." gerutu Sarah kesal.
"Ya tadi kan sudah minta maaf,masa tidak ada kata dimaafkan begitu." Lirih Rino sendu.
"Hem baiklah tapi iya juga ya,wajah aku gimana dong bisa hancur nih besok pagi." Ucap Sarah frustasi.
"Nanti sampai dirumah kita obati ya!" bujuk Rino.
"Itu tahu tapi kenapa harus pake rem mendadak sih,padahal kan sekarang juga tujuannya mau pulang kan?" Kesal Sarah dengan tingkah heboh Rino tadi.
"Hehe maaf tadi itu karena refleks jadinya otak sama tangan tidak sinkron." Rino membela dirinya karena takut disalahkan lagi.
Kini keduanya sudah dalam perjalanan menuju kediaman Davin dan Silvia yang memilih tinggal sendiri setelah menikah,karena luka Sarah harus segera diobati karena tidak nanti bisa berbekas.
Dilain tempat Rendy yang tadi kena pukulan maut dari Rino sudah sadarkan diri dari tidur nya yang singkat itu,dicari nya kehidupan lain ditempat itu ternyata kosong alias nihil.
Saat bergerak Rendy merasakan tubuhnya seperti baru habis kerja berat memikul beras satu ton begitu,bahkan wajahnya terasa berat bisa dipastikan bengkaknya sudah seperti adonan ditaruh Soda kue.
"Ah brengsek kurang ajar,sebenarnya tuh bule kampret ngapain saja disini sampe bisa menghancurkan wajahku seperti ini." Batin Rendy yang tak bisa memegang wajahnya yang sangat kesakitan.
"Awas saja kau ****** bakal kuhuat perhitungan karena sudah berani macam macam denganku." Ucap Rendy monolog.
Rendy bangkit dari duduknya dan memilh masuk kamar mandi untuk melihat keadaan wajahnya,sesampainya didalam dirinya sangat terkejut karena melihat wajah tampan nya sudah menghitam.
"Oh god,ini kenapa separah ini hilang sudah wajah tampan aset berharga milikku!" Desah Rendy frustasi.
Ingin dicuci wajahnya ,tapi sayang tak bisa jangan kan dibersihkan disentuh saja tak bisa.
"oh **** kenapa sakit sekali?" Sungut Rendy kesal.
__ADS_1